Campusdaily.id – Kemampuan berbahasa Arab, ketajaman menyusun argumen, dan kekompakan tim mengantarkan tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang meraih Juara 1 Debat Bahasa Arab tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih dalam kompetisi yang diselenggarakan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 24 September 2026.
Tim UIN Malang terdiri dari Nasruddin Rafa’i dan Syafeeq Lazuardi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) semester 5, serta Gusty Ainul Yaqin, mahasiswa BSA semester 3.
Kompetisi yang berlangsung secara daring itu mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Meski tidak bertanding dalam satu lokasi secara langsung, setiap tim tetap dituntut memiliki penguasaan materi, referensi yang kuat, serta kemampuan menyampaikan argumen secara terstruktur.
Bagi ketiga mahasiswa tersebut, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian dalam perlombaan, tetapi juga hasil dari proses belajar, memperluas wawasan, dan membangun kerja sama di tengah perbedaan.
Perkuat Argumen Lewat Referensi dan Bacaan
Mengikuti kompetisi debat secara daring menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim UIN Malang. Mereka harus memastikan kualitas keilmuan tetap terjaga meskipun proses persiapan dan perlombaan banyak bergantung pada komunikasi jarak jauh.
Keterbatasan pertemuan secara langsung membuat setiap anggota perlu lebih aktif mencari bahan bacaan, memperdalam materi, dan memperkaya referensi untuk mendukung argumen yang disampaikan.
“Tantangannya bagaimana dalam lomba online ini kami tetap bisa mengejar kualitas keilmuan dan memperbanyak referensi bacaan,” ungkap salah satu anggota tim.
Persiapan tersebut tidak hanya berfokus pada kelancaran berbahasa Arab. Para peserta juga perlu memahami isu yang diperdebatkan, menguasai sumber rujukan, serta menyusun argumentasi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam kompetisi debat, penguasaan bahasa menjadi modal penting, tetapi kemampuan mengolah informasi dan mempertahankan pendapat dengan alasan yang kuat turut menentukan kualitas penampilan sebuah tim.
Perbedaan Jadi Bagian dari Kekuatan Tim
Selain penguasaan materi, perbedaan latar belakang dan cara berpikir antaranggota juga menjadi bagian dari proses yang mereka lalui. Masing-masing anggota membawa sudut pandang dan pemahaman yang berbeda, sehingga diperlukan komunikasi untuk menyatukan gagasan menjadi argumen yang selaras.
Proses tersebut memberikan pengalaman bagi ketiganya untuk belajar mendengarkan, mempertimbangkan pendapat rekan, serta membangun strategi bersama.
Kekompakan menjadi semakin penting karena debat menuntut setiap anggota memahami arah pembahasan tim. Argumen yang disampaikan perlu saling melengkapi agar gagasan dapat dibangun secara sistematis dan meyakinkan.
Dengan begitu, kompetisi ini bukan hanya menguji kemampuan individu dalam berbicara, tetapi juga kemampuan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kompetisi Daring Buka Jaringan Akademik
Meski dilaksanakan secara online, kompetisi tersebut tetap membuka kesempatan bagi mahasiswa UIN Malang untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pertemuan secara virtual memberikan ruang bagi mereka untuk mengenal mahasiswa dari daerah dan lingkungan akademik yang berbeda. Pengalaman ini dapat memperluas wawasan sekaligus membuka peluang membangun relasi di luar kampus.
Bagi tim UIN Malang, kesempatan tersebut menjadi nilai tambah di luar hasil perlombaan. Mereka memperoleh pengalaman menghadapi persaingan tingkat nasional, menyampaikan gagasan di ruang kompetisi, serta mengembangkan kemampuan akademik melalui proses debat.
Prestasi Jadi Bekal Pengembangan Diri
Keberhasilan Nasruddin Rafa’i, Syafeeq Lazuardi, dan Gusty Ainul Yaqin meraih Juara 1 Debat Bahasa Arab tingkat nasional menjadi capaian membanggakan bagi UIN Malang, khususnya Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan bahasa, memperkuat tradisi membaca, dan melatih keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Di balik kemenangan itu, terdapat proses memperkaya referensi, menyatukan perbedaan pendapat, serta membangun kerja sama. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi ketiganya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan berpartisipasi dalam kompetisi berikutnya.
Melalui prestasi ini, ketiga mahasiswa membuktikan bahwa ruang digital tetap dapat menjadi tempat untuk mengasah keilmuan dan meraih pencapaian di tingkat nasional.
Sumber Berita: uin-malang.ac.id










