Daya Beli Masyarakat Melemah, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Tertahan

Niweroh (Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura)

Ikon Campus Daily web

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Portalmahasiswa.com | Melemahnya daya beli masyarakat kembali menjadi perhatian di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil. Harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, biaya hidup yang semakin tinggi, serta pendapatan masyarakat yang cenderung tetap membuat sebagian masyarakat mulai mengurangi pengeluaran mereka. Kondisi ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena konsumsi rumah tangga selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Belakangan ini, banyak masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Pengeluaran untuk kebutuhan sekunder mulai dikurangi dan masyarakat lebih memilih memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari. Situasi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap daya beli benar-benar dirasakan, terutama oleh kelompok menengah ke bawah yang paling rentan terhadap kenaikan harga barang dan jasa.

Dalam teori ekonomi makro yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes, kondisi seperti ini berkaitan erat dengan konsep permintaan agregat atau aggregate demand. Keynes menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tingkat permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa. Permintaan agregat terdiri dari konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor neto. Dari seluruh komponen tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi bagian terbesar dalam perekonomian Indonesia.

Baca Juga :  Analisis Risiko Kesalahan Transaksi sebagai Faktor Utama Keamanan Operasional di Perbankan

Ketika daya beli masyarakat menurun, konsumsi rumah tangga ikut melemah. Dampaknya, permintaan terhadap barang dan jasa juga berkurang sehingga aktivitas produksi menjadi lebih lambat. Pelaku usaha mulai merasakan penurunan penjualan, menunda pengembangan usaha, bahkan sebagian harus melakukan efisiensi untuk mengurangi biaya operasional. Jika kondisi ini terus berlangsung, pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi tertahan dan angka pengangguran dapat meningkat.

Dampak pelemahan daya beli tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh pelaku UMKM. Banyak usaha kecil mengalami penurunan omzet karena masyarakat lebih menahan pengeluaran. Sektor perdagangan, kuliner, dan jasa menjadi beberapa bidang yang paling cepat merasakan perubahan pola konsumsi masyarakat. Saat ini masyarakat cenderung lebih fokus memenuhi kebutuhan utama dibandingkan membeli barang yang bersifat konsumtif.

Menurut Keynes, dalam situasi seperti ini pemerintah memiliki peran penting untuk menjaga kestabilan ekonomi. Pemerintah perlu mendorong kembali aktivitas ekonomi melalui kebijakan fiskal, seperti peningkatan belanja negara, bantuan sosial, subsidi kebutuhan pokok, hingga dukungan terhadap UMKM. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi agar tetap berjalan dan membantu masyarakat mempertahankan daya belinya.

Baca Juga :  Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Selain itu, kebijakan moneter juga perlu diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank sentral dapat menjaga kestabilan inflasi dan suku bunga agar masyarakat maupun pelaku usaha tetap memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah. Dengan begitu, konsumsi dan investasi diharapkan perlahan kembali meningkat.

Namun, pemulihan daya beli masyarakat tentu membutuhkan proses. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar kondisi ekonomi tetap stabil. Penciptaan lapangan kerja, menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali, serta meningkatkan pendapatan masyarakat menjadi langkah penting untuk mendorong konsumsi rumah tangga kembali tumbuh.

Pada akhirnya, teori permintaan agregat Keynes menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi suatu negara sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam melakukan konsumsi. Ketika daya beli melemah, roda perekonomian juga akan melambat. Karena itu, menjaga daya beli masyarakat bukan hanya penting untuk kesejahteraan sosial, tetapi juga menjadi langkah utama dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.[]

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi
Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan
Berani Bicara di Depan Umum: Panduan Praktis untuk Mahasiswa
Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital
Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia
Ketika Omongan Jadi Konten: Di Mana Batas Etika Public Speaking di Era Viral?
Studi Kelayakan Bisnis Berbasis Lingkungan Sebagai Upaya Menciptakan Usaha Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB