Mitigasi Risiko Kredit Macet pada Penyaluran KUR di Bank BRI Selama Masa Pemulihan Ekonomi

Priski Amelia (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Ikon Campus Daily web

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengalami peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama masa pemulihan ekonomi. Namun, kondisi ini juga diikuti dengan meningkatnya risiko kredit macet karena sebagian debitur UMKM masih mengalami ketidakstabilan pendapatan.

Beberapa debitur kesulitan membayar angsuran akibat penurunan omzet usaha. Selain itu, ditemukan penggunaan dana KUR yang tidak sesuai tujuan serta rendahnya kemampuan dalam mengelola keuangan usaha.

Permasalahan:

  • Kemampuan bayar debitur menurun
  • Penggunaan dana tidak produktif
  • Monitoring kredit kurang optimal

 

Upaya Mitigasi:

  • Penerapan analisis kredit 5C
  • Monitoring berkala usaha debitur
  • Restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak
  • Edukasi pengelolaan keuangan UMKM

Hasil yang Diharapkan:

Risiko kredit macet dapat ditekan dan penyaluran KUR tetap efektif dalam mendukung pemulihan ekonomi.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional, khususnya bagi pelaku UMKM. Namun, dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, peningkatan penyaluran KUR juga membawa risiko meningkatnya kredit macet (Non-Performing Loan/NPL).Berdasarkan studi kasus, risiko kredit macet terjadi karena ketidakseimbangan antara kemampuan bayar debitur dengan kewajiban kredit. Banyak pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan sehingga arus kas usaha menjadi tidak stabil. Selain itu, rendahnya literasi keuangan serta penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan turut memperbesar risiko gagal bayar.

Baca Juga :  Konten ke Konversi: Pemanfaatan Media Sosial dan Program Affiliate dalam Pengembangan Ekonomi

Dalam menghadapi tantangan tersebut, BRI menerapkan berbagai strategi mitigasi risiko. Salah satu langkah utama adalah penerapan prinsip analisis kredit 5C untuk menilai kelayakan debitur sebelum kredit disalurkan. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa calon debitur memiliki kemampuan dan komitmen dalam mengembalikan pinjaman.Selain itu, BRI juga melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi usaha debitur. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini dan mengambil tindakan preventif sebelum kredit menjadi macet. Selama masa pemulihan ekonomi, kebijakan restrukturisasi kredit menjadi solusi penting melalui penjadwalan ulang pembayaran, penurunan suku bunga, dan perpanjangan tenor.

Baca Juga :  Struktur Bahasa dan Makna dalam Teks Normatif

Upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan edukasi kepada nasabah terkait pengelolaan keuangan usaha. Dengan pemahaman yang lebih baik, debitur diharapkan mampu menggunakan dana KUR secara produktif dan meningkatkan keberlangsungan usahanya. Secara keseluruhan, mitigasi risiko kredit macet pada penyaluran KUR di BRI memerlukan pendekatan yang komprehensif, meliputi analisis kredit yang ketat, pengawasan berkelanjutan, serta kebijakan yang adaptif terhadap kondisi ekonomi. Dengan strategi tersebut, risiko kredit macet dapat ditekan tanpa menghambat peran KUR sebagai penggerak pemulihan ekonomi.

 

Referensi

 

  1. Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Laporan Profil Industri Perbankan Indonesia. Jakarta: OJK.
  2. Bank Rakyat Indonesia. (2022). Laporan Tahunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Jakarta.
  3. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. (2021). Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jakarta.
  4. Kasmir. (2019). Manajemen Perbankan. Jakarta: Rajawali Pers.
  5. Rivai, V., Veithzal, A., & Idroes, F. N. (2013). Bank and Financial Institution Management. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi
Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan
Berani Bicara di Depan Umum: Panduan Praktis untuk Mahasiswa
Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital
Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia
Ketika Omongan Jadi Konten: Di Mana Batas Etika Public Speaking di Era Viral?
Studi Kelayakan Bisnis Berbasis Lingkungan Sebagai Upaya Menciptakan Usaha Berkelanjutan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB