Ahmad Eko Wibowo, Mahasiswa UNEJ Sabet Juara Nasional NRC Angkat Isu Kanker Kulit

Inovasi DETECT karya mahasiswa UNEJ sukses mengantarkan Juara 1 NRC nasional dengan fokus deteksi dini kanker kulit pada petani tembakau.

Ikon Campus Daily web

Minggu, 14 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Magister Keperawatan Angkatan 2025 Universitas Jember (UNEJ), Ahmad Eko Wibowo, S.Kep., Ns., sukses menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Poster Nursing Research Competition (NRC) yang digelar oleh Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.

Kompetisi bergengsi tersebut mengusung tema Caring for Fighters: The Role of Nurses in Improving the Quality of Life of Cancer Patients dan diikuti oleh peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Melalui ajang ini, Ahmad Eko tampil menonjol dengan gagasan inovatif yang mengangkat peran perawat dalam upaya pencegahan kanker di komunitas rentan.

Dalam lomba tersebut, Ahmad Eko mempresentasikan karya berjudul DETECT (Deteksi Dini dan Screening Melanoma dengan Metode ABCDE sebagai Upaya Preventif Perawat Agronursing di Komunitas Petani Tembakau). Penelitian ini berangkat dari pengalaman personalnya saat menyaksikan langsung seorang pekerja lapangan yang harus menjalani operasi dan radioterapi akibat melanoma.

Baca Juga :  Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah

“Dari situlah saya tergerak untuk mengangkat tema ini agar peran agronursing lebih diperkuat, khususnya di komunitas petani tembakau yang rentan terpapar langsung sinar matahari,” jelas Ahmad Eko.

Karya DETECT memanfaatkan metode ABCDE (Asymmetry, Border, Color, Diameter, Evolution) yang dikembangkan oleh Yayasan Kanker Indonesia sebagai panduan utama deteksi dini melanoma. Dengan pendekatan yang sederhana dan aplikatif, Ahmad Eko berupaya menjembatani pengetahuan medis agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam. Harapannya, para petani dapat lebih sadar akan pentingnya screening dan edukasi kesehatan sejak dini.

Ia menuturkan bahwa tantangan terbesar dalam penelitian ini bukan semata persaingan di arena lomba, melainkan bagaimana membangun kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker kulit.
“Akses dan penerimaan masyarakat tidak mudah, namun kami terus berusaha membumikan istilah medis ke bahasa sehari-hari agar lebih mudah diterima,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa UM Raih Dua Juara MSQ Nasional dalam Dua Hari

Lebih dari sekadar inovasi akademik, karya DETECT diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penelitian ini berpotensi meningkatkan kesadaran akan pencegahan kanker kulit, sekaligus memperkuat peran perawat sebagai garda terdepan layanan kesehatan di wilayah agraris. Ke depan, Ahmad Eko berencana mengembangkan riset ini melalui publikasi ilmiah, media edukasi digital, serta kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, NGO, dan institusi pendidikan.

“Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memastikan ilmu benar-benar bermanfaat di tengah masyarakat. Kami berharap DETECT bisa menjadi gerakan nasional dalam pencegahan dini kanker kulit, terutama di komunitas petani,” pungkasnya.[]

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar, Perkuat Fondasi Akademik
Rahasia Menaklukkan Bahasa Prancis serta Budayanya: Pengalaman Kuliah Trycia dan Inisiatif Komunitas Rosa
Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB
KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon
Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:57 WIB

UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar, Perkuat Fondasi Akademik

Kamis, 17 September 2026 - 19:36 WIB

Rahasia Menaklukkan Bahasa Prancis serta Budayanya: Pengalaman Kuliah Trycia dan Inisiatif Komunitas Rosa

Kamis, 3 September 2026 - 11:25 WIB

Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:22 WIB

KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB