GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas

Ikon Campus Daily web

Sabtu, 5 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. malang-post.com

dok. malang-post.com

Kampusdaily.com |- Inovasi sering kali terjebak dalam pusaran seremoni. Gagasan cemerlang disusun dalam proposal, dipresentasikan di atas panggung, mendapatkan penghargaan, lalu perlahan terlupakan di dalam lemari arsip. Pola seperti inilah yang ingin diubah oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) bersama Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya, Pemkab Malang berupaya mendorong agar inovasi daerah tidak sekadar menjadi dokumen administratif. Setiap gagasan diharapkan mampu diterapkan, memberikan manfaat, dan menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui ajang Gema Inovasi Malang Dalam Harmoni (GEMILANG) Award 2026.

Inovasi untuk Menjawab Persoalan Warga

GEMILANG Award 2026 mengusung tema “Inovasi untuk Mewujudkan Kabupaten Malang yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”. Ajang tahunan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memberikan apresiasi kepada para inovator, tetapi juga diposisikan sebagai instrumen strategis dalam membangun budaya berpikir kreatif di lingkungan Kabupaten Malang.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset lokal. Gagasan yang muncul dari perangkat daerah, akademisi, masyarakat, hingga pelaku usaha diharapkan dapat berkembang menjadi solusi yang memiliki manfaat nyata.

Pada Sabtu (5/9/2026), proses seleksi memasuki salah satu tahapan penting. Sebanyak 10 finalis dari kategori Perangkat Daerah bertatap muka langsung dengan dewan juri untuk mempresentasikan gagasan inovasi masing-masing.

Baca Juga :  UB dan KI Jawa Timur Bersinergi Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Berbasis Integritas

Finalis Diuji dari Berbagai Aspek

Tidak sekadar mendengarkan presentasi, dewan juri melakukan penilaian secara mendalam terhadap setiap karya. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kebaruan atau novelty, relevansi dengan persoalan publik, manfaat yang dihasilkan, kesiapan untuk dieksekusi, potensi keberlanjutan, hingga peluang inovasi tersebut untuk diterapkan di daerah lain.

Tahapan seleksi berikutnya akan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Sebanyak 20 finalis dari kategori Akademisi dan Umum dijadwalkan mengikuti proses serupa.

Kategori tersebut menjadi ruang bagi karya riset dan gagasan dari berbagai kalangan untuk menunjukkan kontribusinya terhadap tantangan pembangunan Kabupaten Malang. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya berorientasi pada siapa yang menjadi pemenang, tetapi juga bagaimana gagasan tersebut dapat berkembang setelah kompetisi selesai.

Inovasi Bukan Sekadar Barang Baru

Kepala BRIDA Kabupaten Malang, Dr. Ricky Meinardhy, S.T., M.T., menegaskan bahwa inovasi tidak semestinya dipahami sebatas menciptakan sebuah produk atau barang baru.

Menurutnya, inovasi juga berkaitan dengan keberanian menemukan pendekatan yang lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi adalah keberanian menemukan cara yang lebih baik dalam menjawab persoalan publik, meningkatkan pelayanan, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya, Sabtu (5/9/2026).

Pandangan tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan GEMILANG Award 2026. Ajang ini tidak diarahkan sebagai sekadar panggung persaingan antardinas maupun instansi, melainkan sebagai ruang untuk menyerap gagasan, meningkatkan kapasitas inovator, serta memastikan ide yang dihasilkan memiliki peluang untuk benar-benar diterapkan.

Baca Juga :  UB Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Plastik dan Akrilik Jadi Lembaran Multifungsi

Melibatkan Pemerintah hingga Startup

GEMILANG Award 2026 mencakup tiga kategori utama, yakni Inovasi Daerah, Inovasi Digital, dan Inovasi Non-Digital. Pesertanya berasal dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, masyarakat umum, akademisi dan mahasiswa, pelaku UMKM, dunia usaha, komunitas kreatif, hingga startup lokal.

Keragaman peserta tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari lingkungan pemerintahan. Ide baru dapat muncul dari kampus, dunia usaha, komunitas, maupun masyarakat yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan.

Kolaborasi antara BRIDA Kabupaten Malang dan Universitas Brawijaya menjadi salah satu simpul penting dalam membangun ekosistem tersebut. Sinergi ini mempertemukan unsur pemerintah (government), akademisi (academic), bisnis (business), dan masyarakat (community).

Targetkan Inovasi Berkelanjutan

Melalui GEMILANG Award 2026, Pemkab Malang memasang target agar inovasi yang terpilih tidak berhenti sebagai proposal atau materi presentasi. Karya terbaik diharapkan siap diterapkan, dikembangkan, dan direplikasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Bahkan, inovasi yang memiliki kualitas dan dampak kuat diproyeksikan mampu bersaing pada tingkat provinsi hingga nasional.

Dengan pendekatan tersebut, GEMILANG Award diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi tahunan. Ajang ini diarahkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya inovasi yang berkelanjutan, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi Kabupaten Malang, keberhasilan inovasi bukan hanya ditentukan oleh piala yang diperoleh, tetapi oleh seberapa jauh sebuah gagasan mampu meninggalkan ruang presentasi dan hadir sebagai solusi nyata di tengah kehidupan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan
Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra
UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau
Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani
PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen
Baznas Siapkan Rp22 Miliar untuk Beasiswa 200 Mahasiswa Palestina
Sunday Market UMKM Banyumeneng Hadirkan Ruang Baru untuk Produk Lokal
Riset UGM Eksplorasi Kesumba Keling, Bahan Alam untuk Kandidat Terapi TNBC

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 00:04 WIB

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 15:12 WIB

Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra

Jumat, 11 September 2026 - 12:53 WIB

UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani

Kamis, 10 September 2026 - 13:28 WIB

PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB