Lima Mahasiswa ITB Juara 1 Inovasi Produk Nasional Membuat Masker dari Limbah

Jumat, 19 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Campus Daily
+ Donasi

dok itb.ac.id

dok itb.ac.id

Portalmahasiswa.com | Bandung–Sebanyak lima mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dari Program Studi Teknologi Pascapanen menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara 1 Product Innovation Bioleague 2025. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Society for Biological Engineering Universitas Indonesia Student Chapter (SBE UISC). Mengusung nama tim Uri Benu, mereka unggul lewat inovasi pHORIA, masker cerdas berbahan limbah yang dirancang ramah lingkungan. Tim ini beranggotakan Rizka Nur Maulani, Shinta Puspita Rachmawati, Raisya Salma Maheswari, Panji Lintang Muqitta, dan Gabriela Sinta Wirawati.

Mengangkat konsep waste to wonder innovation, pHORIA hadir sebagai smart dry sheet mask yang mampu mendeteksi sekaligus menyeimbangkan pH kulit secara alami. Produk ini memanfaatkan bacterial cellulose hasil fermentasi limbah cair tahu sebagai bahan utama masker. Inovasi tersebut diperkaya ekstrak kulit bawang merah yang mengandung antosianin sebagai indikator pH alami, serta ekstrak ampas teh yang berfungsi sebagai agen penyeimbang pH sekaligus sumber antioksidan.

Baca Juga :  Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi

Partisipasi Tim Uri Benu dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan untuk membuktikan bahwa produk kosmetik dapat dikembangkan secara berkelanjutan tanpa mengurangi fungsi utamanya. “Inovasi ini membuktikan bahwa kosmetik bisa tetap fungsional tanpa mengorbankan keberlanjutan. Kami ingin menciptakan produk yang tidak hanya efektif untuk kulit, tapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi,” ungkap Rizka.

Keberhasilan meraih juara pertama menjadi langkah awal bagi pengembangan pHORIA. Tim Uri Benu berencana melanjutkan riset hingga tahap validasi formula dan uji aplikasi pada kulit. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga riset maupun inkubator kampus agar inovasi ini dapat melangkah ke tahap komersialisasi.

Baca Juga :  Khayla, Mahasiswa FK Unpatti Jadi Duta Kampus Nasional 2025

“Tren eco-friendly dan smart skincare sedang naik di pasar global. Potensi pHORIA sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan jika memungkinkan bisa berkolaborasi dengan perusahaan besar,” ujar Shinta.

Melalui capaian ini, Tim Uri Benu berharap inovasi pHORIA dapat menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata—bukan hanya untuk kebutuhan industri kecantikan, tetapi juga bagi upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sumber Berita: itb.ac.id

Berita Terkait

Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB
KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon
Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global
Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional
Dari FISIP UNDIP ke Duta Inspirasi Indonesia, Perjalanan Inspiratif Amelia Rizky
Direktur Human Capital BPJS Ketenagakerjaan Raih Gelar Doktor di Universitas Bhayangkara

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:25

Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:22

KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:38

UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global

Berita Terbaru