Riset UGM Eksplorasi Kesumba Keling, Bahan Alam untuk Kandidat Terapi TNBC

Ikon Campus Daily web

Selasa, 8 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. ugm.ac.id

dok. ugm.ac.id

Campusdaily.com |- Kanker payudara masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang mendapat perhatian dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory tahun 2022, terdapat sekitar 2,3 juta kasus baru kanker payudara secara global dengan 670.000 kematian. Salah satu subtipe yang menjadi perhatian adalah Triple-Negative Breast Cancer (TNBC), yang dikenal memiliki karakteristik agresif dan kemampuan bermetastasis.

Kondisi tersebut mendorong tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Bixinhope Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mencari potensi bahan alam yang dapat dikembangkan sebagai kandidat terapi pendamping kanker payudara.

Tim tersebut terdiri atas Haafizh Azmi Khairiil Qais, Amyra Salma Arma Putri, Pradipta Ayman Subagyo, dan Jasmine Allisya Zahwa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), serta Madeline Manik dari Fakultas Farmasi UGM. Penelitian ini didampingi dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D.

Menggali Potensi Kesumba Keling

Bahan alam yang dipilih dalam penelitian ini adalah biji kesumba keling (Bixa orellana). Pemilihannya didasarkan pada keberadaan senyawa bioaktif, di antaranya bixin dan norbixin, yang diketahui memiliki beragam aktivitas biologis.

Tim tidak sekadar mengidentifikasi kandungan senyawa tersebut, tetapi juga mengkaji potensinya dalam memengaruhi mekanisme yang berkaitan dengan perkembangan serta penyebaran sel kanker.

Dosen pendamping, dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian diarahkan untuk mencari kandidat terapi adjuvan yang dapat mendampingi kemoterapi. Saat ini, kemoterapi masih menjadi salah satu tatalaksana utama TNBC, meski penggunaannya memiliki sejumlah keterbatasan.

Baca Juga :  Maskam UGM Salurkan Beasiswa Sejak 2008, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu Sekaligus Cetak Relawan Sosial

““Kemoterapi saat ini sebagai tatalaksana utama dari kanker payudara Triple Negative Breast Cancer, namun memang memiliki banyak efek samping. Potensi bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai terapi adjuvan kemoterapi yang minim efek samping,” jelas Dwi dalam keterangan yang dikirim Selasa (8/9).

Bukan Pengganti Kemoterapi

Penelitian ini menempatkan biji kesumba keling sebagai kandidat terapi pendamping atau adjuvan, bukan sebagai pengganti kemoterapi. Karena itu, penelitian masih berada dalam tahap awal untuk mengetahui sejauh mana potensi bahan tersebut dapat dikembangkan.

“Biji kesumba keling dalam penelitian ini dikembangkan sebagai terapi adjuvan, bukan untuk menggantikan kemoterapi. Penelitian ini menjadi langkah awal dalam mengeksplorasi potensinya sebagai kandidat antikanker yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Haafizh Azmi Khairiil Qais, ketua tim PKM.

Untuk mengkaji potensinya secara lebih spesifik, tim memusatkan perhatian pada Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), yaitu protein yang berperan dalam proses migrasi dan metastasis sel kanker.

Uji In Silico hingga In Vitro

Penelitian dilakukan melalui pendekatan in silico dan in vitro. Tahap in silico digunakan untuk memprediksi interaksi senyawa bioaktif dari Bixa orellana dengan protein MMP-9.

Selanjutnya, pengujian in vitro dilakukan menggunakan ekstrak biji kesumba keling pada sel kanker payudara MDA-MB-231. Tim mengamati tiga aspek utama, yakni kemampuan ekstrak menekan pertumbuhan sel kanker, memperlambat penyebaran sel kanker, serta menurunkan aktivitas protein MMP-9.

Baca Juga :  Hadapi Disrupsi Global, Mendiktisaintek Dorong Kepemimpinan Berintegritas dan Tangguh

“Pertama, apakah ekstrak mampu menekan pertumbuhan sel kanker. Kedua, apakah ekstrak bisa memperlambat kemampuan sel kanker untuk menyebar dan ketiga, apakah ekstrak dapat menurunkan aktivitas protein MMP-9, yakni protein yang berperan besar dalam membantu sel kanker menyebar ke bagian tubuh lain,” jelas Qais.

Mencari Fraksi Paling Potensial

Dalam proses penelitian, tim menggunakan pendekatan Bioassay-guided fractionation. Metode ini memungkinkan peneliti menguji berbagai fraksi dari biji kesumba keling untuk menemukan bagian yang menunjukkan aktivitas paling potensial.

“Tentu saja banyak tantangannya. Saat ini penelitian kami menggunakan Bioassay-guided fractionation, sehingga cukup banyak fraksinasi biji kesumba keling yang kami gunakan untuk kami ujikan secara in vitro,” lanjutnya.

Melalui serangkaian tahapan tersebut, tim berupaya mendapatkan gambaran lebih spesifik mengenai aktivitas biji kesumba keling. Penelitian tidak berhenti pada pengujian efek ekstrak terhadap sel kanker, tetapi juga diarahkan untuk mengetahui fraksi paling aktif, konsentrasi yang memberikan efek optimal, serta mekanisme molekuler yang berkaitan dengan penghambatan MMP-9.

Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi pijakan untuk menentukan kandidat fraksi yang paling menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi adjuvan pada TNBC. Riset ini sekaligus menjadi langkah mahasiswa UGM dalam mengeksplorasi kekayaan bahan alam Indonesia untuk mendukung pengembangan kandidat terapi berbasis biomedis.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan
Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra
UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau
Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani
PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen
Baznas Siapkan Rp22 Miliar untuk Beasiswa 200 Mahasiswa Palestina
Sunday Market UMKM Banyumeneng Hadirkan Ruang Baru untuk Produk Lokal
UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 00:04 WIB

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 15:12 WIB

Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra

Jumat, 11 September 2026 - 12:53 WIB

UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani

Kamis, 10 September 2026 - 13:28 WIB

PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB