UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

dok.kompasiana.com

dok.kompasiana.com

Kampusdaily.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknik Komputer Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan inovasi teknologi untuk membantu petani di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tersebut menghibahkan sistem irigasi cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membuat pengairan lahan lebih efisien dan terukur.

Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mentransformasi pola pengairan konvensional yang selama ini cenderung boros air menjadi sistem irigasi presisi berbasis data. Selain pemasangan perangkat IoT bertenaga surya, program tersebut juga disertai edukasi tata kelola lahan modern serta pelatihan agar petani mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri.

Petani Mulai Beralih dari Insting ke Pengairan Berbasis Data

Selama ini, mayoritas petani di Cibiru Wetan masih mengandalkan insting dalam menentukan kebutuhan air bagi lahan pertanian. Pola pengairan yang dilakukan secara seragam dan tidak terukur berpotensi menyebabkan pemborosan air tanah, mengganggu struktur tanah, hingga berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil panen.

Persoalan lainnya adalah belum meratanya pemahaman mengenai kebutuhan air setiap tanaman. Padahal, setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda sehingga pengairan yang berlebihan maupun kekurangan dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas.

Melalui program PkM ini, tim UPI tidak hanya menyerahkan perangkat pemantau kelembapan tanah. Masyarakat juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan lahan yang baik dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Sosialisasi Digelar Sebelum Pemasangan Teknologi

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Cibiru Wetan pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga kelompok tani setempat.

Setelah tahap sosialisasi dan pelatihan, tim PkM UPI melanjutkan kegiatan dengan memasang perangkat teknologi yang akan digunakan para petani. Pemasangan alat tersebut telah dilaksanakan pada Senin (24/8/2026).

Baca Juga :  Pra Raker, Dekan FKIS UTM Tekankan Identifikasi Masalah 2025 dan Arah Program 2026

Teknologi yang dikembangkan tim UPI di bawah pimpinan Dr. Eng. Munawir, M.T. tersebut memberikan pelatihan kepada petani mengenai tata kelola lahan sekaligus cara memantau kondisi kelembapan tanah dan ketersediaan air secara real-time.

Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi mengenai teknik pengelolaan lahan modern. Diskusi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi tim PkM UPI untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Mengandalkan Metode Pengairan Basah Kering

Teknologi irigasi presisi yang diterapkan di Cibiru Wetan menggunakan metode Pengairan Basah Kering (PBK). Dengan metode ini, sawah tidak terus-menerus digenangi air, melainkan diatur secara bergantian dalam kondisi basah dan kering.

Pola tersebut bertujuan menjaga ketersediaan oksigen bagi akar tanaman sekaligus membuat penggunaan air menjadi lebih efisien.

Secara teknis, sistem bekerja dengan memanfaatkan sensor kelembapan dan ketinggian air yang dipasang pada pipa pemantau di area persawahan. Informasi mengenai kondisi tanah kemudian dikirim secara nirkabel melalui modul komunikasi LoRa menuju unit pemroses utama.

Unit kontrol otomatis tersebut menjadi “otak” sistem yang bertugas mengambil keputusan berdasarkan kondisi lahan. Sistem dapat menentukan waktu pompa menyala sekaligus mengukur kebutuhan debit air secara otomatis.

Menariknya, seluruh perangkat di lapangan menggunakan panel surya yang terhubung dengan sistem baterai mandiri. Dengan dukungan tersebut, perangkat dapat beroperasi penuh selama 24 jam.

Petani Bisa Memantau Kondisi Lahan Lewat Smartphone

Teknologi yang dihibahkan UPI tidak berhenti pada otomatisasi di lahan. Sistem tersebut juga terhubung dengan dasbor pemantauan digital yang memungkinkan petani melihat kondisi pertanian secara langsung melalui smartphone.

Melalui layar ponsel, petani dapat mengetahui kondisi riil kelembapan tanah, status pengairan, hingga sisa kapasitas daya perangkat secara transparan dan real-time.

Kehadiran sistem ini diharapkan dapat membantu petani mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual lahan, bukan semata-mata berdasarkan kebiasaan atau perkiraan.

Pemerintah Desa Apresiasi Inovasi UPI

Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Cibiru Wetan. Sekretaris Desa Cibiru Wetan, Ade Mahmudi, yang mewakili pemerintah desa dan para petani, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :  Unpam Jadi Kampus Terbaik di Banten Versi uniRank 2026, Untirta Berada di Posisi Keempat

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim PkM UPI atas pelaksanaan program ini di desa kami. Kegiatan pelatihan dan hibah alat ini memberikan pemahaman yang jauh lebih mumpuni bagi para petani mengenai tata kelola air dan lahan secara presisi. Kini, masyarakat tidak hanya mengandalkan kebiasaan lama, tetapi juga mampu mengolah dan mengkolaborasikan inovasi teknologi modern dengan sektor pertanian demi hasil panen yang lebih maksimal,” ungkap Ade Mahmudi.

UPI Siapkan Pendampingan hingga Evaluasi

Tim PkM UPI memastikan program tersebut tidak berhenti pada sosialisasi dan penyerahan perangkat. Untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi, tim telah menyiapkan agenda pendampingan agar sistem analisis kecocokan tanaman dan irigasi otomatis dapat digunakan secara optimal serta mandiri oleh masyarakat.

Langkah keberlanjutan tersebut akan dimulai pada 2 September melalui kegiatan pendampingan teknis dan evaluasi berkala. Tim PkM UPI akan melakukan survei langsung kepada para petani untuk mengukur tingkat kemanfaatan, kemudahan penggunaan, serta efektivitas perangkat yang telah dihibahkan.

Selain evaluasi teknis, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan refleksi dan diskusi bersama mitra tani. Masukan dari para petani akan menjadi bahan pembelajaran bagi tim untuk menyempurnakan penerapan teknologi serupa di masa mendatang.

Monitoring dan Pemenuhan Luaran Program

Rangkaian kegiatan kemudian mencapai tahap akhir pada 4 September melalui agenda monitoring dan pemenuhan luaran program.

Dalam agenda tersebut, tim PkM UPI akan memastikan seluruh perangkat teknologi dapat berfungsi dengan baik tanpa kendala, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan target program, mulai dari peningkatan kapasitas warga hingga pelaporan, dapat terpenuhi.

Dengan adanya pendampingan dan evaluasi tersebut, teknologi yang telah diberikan diharapkan tidak hanya menjadi perangkat bantuan, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dorong Modernisasi Pertanian di Kabupaten Bandung

Penerapan irigasi presisi berbasis IoT di Desa Cibiru Wetan diharapkan dapat menjadi salah satu contoh modernisasi pertanian berbasis data di Kabupaten Bandung.

Dalam jangka panjang, inovasi ini tidak hanya diarahkan untuk menghemat penggunaan air dan meningkatkan efektivitas pengairan. Teknologi tersebut juga diharapkan mampu membantu memperkuat struktur tanah, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta mendorong kesejahteraan ekonomi petani secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara UPI dan masyarakat Desa Cibiru Wetan menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian bukan lagi sekadar gagasan. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat bagi petani untuk mengelola lahan secara lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Sumber Berita: kompasiana.com

Berita Terkait

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan
3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID
Menag: Dokter PTKIN Tak Cukup Hanya Kuasai Ilmu Kedokteran, Empati Juga Penting
Inovasi SALUR UGM: Limbah Cangkang Telur Berubah Jadi Pupuk Organik untuk Tanaman

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:36

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:39

GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas

Jumat, 4 September 2026 - 13:29

Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID

Berita Terbaru