UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang

Ikon Campus Daily web

Jumat, 4 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok.kompasiana.com

dok.kompasiana.com

Kampusdaily.com – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperluas kiprah pengabdian masyarakat hingga ke Jepang. Melalui tim pengabdian kepada masyarakat, UPI menggelar kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang menyasar pekerja migran Indonesia di Tokyo, Ueno, dan Shizuoka.

Kegiatan yang berlangsung pada 5–12 Juni 2026 tersebut melibatkan 20 pekerja migran Indonesia. Fokus utama program adalah meningkatkan literasi dan kesadaran mengenai kesehatan mental sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kondisi psikologis selama tinggal dan bekerja di luar negeri.

Tak hanya mengandalkan edukasi konvensional, tim UPI turut memperkenalkan teknologi Virtual Reality (VR) yang dipadukan dengan Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu pendekatan dalam asesmen dan edukasi kesehatan mental.

VR-AI Jadi Pendekatan Baru dalam Edukasi Kesehatan Mental

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti asesmen dan kegiatan secara individual menggunakan bahasa Indonesia. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta dapat mengikuti proses dengan lebih nyaman sekaligus memahami informasi yang diberikan dengan lebih mudah.

Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada asesmen berbasis teknologi. Peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan mental, orientasi penggunaan perangkat, pelatihan, simulasi, pendampingan individual, hingga evaluasi kegiatan.

Penggunaan VR-AI diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk mengenali kondisi psikologis mereka secara lebih privat.

Baca Juga :  UNJ dan Pemkab Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Pengembangan SDM

Literasi Kesehatan Mental Peserta Mengalami Peningkatan

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan literasi kesehatan mental setelah peserta mengikuti rangkaian kegiatan. Nilai rata-rata literasi kesehatan mental meningkat dari 9,5 menjadi 15,2 pada skala 20.

Tidak hanya itu, penerimaan peserta terhadap penggunaan teknologi juga menunjukkan peningkatan. Nilainya naik dari 3,7 menjadi 5,9 pada skala 7.

Hasil tersebut menunjukkan respons positif peserta terhadap kegiatan edukasi dan pendekatan teknologi yang digunakan. Namun, tim UPI menegaskan bahwa hasil kegiatan ini masih bersifat awal dan belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas teknologi VR-AI secara luas.

Artinya, temuan tersebut menjadi gambaran awal mengenai respons peserta, bukan kesimpulan akhir mengenai keberhasilan teknologi VR-AI dalam menangani persoalan kesehatan mental.

Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Pekerja Migran

Menjadi pekerja migran di negara lain bukan hanya persoalan pekerjaan dan penghasilan. Di balik aktivitas tersebut, terdapat proses adaptasi yang cukup kompleks, mulai dari menghadapi lingkungan baru, perbedaan budaya dan bahasa, hingga tuntutan pekerjaan.

Kondisi tersebut membuat literasi kesehatan mental menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan pekerja migran Indonesia.

Melalui program ini, peserta mendapatkan informasi mengenai kesehatan mental, pentingnya mengenali kondisi psikologis diri, serta langkah yang dapat dilakukan apabila membutuhkan bantuan atau dukungan profesional.

Tim pengabdian UPI juga menerapkan pendekatan asesmen yang memungkinkan peserta mengikuti proses secara lebih privat. Dengan demikian, peserta memiliki ruang yang lebih nyaman untuk mengenali sekaligus menyampaikan kondisi kesehatan mental yang mungkin sedang mereka alami.

Baca Juga :  Apresiasi Prestasi Internasional, UPI Gratiskan UKT Peraih Medali SEA Games

Tidak Berhenti pada Edukasi dan Asesmen

Program UPI di Jepang tidak hanya berakhir setelah kegiatan edukasi dan asesmen selesai. Tim juga menyiapkan sejumlah luaran untuk menjaga keberlanjutan program.

Luaran tersebut meliputi modul asesmen VR-AI berbahasa Indonesia, media edukasi kesehatan mental, serta dokumen alur rujukan. Kehadiran berbagai materi tersebut diharapkan dapat menjadi perangkat pendukung bagi kegiatan edukasi dan pendampingan di kemudian hari.

Selain itu, tim UPI menjalin komunikasi dan kerja sama dengan mitra di sejumlah lokasi pelaksanaan kegiatan di Jepang. Mitra tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan edukasi serta pendampingan kesehatan mental bagi pekerja migran Indonesia.

Perluas Peran Perguruan Tinggi hingga Tingkat Internasional

Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini menjadi salah satu bentuk kontribusi UPI dalam memperluas peran perguruan tinggi ke ranah internasional.

Melalui kombinasi inovasi, teknologi, dan pendekatan edukatif, UPI berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menyasar masyarakat di dalam negeri, tetapi juga warga negara Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri.

Pemanfaatan teknologi VR dan AI dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membuka pendekatan baru dalam edukasi kesehatan mental, terutama bagi kelompok masyarakat yang menghadapi tantangan adaptasi di lingkungan berbeda.

Informasi Kegiatan

Kegiatan: Pengabdian Masyarakat Internasional
Waktu: 5–12 Juni 2026
Lokasi: Tokyo, Ueno, dan Shizuoka, Jepang
Peserta: 20 pekerja migran Indonesia
Penyelenggara: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia
Pendanaan: Program Pengabdian UPI, Kontrak No. 89/UN40.F7/AM.02.01/2026
Luaran: Modul asesmen VR-AI berbahasa Indonesia, media edukasi kesehatan mental, dan dokumen alur rujukan

Sumber Berita: kompasiana.com

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB