Karya Mahasiswa ITB, Ubah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Jadi Kertas Multifungsi

Jumat, 19 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Campus Daily
+ Donasi

dok. itb.ac,id

dok. itb.ac,id

Bandung–Sekelompok mahasiswa Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan inovasi kertas ramah lingkungan bertajuk BioKertas. Di bawah koordinasi Muhammad Labib Widianto, mahasiswa memanfaatkan limbah ampas tebu dan sabut kelapa yang selama ini jarang dimanfaatkan menjadi lembaran kertas multifungsi bernilai ekonomis.

BioKertas diklaim memiliki perbedaan mendasar dibandingkan kertas daur ulang pada umumnya, terutama dari sisi bahan baku, tekstur, dan potensi nilai jual. “Inovasi BioKertas ini adalah pembuatannya berbahan dasar dari penggabungan dua limbah organik yaitu ampas tebu dan sabut kelapa yang masih banyak tidak terpakai,” jelas Labib.

Proses produksi BioKertas diawali dengan pengeringan ampas tebu dan sabut kelapa di bawah sinar matahari untuk menurunkan kadar air, kemudian bahan dipotong kecil. Selanjutnya, bahan direbus selama 30 menit dan ditambahkan larutan NaOH 3 persen serta alkohol 70 persen sebelum direbus kembali hingga mendidih. Setelah ditiriskan, bahan dihaluskan hingga menjadi bubur kertas (pulp). Pulp tersebut kemudian dicampur dengan larutan pengental dari tapioka dan kaolin sebelum dicetak menjadi lembaran kertas.

Baca Juga :  Mahasiswa ITB Sulap Limbah Organik Jadi Bio-Briket Efisien

Hasil inovasi ini menunjukkan BioKertas dapat digunakan sebagai media tulis menggunakan pulpen. Selain itu, produk ini juga berpotensi dikembangkan sebagai bahan kemasan makanan ramah lingkungan. BioKertas dipamerkan dalam pameran karya bertajuk “ALICE: Abyanara’s Legendary Imagination, Creativity, and Enchantment”, yang diinisiasi oleh mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi ITB sebagai upaya menunjukkan potensi pengolahan limbah menjadi produk bernilai tinggi.

Baca Juga :  Rektor ITB: 60 Persen Mahasiswa ITB Salah Jurusan

Dalam pengembangannya, tim menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada tahap pemasakan yang membutuhkan ketepatan volume air serta proses pengeringan yang masih bergantung pada cuaca karena menggunakan sinar matahari.

Meski dinilai memiliki peluang pasar, khususnya untuk industri kertas, BioKertas masih memerlukan pengujian lanjutan. “Belum dilakukan uji tarik dan tahan terhadap BioKertas. Untuk kemasan pangan juga harus dikembangakan lebih lanjut agar bahannya aman,” tutur Labib terkait rencana pengembangan ke depan.[]

Berita Terkait

Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB
KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon
Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open
Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi
Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
UPI Unjuk Inovasi Berkelanjutan di Kongres Internasional, Perkuat Jejaring dan Pengakuan Global
Mahasiswa SV Undip Belajar Table Manner, Bekal Etika untuk Dunia Profesional
Dosen UI Raih Best Paper Award Asia Marketing Journal di Korea Selatan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:25

Nggak Cuma Bonjour: Suka Duka Kuliah dan Adaptasi di Prancis, Kisah Alumni UB

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:22

KKM Mahasiswa Universitas Islam Bogor Hadirkan Gerakan 1 Rumah 1 Pohon

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:37

Guru Besar FIKK UNJ Tampil Gemilang, Prof. Ramdan Pelana Juara Lecturer Single Open

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:17

Kunjungan Literasi di Kademangan, Mahasiswa UM Ajak Anak Membaca Sambil Berkreasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:55

Perjuangan di Balik IPK 3,99: Mahasiswa KIP-K UIJ Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30