Kenapa Gen Z Cepat Resign? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Penulis: Febri Hadi Tristiono (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Ikon Campus Daily web

Kamis, 30 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akhir akhir ini, Gen Z sering banget gampang resign. Baru kerja bentar, udah keluar. Belum setahun udah pindah lagi. Dari luar, kelihatannya kayak kurang komitmen atau nggak tahan tekanan. Tapi, kalau dipikir pikir, apa iya sesimpel itu? Kalau dilihat dari sudut pandang yang berbeda, Gen Z itu tumbuh di era digital, di mana informasi itu gampang banget untuk di akses. Mau tahu gaji standar, informasi perusahaan, sampai budaya di dalam dunia pekerjaan? tinggal cari aja di internet. Jadi, ketika mereka ngerasa kerjaannya nggak sesuai ekspektasi atau toxic, mereka jadi tahu kayak “gue punya pilihan lain“. Dan itu yang bikin mereka berani ambil keputusan buat resign.

Selain itu, cara Gen Z memandang kerja juga beda. Buat mereka, kerja bukan cuma soal gaji. Tapi, mereka juga mikirin kesehatan mental, waktu istirahat, dan kehidupan di luar kerjaan. Kalau kerjaan mulai bikin hidup terasa berat terus, ya wajar kalau mereka mikir, “ini worth it ga yaa buat dipertahanin?“. Banyak Gen Z ngerasa kalau kerjaan mereka itu ada dampaknya atau minimal bikin mereka berkembang. Kalau tiap hari cuma ngerjain hal yang sama tanpa arah yang jelas, rasa jenuh bisa datang lebih cepat. Dan di titik itu, resign sering jadi pilihan.

Baca Juga :  Penerapan Manajemen Risiko dalam Perusahaan Asuransi

Nggak semua rasa nggak nyaman berarti kita harus langsung pergi. Dunia kerja, emang nggak selalu enak. Ada proses adaptasi, capek, dan ada momen di mana kita ngerasa stuck. Justru disitu  biasanya kita belajar banyak. Kalau terlalu cepat keluar tanpa benar-benar memahami situasinya, bisa jadi kita cuma “lari” dari masalah yang sebenarnya perlu dihadapi. Jadi mungkin, ini bukan soal Gen Z yang terlalu cepat resign. Tapi lebih ke perubahan cara pandang soal kerja itu sendiri.

Gen Z cenderung lebih sadar diri, lebih berani memilih, dan nggak mau terjebak di situasi yang mereka anggap merugikan. Tapi di saat yang sama, tetap penting buat belajar bertahan, beradaptasi, dan nggak langsung ambil keputusan saat emosi lagi tinggi. Karena pada akhirnya, resign itu bukan salah atau benar. yang penting adalah kita tahu kenapa kita pergi, dan ke mana kita mau melangkah setelahnya.

Baca Juga :  Keuangan Pribadi Mengantisipasi Risiko Pengeluaran Tak Terduga

Penutup: Gen Z yang dianggap “cepat resign“ sebenarnya bukan sekadar soal ketidaksabaran, tapi tentang cara dalam melihat dunia kerja. Mereka lebih sadar akan nilai diri, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak ragu mencari lingkungan yang lebih sehat dan sesuai. Meski begitu, penting juga untuk tetap punya keseimbangan. Nggak semua masalah harus dihindari, dan nggak semua ketidaknyamanan berarti kita berada di tempat yang salah. Kadang, justru dari proses bertahan dan beradaptasi itulah kita tumbuh. Pada akhirnya, resign bukan tentang cepat atau lambat, tapi tentang kesiapan.

 

Penulis: Febri Hadi Tristiono (Mahasiswa Universitas Pamulang)

 

 

 

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa
Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi
Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan
Berani Bicara di Depan Umum: Panduan Praktis untuk Mahasiswa
Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital
Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia
Ketika Omongan Jadi Konten: Di Mana Batas Etika Public Speaking di Era Viral?
Studi Kelayakan Bisnis Berbasis Lingkungan Sebagai Upaya Menciptakan Usaha Berkelanjutan
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Public Speaking, Keterampilan Penting untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Mahasiswa

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Pasar Persaingan Sempurna: Karakteristik, Keuntungan, dan Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Persaingan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Strategi Pengembangan dan Pembelajaran Talenta dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi di Era Digital

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan Komunikasi Efektif Sebagai Sarana Penguatan Keterampilan Public Speaking Anak Binaan Yayasan Pundi Amal Dermawan Indonesia

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB