Kampusdaily.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperluas kiprah pengabdian masyarakat hingga ke Jepang. Melalui tim pengabdian kepada masyarakat, UPI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang menyasar pekerja migran Indonesia di Tokyo, Ueno, dan Shizuoka.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Juni 2026 tersebut melibatkan 20 pekerja migran Indonesia. Fokus utama program adalah meningkatkan literasi dan kesadaran mengenai kesehatan mental sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kondisi psikologis selama tinggal dan bekerja di luar negeri.
Tak hanya mengandalkan edukasi konvensional, tim UPI turut memperkenalkan teknologi Virtual Reality (VR) yang dipadukan dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu pendekatan dalam asesmen dan edukasi kesehatan mental.
VR-AI Jadi Pendekatan Baru dalam Edukasi Kesehatan Mental
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti asesmen dan kegiatan secara individual menggunakan bahasa Indonesia. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta dapat mengikuti proses dengan lebih nyaman sekaligus memahami informasi yang diberikan dengan lebih mudah.
Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada asesmen berbasis teknologi. Peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan mental, orientasi penggunaan perangkat, pelatihan, simulasi, pendampingan individual, hingga evaluasi kegiatan.
Penggunaan VR-AI diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk mengenali kondisi psikologis mereka secara lebih privat.
Literasi Kesehatan Mental Peserta Mengalami Peningkatan
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan mental setelah peserta mengikuti rangkaian kegiatan. Nilai rata-rata literasi kesehatan mental meningkat dari 9,5 menjadi 15,2 pada skala 20.
Tidak hanya itu, penerimaan peserta terhadap penggunaan teknologi juga menunjukkan peningkatan. Nilainya naik dari 3,7 menjadi 5,9 pada skala 7.
Hasil tersebut menunjukkan respons positif peserta terhadap kegiatan edukasi dan pendekatan teknologi yang digunakan. Namun, tim UPI menegaskan bahwa hasil kegiatan ini masih bersifat awal dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas teknologi VR-AI secara luas.
Artinya, temuan tersebut menjadi gambaran awal mengenai respons peserta, bukan kesimpulan akhir mengenai keberhasilan teknologi VR-AI dalam menangani persoalan kesehatan mental.
Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Pekerja Migran
Menjadi pekerja migran di negara lain bukan hanya persoalan pekerjaan dan penghasilan. Di balik aktivitas tersebut, terdapat proses adaptasi yang cukup kompleks, mulai dari menghadapi lingkungan baru, perbedaan budaya dan bahasa, hingga tuntutan pekerjaan.
Kondisi tersebut membuat literasi kesehatan mental menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran Indonesia.
Melalui program ini, peserta mendapatkan informasi mengenai kesehatan mental, pentingnya mengenali kondisi psikologis diri, serta langkah yang dapat dilakukan apabila membutuhkan bantuan atau dukungan profesional.
Tim pengabdian UPI juga menerapkan pendekatan asesmen yang memungkinkan peserta mengikuti proses secara lebih privat. Dengan demikian, peserta memiliki ruang yang lebih nyaman untuk mengenali sekaligus menyampaikan kondisi kesehatan mental yang mungkin sedang mereka alami.
Tidak Berhenti pada Edukasi dan Asesmen
Program UPI di Jepang tidak hanya berakhir setelah kegiatan edukasi dan asesmen selesai. Tim juga menyiapkan sejumlah luaran untuk menjaga keberlanjutan program.
Luaran tersebut meliputi modul asesmen VR-AI berbahasa Indonesia, media edukasi kesehatan mental, serta dokumen alur rujukan. Kehadiran berbagai materi tersebut diharapkan dapat menjadi perangkat pendukung bagi kegiatan edukasi dan pendampingan di kemudian hari.
Selain itu, tim UPI menjalin komunikasi dan kerja sama dengan mitra di sejumlah lokasi pelaksanaan kegiatan di Jepang. Mitra tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan edukasi serta pendampingan kesehatan mental bagi pekerja migran Indonesia.
Perluas Peran Perguruan Tinggi hingga Tingkat Internasional
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UPI dalam memperluas peran perguruan tinggi ke ranah internasional.
Melalui kombinasi inovasi, teknologi, dan pendekatan edukatif, UPI berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menyasar masyarakat di dalam negeri, tetapi juga warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.
Pemanfaatan teknologi VR dan AI dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membuka pendekatan baru dalam edukasi kesehatan mental, terutama bagi kelompok masyarakat yang menghadapi tantangan adaptasi di lingkungan berbeda.
Informasi Kegiatan
Kegiatan: Pengabdian Masyarakat Internasional
Waktu: 5–12 Juni 2026
Lokasi: Tokyo, Ueno, dan Shizuoka, Jepang
Peserta: 20 pekerja migran Indonesia
Penyelenggara: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia
Pendanaan: Program Pengabdian UPI, Kontrak No. 89/UN40.F7/AM.02.01/2026
Luaran: Modul asesmen VR-AI berbahasa Indonesia, media edukasi kesehatan mental, dan dokumen alur rujukan
Sumber Berita: kompasiana.com
























