Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Ikon Campus Daily web

Rabu, 7 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. brigadepasopati.com

dok. brigadepasopati.com

Campusdaily.com |- Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan SENJATA 2026 (Sejarah Eksistensi Jati Diri dan Transformasi) di Gedung De Javasche Bank, Surabaya, Sabtu (3/10/2026). Mengusung tema “Moral, Folklore, dan Konstruksi Gender dalam Sejarah”, kegiatan ini dikemas melalui seminar dan pameran seni.

SENJATA 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk melihat sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi juga sebagai pijakan dalam memahami perubahan sosial dan menentukan arah masa depan bangsa.

Sejarah sebagai Pijakan Masa Depan

Ketua HMD Ilmu Sejarah UNAIR, Verdi Yudha Pratama, menegaskan pentingnya pemahaman sejarah dalam menuntun perjalanan bangsa. Menurutnya, bangsa yang memahami akar sejarah akan memiliki pijakan yang lebih kuat dalam menyusun strategi pembangunan.

“Memahami sejarah merupakan hal penting dalam membangun arah masa depan bangsa. Bangsa yang memiliki pijakan sejarah yang kuat dalam menentukan arah pembangunan akan lebih mampu mencapai kemajuan,” ujar Verdi Yudha.

Melalui kegiatan tersebut, HMD Ilmu Sejarah UNAIR berharap kesadaran sejarah dapat tumbuh lebih luas di tengah masyarakat. Sejarah diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat menjadi fondasi untuk membaca berbagai perubahan yang terjadi saat ini.

Baca Juga :  UIII dan Kemlu RI Perkuat Diplomasi Berbasis Data, Kolaborasi Riset Resmi Dimulai

Membahas Norma, Tradisi, dan Konstruksi Gender

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Dhany T. Saputra, Direktur Riset Kanal Sejarah Mesin Waktu, serta Ilham Baskoro, S.Hum., Mahasiswa Magister Kajian Sastra dan Budaya FIB UNAIR. Diskusi dipandu oleh Klara Trivani sebagai moderator.

Dhany membawakan materi “Evolusi Norma dalam Sejarah”. Ia membahas masyarakat pra-norma atau pre-norm society, yakni masa ketika manusia berinteraksi tanpa memiliki aturan maupun pedoman perilaku yang baku.

“Manusia secara naluri akan menggunakan instingnya untuk mencegah bahaya yang timbul darinya atau orang lain melalui proses mengamati, mengambil tindakan, dan menyimpulkan konsekuensi yang didapat dari perbuatan yang dilakukannya. Akibatnya, banyak korban baik jiwa atau benda bermunculan selama proses ini berlangsung,” ungkap Dhany T. Saputra.

Sementara itu, Ilham Baskoro membahas “Moral, Folklore, dan Konstruksi Gender dalam Sejarah”. Ia menjelaskan bahwa tradisi dan budaya terus mengalami perubahan seiring bergesernya konteks sosial.

Perpindahan tradisi dari ruang komunitas menuju industri budaya dapat memunculkan komodifikasi sekaligus reduksi makna. Fenomena tersebut, antara lain, terlihat dari tradisi sakral yang berubah menjadi atraksi wisata hingga penggambaran budaya dalam film horor.

“Makna dalam tradisi selalu diperebutkan ketika konteks sosial berubah, studi historis membantu memahami kekuatan-kekuatan yang menegosiasikan perubahan itu,” terang Ilham Baskoro.

Baca Juga :  Maknai Ramadan Lebih Dalam, Pesan Reflektif Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember

Menguatkan Peran Generasi Muda

SENJATA 2026 juga dihadiri jajaran PAPELS (Persaudaraan Anak Pejuang Empat Lima Surabaya). Kehadiran organisasi tersebut menjadi momentum pengenalan para penerus pejuang kemerdekaan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Pemrakarsa sekaligus Dewan Pendiri PAPELS, Charles E. Tumbel, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif HMD Ilmu Sejarah UNAIR.

“Diperlukan kepedulian tinggi dari generasi muda untuk merawat sejarah dan kemauan keras untuk mempelajari peristiwa-peristiwa di masa lalu supaya bangsa kita bisa benar-benar menjadi besar, berdaulat, bermartabat, adil, makmur serta sejahtera. Jikalau tidak, maka bangsa kita malahan tercerai-berai, hancur-lebur dijajah kembali oleh bangsa lain,” jelas Charles E. Tumbel.

Dewan Pendiri PAPELS sekaligus Dewan Penasihat DPD PAPELS Kota Surabaya, Tri Retno Suqryanti, turut menekankan pentingnya generasi muda mengenal sejarah dan budaya bangsa.

“Untuk ilmu pengetahuan modern wajib membuka diri dengan bangsa-bangaa lain dengan mempelajari perkembangan kecanggihan teknologinya, tetapi kebudayaan asli bangsa warisan leluhur kita wajib dijaga dan dilestarikan sebagai ikon jati diri bangsa,” kata Tri Retno Suqryanti.

Melalui kolaborasi akademisi, mahasiswa, dan generasi muda, SENJATA 2026 diharapkan terus menjadi ruang edukatif dan reflektif untuk memperkuat jati diri bangsa. Sebagai agenda tahunan mahasiswa Ilmu Sejarah UNAIR, SENJATA menjadi wadah diskusi, edukasi, serta apresiasi seni dan sejarah bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
UNESA Bahas Masa Depan Pendidikan Sains di Tengah Pesatnya AI

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB