Analisis Risiko Salah Diagnosa sebagai Faktor Utama Keselamatan Pasien di Rumah Sakit

Sela Cantika Yulia Kasih (Mahasiswi Universitas Pamulang)

Ikon Campus Daily web

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Portalmahasiswa.net | Di rumah sakit, sering terjadi kesalahan dalam proses diagnosa penyakit pasien yang berdampak langsung terhadap keselamatan pasien. Kesalahan diagnosa dapat menyebabkan pasien menerima pengobatan yang tidak tepat, terlambat mendapatkan terapi yang sesuai, atau bahkan mengalami perburukan kondisi hingga muncul komplikasi yang lebih berat. Hal ini tidak hanya merugikan pasien secara klinis, tetapi juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit serta menimbulkan potensi risiko medikolegal bagi dokter dan institusi layanan kesehatan. Oleh sebab itu, rumah sakit perlu menerapkan prosedur diagnosa yang benar, sistematis, dan berbasis standar mutu untuk meminimalkan terjadinya kesalahan diagnosa serta meningkatkan keselamatan pasien.

Beberapa faktor yang mendorong terjadinya kesalahan diagnosa antara lain keterbatasan informasi medis, beban kerja tenaga kesehatan yang tinggi, komunikasi yang tidak efektif antarprofesi, serta lemahnya penerapan protokol standar dalam proses pemeriksaan dan penegakan diagnosis. Di sisi lain, kurangnya dokumentasi rekam medis yang lengkap, ketidakkonsistenan dalam interpretasi hasil pemeriksaan penunjang, serta minimnya kolaborasi multidisiplin juga turut berperan dalam munculnya risiko ini. Apabila kesalahan diagnosa tidak dikelola dengan baik, pasien berisiko mengalami perburukan kondisi, kecacatan, atau bahkan kematian, sementara rumah sakit dapat menghadapi gugatan hukum, kerugian finansial, dan kerusakan reputasi jangka panjang. Kondisi ini menegaskan bahwa kesalahan diagnosa bukan sekadar masalah individu, tetapi juga mencerminkan kelemahan dalam sistem dan proses pelayanan di rumah sakit.

Baca Juga :  Peran Manajemen Risiko Kredit dalam Kinerja Perbankan

Untuk mencegah hal tersebut, rumah sakit perlu menerapkan manajemen risiko yang terstruktur dalam setiap tahapan proses diagnosa. Langkah pertama adalah menyusun pedoman klinis dan alur kerja yang jelas dalam menegakkan diagnosis, mulai dari pengambilan riwayat medis yang komprehensif, pemeriksaan fisik, penetapan pemeriksaan penunjang, hingga interpretasi hasil secara terintegrasi. Selain itu, rumah sakit dapat menerapkan sistem double-check atau konfirmasi diagnosis oleh lebih dari satu tenaga medis, khususnya pada kasus yang kompleks atau tidak spesifik. Pemanfaatan teknologi informasi kesehatan, seperti sistem clinical decision support dan rekam medis elektronik, juga dapat membantu dokter dalam menilai kemungkinan diagnosis dan menentukan pemeriksaan yang lebih tepat, sehingga menurunkan peluang kesalahan. Selain aspek teknis, perbaikan sistem manajemen risiko juga melibatkan aspek manusia dan budaya organisasi, seperti pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis, pembentukan tim keselamatan pasien, serta penerapan budaya pelaporan insiden tanpa hukuman (non-punitive culture). Dengan demikian, rumah sakit dapat mengidentifikasi akar masalah, memperbaiki proses, serta mendorong pengembangan sistem yang lebih aman dan responsif. Dengan penerapan manajemen risiko yang konsisten, rumah sakit diharapkan mampu mengurangi frekuensi kesalahan diagnosa, meningkatkan mutu pelayanan, serta menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam setiap proses pelayanan medis.

Baca Juga :  Peran Customer Service dalam Mewujudkan Kepuasan Pengguna Layanan Perbankan

 

 sumber referensi:

  1. Mutu Pelayanan Kesehatan. Mengurangi Kesalahan Diagnosis. Tersedia di: https://www.mutupelayanankesehatan.net/index.php/component/content/article/22/560
  2. Liga Asuransi. Penyebab Malpraktek Dokter #1 – Kesalahan Diagnosis dan Diagnosis Tertunda. Tersedia di: https://ligaasuransi.com/penyebab-malpraktek-dokter-1-kesalahan-diagnosis-dan-diagnosis-tertunda/
  3. APPIHI. Kajian Yuridis Normatif Pertanggungjawaban Dokter atas Kesalahan Diagnosis pada Pelayanan Medis di Rumah Sakit. Tersedia di: https://ejournal.appihi.or.id/index.php/pk/article/download/1499/1258/7761
  4. Peraturan Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Tersedia di: https://manajemenrumahsakit.net/wp-content/uploads/2012/09/PMK-No.-1691-ttg-Keselamatan-Pasien-Rumah-Sakit.pdf
  5. Meningkatkan Akurasi Rekam Medis dalam Mengidentifikasi Pasien dan Menurunkan Risiko Kesalahan Medis. Tersedia di: https://mik.umsida.ac.id/meningkatkan-akurasi-rekam-medis/
  6. 7 Standar dan Langkah Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Tersedia di: https://www.sammariebasra-hospital.com/7-standar-7-langkah-6-sasaran.html

 

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi
Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan
Berani Bicara di Depan Umum: Panduan Praktis untuk Mahasiswa
Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital
Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia
Ketika Omongan Jadi Konten: Di Mana Batas Etika Public Speaking di Era Viral?
Studi Kelayakan Bisnis Berbasis Lingkungan Sebagai Upaya Menciptakan Usaha Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB