Festival Edu Heritage 2026 Resmi Dibuka, Mupenas UPI Sulap Museum Jadi Ruang Edukasi Interaktif

Ikon Campus Daily web

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. berita.upi.edu

dok. berita.upi.edu

Portal mahasiswa.com |- Museum selama ini kerap dipandang sebagai tempat yang sunyi, penuh koleksi benda bersejarah, namun kurang menarik bagi generasi muda. Stigma tersebut perlahan mulai diubah oleh Museum Pendidikan Nasional (Mupenas) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui penyelenggaraan Festival Edu Heritage 2026.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 Juni 2026, hadir sebagai upaya menghadirkan wajah baru museum yang lebih dinamis, interaktif, dan dekat dengan masyarakat. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan hiburan kreatif, Mupenas UPI ingin menunjukkan bahwa museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang publik yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian warisan sejarah dapat berjalan berdampingan dengan kreativitas dan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

UPI Dorong Transformasi Museum Modern

Rektor UPI, Prof. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau kampus. Menurutnya, museum memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap sejarah serta budaya bangsa.

Dalam pandangannya, museum masa kini harus mampu bertransformasi agar tetap diminati oleh berbagai kalangan. Transformasi tersebut tidak hanya menyangkut koleksi yang dipamerkan, tetapi juga cara pengelolaan, strategi promosi, hingga bentuk kegiatan yang ditawarkan kepada publik.

“Kalau museumnya bergerak seperti ini, mudah-mudahan museum tidak akan ditinggalkan baik oleh siswa, mahasiswa, maupun masyarakat. Kita ingin orang datang ke museum berkali-kali, menikmati sejarah sekaligus budaya kekinian,” ujar Didi saat membuka acara. Seperti Dilansir berita.upi.edu

Pernyataan tersebut mencerminkan visi UPI untuk menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup. Tidak hanya menjadi tempat mengenang masa lalu, museum juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Baca Juga :  Madu Q-uin Resmi Diluncurkan, Bukti Keberhasilan Hilirisasi Riset UIN Jakarta

Berpotensi Menjadi Agenda Tahunan Berskala Besar

Kesuksesan penyelenggaraan Festival Edu Heritage 2026 membuka peluang bagi kegiatan ini untuk terus berkembang di masa mendatang. UPI melihat antusiasme masyarakat sebagai indikator penting bahwa museum masih memiliki daya tarik yang besar apabila dikemas secara kreatif.

Karena itu, pihak universitas mempertimbangkan untuk menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan lebih luas cakupannya.

Apabila respons publik terus menunjukkan tren positif, Festival Edu Heritage berpotensi menjadi salah satu kalender budaya dan pendidikan yang dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memperkuat posisi museum sebagai destinasi edukasi yang tidak hanya dikunjungi sekali, melainkan berulang kali oleh masyarakat dari berbagai usia.

Menghadirkan Beragam Aktivitas Kreatif dan Edukatif

Kepala Mupenas UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menjelaskan bahwa Festival Edu Heritage 2026 dirancang sebagai program publik yang bertujuan memperkenalkan museum kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih kreatif dan menyenangkan.

Menurutnya, museum harus mampu menghadirkan aktivitas yang menarik sehingga masyarakat merasa memiliki keterikatan dengan ruang sejarah tersebut.

Selama tiga hari penyelenggaraan, berbagai perlombaan dan pertunjukan seni digelar untuk memeriahkan festival. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia sehingga suasana museum menjadi lebih hidup dan inklusif.

Beberapa kegiatan yang menjadi daya tarik utama antara lain:

  • Lomba fashion show
  • Lomba memasak nasi goreng
  • Lomba mewarnai untuk anak-anak
  • Pertunjukan seni dan musik
  • Peragaan busana batik yang diikuti oleh jajaran pimpinan UPI beserta pasangan

Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa museum dapat menjadi ruang kolaborasi antara pendidikan, budaya, seni, dan kreativitas masyarakat.

Menjaga Nilai Pendidikan dari Masa ke Masa

Bagi Mupenas UPI, museum bukan hanya tempat menyimpan artefak atau dokumentasi sejarah pendidikan Indonesia. Lebih dari itu, museum merupakan ruang yang menyimpan nilai-nilai penting yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kehadiran museum ini bercerita tentang sejarah pendidikan di Indonesia serta nilai (value) yang dibawanya. Bukan hanya untuk masa lalu, tetapi untuk masa kini dan masa yang akan datang,” ungkap Leli.

Baca Juga :  Dari Kampus ke Asian Games, Rendi Setia Maulana Ukir Prestasi di Lintasan Rowing

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa museum memiliki fungsi strategis dalam membangun kesadaran sejarah sekaligus menanamkan nilai-nilai pendidikan yang relevan sepanjang zaman.

Melalui koleksi, dokumentasi, dan berbagai program publik yang diselenggarakan, museum dapat menjadi jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan perjalanan panjang dunia pendidikan Indonesia.

Dukungan Penuh Pemerintah Kota Bandung

Upaya Mupenas UPI dalam mengembangkan museum yang lebih terbuka dan interaktif mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung. Kehadiran pemerintah dalam festival ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian sejarah dan penguatan pendidikan berbasis budaya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menilai museum memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesinambungan sejarah bangsa.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami akar sejarah agar mampu menghargai perjalanan panjang yang telah dilalui oleh para pendahulu.

“Kita bisa tahu sejarah itu berbasis di museum. Makna dari heritage adalah mempertahankan nilai-nilai luhur. Jangan sampai sejarah ini putus di satu generasi, terutama mengenai sejarah pendidikan,” kata Asep.

Ia menekankan bahwa museum merupakan salah satu media terbaik untuk memperkenalkan sejarah secara langsung kepada peserta didik.

Menjadi Sarana Edukasi bagi Generasi Muda

Pemerintah Kota Bandung berharap Festival Edu Heritage 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi peserta didik mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama.

Melalui kegiatan yang memadukan unsur edukasi dan hiburan, anak-anak dapat belajar sejarah dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Festival ini juga menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berinovasi dalam menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat. Pendekatan yang lebih kreatif memungkinkan museum menjadi tempat belajar yang tidak membosankan, sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan budaya bangsa.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Festival Edu Heritage 2026 menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran sejarah sekaligus memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi publik. Lebih dari sekadar perayaan budaya, festival ini menjadi simbol bahwa warisan pendidikan Indonesia dapat terus hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi masa kini maupun masa depan.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB