Riset Doktor FFUI Ungkap Peran Metabolomik dalam Pengembangan Propolis Indonesia

Ikon Campus Daily web

Senin, 12 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok.antaranews.com

dok.antaranews.com

Portalmahasiswa—Doktor Ilmu Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI), Diah Kartika Pratami, melakukan riset mendalam terkait peran metabolomik dan penggunaan pelarut hijau dalam pengembangan propolis di Indonesia. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang lebih komprehensif dalam melihat potensi propolis sebagai bahan bioaktif.

Diah Kartika menjelaskan bahwa selama ini kajian propolis umumnya hanya menitikberatkan pada identifikasi senyawa atau aktivitas biologis tertentu, tanpa mengaitkannya secara menyeluruh dengan faktor spesies lebah, kondisi lingkungan, maupun jenis pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi.
“Penelitian propolis selama ini umumnya hanya berfokus pada identifikasi senyawa atau aktivitas biologis tertentu, tanpa mengaitkannya secara menyeluruh dengan faktor spesies lebah, lingkungan, serta jenis pelarut yang digunakan,” kata Diah Kartika di Depok, Senin.

Melalui pendekatan metabolomik berbasis FTIR dan LC-MS/MS, penelitian ini menunjukkan bahwa profil kimia propolis tidak hanya ditentukan oleh vegetasi sumber resin, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh spesies lebah penghasilnya. Kajian tersebut menganalisis 25 sampel propolis dari lebah tak bersengat yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga :  UI Resmikan Halal Training Center, Siap Cetak SDM Halal Berstandar Global

Hasil analisis mengungkap adanya variasi yang cukup signifikan pada rendemen, kandungan fenolik, dan flavonoid. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jenis spesies lebah serta keragaman vegetasi di masing-masing daerah. Lebah dengan ukuran tubuh lebih besar, seperti Geniotrigona thoracica, yang hidup di wilayah dengan ketersediaan resin melimpah, cenderung menghasilkan rendemen propolis yang lebih tinggi.

Dari sisi bioaktivitas, ekstrak propolis yang diuji menunjukkan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Uji berbasis sel memperlihatkan kemampuan ekstrak propolis dalam menekan mediator inflamasi, seperti TNF-α, iNOS, dan Nitric Oxide (NO).

Penelitian ini juga membandingkan Ekstrak Etanol Propolis (EEP) dengan ekstrak propolis yang menggunakan Natural Deep Eutectic Solvent (NaDES). Hasilnya, beberapa formulasi NaDES—terutama yang berbasis Kolin Klorida, Asam Laktat, dan Propilen Glikol—menunjukkan aktivitas biologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol.

“Aktivitas bioaktif propolis tidak berasal dari satu senyawa tunggal, melainkan merupakan hasil kerja sinergis dari berbagai senyawa yang saling melengkapi melalui mekanisme yang berbeda,” katanya.
“Melalui pendekatan metabolomik, kami juga berhasil mengidentifikasi senyawa penanda yang berkorelasi dengan aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi, serta menunjukkan perbedaan profil senyawa antara ekstrak etanol dan ekstrak berbasis Natural Deep Eutectic Solvent,” tambahnya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Perkuat Integritas ASN, Siapkan Layanan Publik Berbasis Digital

Meski hasil penelitian ini dinilai sangat menjanjikan, Diah Kartika menyampaikan bahwa riset tersebut masih berada pada tahap in vitro. Ke depan, penelitian akan dilanjutkan ke tahap uji preklinik, meliputi pengujian keamanan serta uji farmakodinamik sebagai imunomodulator menggunakan hewan coba, agar temuan yang diperoleh memiliki relevansi klinis yang lebih kuat.

Atas capaian riset disertasinya yang berjudul “Pendekatan Metabolomik untuk Pengembangan Metode Ekstraksi Propolis Lebah Tak Bersengat dengan Natural Deep Eutectic Solvent (NaDES) Guna Meningkatkan Aktivitas Antioksidan dan Anti-Inflamasi”, Diah Kartika Pratami berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Sumber Berita: antaranews.com

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB