Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita sebagai Indikator Perkembangan Ekonomi Indonesia

Arindha Alfina Rahmawati dan Angga Aditya (Mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Pamulang)

Ikon Campus Daily web

Selasa, 29 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Campus Daily | Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang penting dalam melihatperkembangan perekonomian suatu negara. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan adanyapeningkatan kemampuan suatu negara dalam menghasilkan barang dan jasa dari waktu ke waktu. Ketika kegiatan produksi meningkat, aktivitas ekonomi seperti konsumsi, investasi, perdagangan, dan kegiatan usaha juga dapat mengalami perkembangan. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi sering digunakan untuk melihat kondisi dan perkembangan perekonomiansuatu negara.

Namun, pertumbuhan ekonomi yang hanya dilihat dari peningkatan Produk DomestikBruto (PDB) belum cukup untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara rata-rata. Hal ini karena jumlah penduduk juga terus mengalami perubahan. Sebagai contoh, apabila PDB meningkat tetapi jumlah penduduk juga meningkat dalam jumlah yang besar, maka peningkatanPDB tersebut belum tentu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi rata-rata setiap penduduk ikutmeningkat. Oleh karena itu, diperlukan indikator yang memperhitungkan jumlah penduduk, yaituPDB per kapita.

Pertumbuhan ekonomi per kapita dapat digunakan untuk melihat perkembangan output ekonomi rata-rata yang dikaitkan dengan setiap penduduk. Indikator ini menjadi penting bagiIndonesia karena Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan kondisi perekonomianyang terus mengalami perubahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pada tahun yang sama, PDB Indonesia atas dasar harga berlakumencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai sekitar Rp78,6 juta. Data tersebutmenunjukkan bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami pertumbuhan dan nilai PDB per kapita juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita

Pertumbuhan ekonomi per kapita merupakan perkembangan ekonomi rata-rata yang telahmemperhitungkan jumlah penduduk. Secara sederhana, pertumbuhan ekonomi per kapitadigunakan untuk mengetahui perkembangan nilai output ekonomi yang dikaitkan dengan setiappenduduk.

Untuk menghitung PDB per kapita, jumlah PDB dibagi dengan jumlah penduduk. Rumusnyaadalah:

PDB Per Kapita = PDB / Jumlah Penduduk

Setelah mengetahui PDB per kapita, pertumbuhan PDB per kapita dapat dihitung denganmembandingkan nilai PDB per kapita pada tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.

Rumusnya:

Pertumbuhan PDB Per Kapita = (PDB Per Kapita Tahun Berjalan – PDB Per Kapita Tahun Sebelumnya) / PDB Per Kapita Tahun Sebelumnya × 100%

Melalui perhitungan tersebut, dapat diketahui apakah nilai ekonomi rata-rata per pendudukmengalami peningkatan atau penurunan.

2. Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita

Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi per kapita memiliki hubungan yang erat, tetapi keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi biasanya dilihatberdasarkan peningkatan PDB suatu negara, sedangkan pertumbuhan ekonomi per kapita juga mempertimbangkan jumlah penduduk.

Baca Juga :  Strategi Meningkatkan Kepuasan Tamu di Industri Perhotelan

Sebagai contoh, apabila suatu negara mengalami pertumbuhan PDB sebesar 6 persen dan jumlah penduduknya meningkat sebesar 2 persen, maka secara umum PDB per kapita masihmengalami peningkatan. Sebaliknya, jika jumlah penduduk tumbuh lebih cepat dibandingkanpertumbuhan PDB, maka peningkatan PDB per kapita dapat menjadi lebih kecil.

Dengan demikian, PDB per kapita dapat memberikan gambaran yang lebih luasdibandingkan hanya melihat pertumbuhan PDB. Meskipun demikian, PDB per kapita belumdapat digunakan sebagai satu-satunya ukuran kesejahteraan masyarakat karena hanyamenunjukkan nilai rata-rata dan belum menggambarkan pemerataan pendapatan.

3. Studi Kasus Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita Indonesia

Salah satu contoh nyata untuk melihat pertumbuhan ekonomi per kapita adalah kondisiperekonomian Indonesia pada tahun 2023 dan 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023 PDB Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp20.892,4 triliun. Pada tahun tersebut, PDB per kapita Indonesia berada di sekitar Rp75,0 juta. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 mencapai 5,05 persen.

Pada tahun 2024, PDB Indonesia meningkat menjadi sekitar Rp22.139,0 triliun. PDB per kapita juga meningkat menjadi sekitar Rp78,6 juta. Pada tahun yang sama, pertumbuhanekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,03 persen. Berdasarkan data tersebut, PDB per kapita mengalami peningkatan sekitar Rp3,6 juta daritahun 2023 ke tahun 2024. Perhitungannya adalah: Dengan demikian, secara nominal PDB per kapita Indonesia mengalami peningkatansekitar 4,8 persen dari tahun 2023 ke tahun 2024.

4. Analisis Studi Kasus

Berdasarkan studi kasus tersebut, dapat dilihat bahwa perekonomian Indonesia pada tahun 2024 masih mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi memang sedikitmengalami penurunan dari 5,05 persen pada tahun 2023 menjadi 5,03 persen pada tahun 2024. Namun, PDB secara keseluruhan dan PDB per kapita tetap mengalami peningkatan.

Peningkatan PDB per kapita menunjukkan adanya peningkatan nilai output ekonomi rata-rata yang dikaitkan dengan penduduk. Hal ini dapat menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitasekonomi Indonesia mengalami perkembangan. Namun, peningkatan PDB per kapita tidak dapatlangsung diartikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengalami peningkatan kesejahteraandalam jumlah yang sama. Hal tersebut karena PDB per kapita merupakan nilai rata-rata dan tidakmenunjukkan bagaimana pendapatan tersebut didistribusikan kepada masyarakat.

Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada sektor tertentu dapat memberikankeuntungan yang lebih besar kepada kelompok masyarakat tertentu, sedangkan kelompokmasyarakat lainnya mungkin tidak memperoleh peningkatan pendapatan yang sama. Oleh karenaitu, PDB per kapita perlu dilihat bersama indikator lain seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, inflasi, ketimpangan pendapatan, dan daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Manajemen Tulisan: Mewariskan Identitas Melalui Kata

5. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Per Kapita

Pertumbuhan ekonomi per kapita dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunyaadalah pertumbuhan PDB. Semakin tinggi peningkatan produksi barang dan jasa, maka semakinbesar kemungkinan PDB per kapita mengalami peningkatan.

Faktor berikutnya adalah pertumbuhan penduduk. Jumlah penduduk menjadi bagianpenting dalam perhitungan PDB per kapita. Jika jumlah penduduk meningkat dengan cepatsementara pertumbuhan ekonomi relatif rendah, maka peningkatan PDB per kapita dapatmenjadi lebih kecil.

Selain itu, produktivitas tenaga kerja juga memiliki peran penting. Tenaga kerja yang memiliki pendidikan, keterampilan, dan kemampuan menggunakan teknologi dengan baik dapatmenghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar. Peningkatan produktivitas tersebutpada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Investasi juga menjadi salah satu faktor yang penting. Investasi pada bidang infrastruktur, industri, teknologi, pendidikan, dan sektor produktif lainnya dapat meningkatkan kapasitasproduksi suatu negara. Selain itu, kondisi ekonomi yang stabil juga dapat mendorong masyarakatdan pelaku usaha untuk melakukan investasi.

KESIMPULAN

Pertumbuhan ekonomi per kapita merupakan salah satu indikator yang dapat digunakanuntuk melihat perkembangan ekonomi suatu negara dengan mempertimbangkan jumlahpenduduk. Indikator ini penting karena pertumbuhan PDB secara keseluruhan belum tentumenunjukkan peningkatan ekonomi yang sama pada setiap penduduk.

Berdasarkan studi kasus Indonesia, perekonomian Indonesia pada tahun 2024 mengalamipertumbuhan sebesar 5,03 persen. PDB per kapita juga mengalami peningkatan dari sekitarRp75,0 juta pada tahun 2023 menjadi sekitar Rp78,6 juta pada tahun 2024. Berdasarkanperhitungan sederhana, pertumbuhan PDB per kapita secara nominal berada di sekitar 4,8 persen.

Meskipun demikian, peningkatan PDB per kapita belum dapat dijadikan satu-satunyadasar untuk menyimpulkan bahwa kesejahteraan seluruh masyarakat mengalami peningkatan. PDB per kapita hanya menunjukkan nilai rata-rata dan belum menggambarkan pemerataanpendapatan di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan indikator lain seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, inflasi, ketimpangan pendapatan, dan daya beli masyarakat untuk mendapatkangambaran yang lebih lengkap.

Bagi mahasiswa Manajemen Keuangan, pemahaman mengenai pertumbuhan ekonomiper kapita sangat penting karena kondisi perekonomian suatu negara dapat memengaruhiberbagai kegiatan keuangan. Pertumbuhan ekonomi dapat berkaitan dengan tingkat konsumsi, investasi, tabungan, aktivitas dunia usaha, dan pengambilan keputusan keuangan. Denganmemahami pertumbuhan ekonomi per kapita, mahasiswa dapat lebih memahami bagaimanakondisi ekonomi Indonesia dapat memengaruhi kegiatan ekonomi dan keuangan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. (2024). Ekonomi Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2025). Ekonomi Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik. (2025). Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Pengeluaran 2020–2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Dosen Pengampu:

Noto Susanto, SE, MM

Editor : Fathurroji

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi
Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan
Berani Bicara di Depan Umum: Panduan Praktis untuk Mahasiswa
Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital
Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia
Ketika Omongan Jadi Konten: Di Mana Batas Etika Public Speaking di Era Viral?
Studi Kelayakan Bisnis Berbasis Lingkungan Sebagai Upaya Menciptakan Usaha Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB