Campusdaily.id – Kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak hanya menjadi tempat mahasiswa mengembangkan kemampuan akademik dan keislaman. Di balik aktivitas perkuliahan, beragam potensi juga tumbuh, mulai dari olahraga, seni, hingga bidang ilmiah.
Keragaman talenta tersebut kembali mendapat ruang dalam Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II PTKIN se-Jawa dan Madura yang resmi dibuka di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Ajang tersebut diikuti sebanyak 18 PTKIN. Opening ceremony dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno.
Jadi Panggung bagi Talenta Mahasiswa PTKIN
Para delegasi datang membawa kemampuan terbaik masing-masing. Namun, PORSI JAWARA II tidak hanya menjadi arena untuk memperebutkan prestasi. Pertemuan antarmahasiswa juga menjadi ruang untuk memperluas pergaulan dan mempererat hubungan antarperguruan tinggi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, turut hadir dalam pembukaan. Hadir pula Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Kabiro AUPK, serta Warek II UIN KHAS Jember.
Faizin menilai pesan yang disampaikan Dirjen Pendidikan Islam dalam pembukaan tersebut sejalan dengan kondisi mahasiswa di lingkungan PTKIN yang memiliki kemampuan beragam.
Menurutnya, mahasiswa PTKIN tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Potensi mereka tersebar di berbagai bidang yang dapat dikembangkan melalui ruang kompetisi maupun kegiatan kemahasiswaan.
“PTKIN menjadi kampus multitalenta, karena di PTKIN talentanya sangat variatif. Mahasiswa tidak hanya fokus dan mampu dalam satu bidang, tetapi juga memiliki potensi di berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, hingga ilmiah,” ujarnya.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Keberadaan PORSI JAWARA II dinilai menjadi momentum untuk menampilkan beragam kemampuan tersebut. Mahasiswa tidak hanya didorong untuk unggul di ruang kelas, tetapi juga diberikan kesempatan menguji kemampuan dalam kompetisi yang mempertemukan delegasi dari berbagai PTKIN di Jawa dan Madura.
Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berani tampil, mengasah kemampuan, sekaligus belajar menghadapi persaingan secara sehat.
“Dari berbagai talenta inilah kami berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam satu kemampuan, tetapi juga memiliki kreativitas, karakter, daya saing, dan kemampuan untuk berkontribusi di berbagai bidang,” lanjutnya.
Harapan tersebut memperlihatkan bahwa prestasi dalam ajang PORSI bukan hanya diukur dari jumlah medali atau gelar yang diraih. Ada proses pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.
UIN KHAS Jember Turunkan 125 Kontingen
Dalam ajang ini, UIN KHAS Jember mengirimkan 125 kontingen untuk mengikuti sejumlah cabang yang diperlombakan.
Sebelum bertolak ke Pekalongan, para delegasi telah melalui proses seleksi dan persiapan. Mereka dipersiapkan untuk membawa kemampuan terbaik sekaligus menjaga nama baik UIN KHAS Jember selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi.
Keikutsertaan sebanyak 125 kontingen menunjukkan keseriusan UIN KHAS Jember dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang di luar kegiatan akademik.
Para peserta tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga pengalaman dan semangat untuk belajar dari mahasiswa PTKIN lainnya.
Memperluas Jejaring dan Silaturahmi
Bagi Faizin, PORSI JAWARA II memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Kehadiran mahasiswa dari 18 PTKIN menjadi peluang untuk membangun jejaring dan memperkuat silaturahmi antarmahasiswa perguruan tinggi keagamaan.
Pertemuan di arena kompetisi dapat membuka ruang pertukaran pengalaman, gagasan, hingga kolaborasi baru di masa mendatang.
Karena itu, perjalanan para delegasi UIN KHAS Jember di Pekalongan tidak hanya diarahkan untuk mengejar kemenangan. Setiap pertandingan dan pertemuan diharapkan menjadi pengalaman yang dapat memperkaya wawasan serta membentuk mental mahasiswa.
Dari PORSI, Talenta PTKIN Diharapkan Makin Bersinar
PORSI JAWARA II menjadi gambaran bahwa kehidupan mahasiswa PTKIN memiliki warna yang jauh lebih beragam daripada sekadar aktivitas akademik. Olahraga, seni, dan bidang ilmiah menjadi ruang lain bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun karakter.
Dengan melibatkan 18 PTKIN dan mengirimkan 125 kontingen, UIN KHAS Jember turut menjadi bagian dari panggung besar tersebut.
Dari arena Pekalongan, para mahasiswa diharapkan tidak hanya pulang membawa hasil kompetisi, tetapi juga membawa pengalaman, jejaring, dan semangat baru untuk terus mengembangkan potensi.
Sebab pada akhirnya, talenta mahasiswa tidak selalu lahir dari ruang kelas. Terkadang, ia justru tumbuh ketika seseorang berani tampil, berkompetisi, bertemu orang baru, dan menemukan kemampuan yang sebelumnya belum pernah ia sadari.
Sumber Berita: radarjember.jawapos.com










