Mahasiswa ITB Sulap Limbah Organik Jadi Bio-Briket Efisien

Ikon Campus Daily web

Selasa, 20 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. itb.ac.id

dok. itb.ac.id

Mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Arsyad Arif Novitrian dan Indah Patricia Suwandoro, menghadirkan inovasi energi alternatif berupa bio-briket berbahan limbah organik. Dengan memanfaatkan daun kering dan serabut kelapa yang melimpah di lingkungan kampus, keduanya berhasil mengembangkan briket yang efisien, minim asap, dan sepenuhnya biodegradable.

Keunggulan utama bio-briket ini terletak pada formulasi material yang digunakan. “Kami menggabungkan dua bahan dengan karakter berbeda: daun kering yang cepat menyala dan serabut kelapa yang memiliki kadar lignin tinggi sehingga menghasilkan briket yang efisien,” kata Arsyad. Untuk memastikan aspek keberlanjutan, pati tapioka alami dipilih sebagai perekat, menjadikan produk ini 100 persen ramah lingkungan. Daun kering sebagai bahan utama diperoleh dari kawasan Kampus ITB Jatinangor, sementara serabut kelapa berasal dari limbah rumah tangga sekitar.

Tahapan pembuatan bio-briket tergolong sederhana dan mudah direplikasi. Limbah organik terlebih dahulu dikeringkan, kemudian dikarbonisasi menggunakan kaleng tertutup hingga menjadi arang. Arang tersebut selanjutnya dihaluskan, dicampur dengan perekat tapioka, dicetak secara manual, dan kembali dikeringkan selama dua hingga tiga hari dengan bantuan sinar matahari.

Baca Juga :  Optimasi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Exposure Pesantren Daarul Azmi

Bio-briket hasil inovasi ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mudah menyala berkat kandungan volatil dari daun kering, durasi pembakaran yang lebih lama karena diperkuat struktur arang serabut kelapa, serta menghasilkan asap dan bau yang jauh lebih rendah dibandingkan pembakaran limbah secara langsung. Seluruh bahan yang digunakan bersifat terbarukan, bahkan abu sisa pembakaran masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Inovasi bio-briket ini menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam kegiatan “ALICE: Abyanara’s Legendary Imagination, Creativity, and Enchantment”, sebuah pameran angkatan mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi 2024. Melalui pameran tersebut, mahasiswa menunjukkan implementasi nyata keilmuan mereka dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna.

Baca Juga :  UI Resmikan Halal Training Center, Siap Cetak SDM Halal Berstandar Global

Dari sisi ekonomi, bio-briket ini dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif bagi rumah tangga maupun industri kecil. “Jika diproduksi massal, estimasi biaya bisa berada di kisaran Rp500–1.000 per briket, dengan harga jual di sekitar Rp1.500–2.000. Usaha ini masih menguntungkan sekaligus membantu pengelolaan limbah,” ungkap tim peneliti.

Meski demikian, tantangan tetap dihadapi dalam proses pengembangannya, terutama terkait standardisasi komposisi bahan baku serta proses pengeringan yang pada tahap awal masih belum konsisten. Ke depan, tim berencana melakukan pengujian nilai kalor dan emisi secara kuantitatif di laboratorium, menetapkan harga jual yang lebih baku, serta menjalin kolaborasi dengan bank sampah dan UMKM lokal untuk membangun model ekonomi sirkular berbasis energi ramah lingkungan.

Sumber Berita: itb.ac.id

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB