OJK Dorong 1.000 Mahasiswa UIN Banten Kelola Keuangan

Ikon Campus Daily web

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok.suarapemerintah.id

dok.suarapemerintah.id

Campusdaily.id – Kemampuan menggunakan teknologi digital ternyata belum selalu sejalan dengan kemampuan mengelola keuangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda melalui program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT).

Mengusung tema “Money Moves: Invest Today, Build Your Future”, kegiatan LIKE IT digelar di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Convention Hall, Selasa (8/9). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami cara menabung, berinvestasi, menggunakan layanan keuangan digital secara aman, hingga mengelola keuangan secara mandiri.

Tidak hanya diikuti mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banten.

Melek Digital Belum Tentu Melek Finansial

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi digital.

Namun, kedekatan dengan teknologi tidak otomatis membuat seseorang memiliki kecakapan finansial yang baik. Justru, semakin mudah masyarakat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan, semakin besar pula kebutuhan untuk memahami risiko dan mempertimbangkan keputusan secara matang.

Menurut Dicky, banyaknya pilihan produk keuangan perlu diikuti kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat.

“Ada beberapa kata kunci yang dapat dilakukan. Pertama, kelola. Kedua, lindungi. Ketiga, tumbuhkan. Kelola uang kita sebelum uang mengendalikan pilihan kita. Lindungi apa yang sudah kita miliki dengan selalu ingat legal dan logis, serta tumbuhkan semuanya dengan tujuan yang jelas,” kata Dicky.

Ia juga menjelaskan bahwa literasi keuangan yang baik dapat membantu generasi muda terhindar dari Fear of Missing Out (FOMO) dan Fear of Other People’s Opinions (FOPO) ketika mengambil keputusan keuangan.

Anak Muda Diminta Siap Kelola Penghasilan

Gubernur Banten Andra Soni menilai penguatan literasi keuangan perlu dipersiapkan sejak generasi muda masih berada di bangku kuliah.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memiliki kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga harus mampu mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, serta melindungi diri dari berbagai kejahatan keuangan.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Mencari Kerja: Pentingnya Perencanaan Karier dan Suksesi bagi Mahasiswa

“Pemerintah Provinsi Banten berharap sinergi OJK Provinsi Banten melalui berbagai program literasi keuangan dapat membangun generasi muda Banten yang bukan hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap mengelola penghasilan, membangun usaha, berinvestasi, menjaga dirinya dari kejahatan keuangan, dan akhirnya menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Banten,” ujar Andra Soni.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital harus berjalan bersama pengetahuan dan kehati-hatian. Hal tersebut penting karena kejahatan keuangan digital kini muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari phishing, penyamaran sebagai petugas lembaga keuangan, tautan palsu, akun media sosial palsu, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga modus yang memanfaatkan rekayasa sosial.

Jangan Investasi Hanya karena Ikut Tren

Anggota Komisi XI DPR RI Annisa M. A. Mahesa juga mengingatkan generasi muda agar tidak mengambil keputusan investasi secara impulsif hanya karena mengikuti tren atau rekomendasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, langkah investasi sebaiknya dimulai setelah seseorang memiliki fondasi pengelolaan keuangan yang memadai.

“Gen Z, kita-kita ini semua, teman-teman, adalah generasi yang sangat rentan terhadap masalah-masalah di keuangan. Contoh FOMO, kita ini sangat rentan terhadap pengambilan keputusan investasi yang impulsif karena mau ikut-ikutan. Belum lagi, kita ini juga sangat rentan terhadap aktivitas ilegal,” kata Annisa.

Ia menyebut sejumlah hal yang perlu diperhatikan generasi muda sebelum menggunakan produk keuangan, seperti memiliki dana darurat, menerapkan manajemen keuangan yang baik, menghindari utang konsumtif, serta memahami kondisi dan kebutuhan diri sendiri.

Selain itu, dana yang digunakan untuk investasi sebaiknya merupakan uang dingin. Informasi mengenai sektor jasa keuangan juga perlu diperoleh dari sumber yang tervalidasi agar keputusan tidak hanya didasarkan pada tren.

Rektor UIN Banten Apresiasi Edukasi Keuangan

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Muhammad Ishom menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi keuangan bagi mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kondisi generasi muda yang kini semakin mudah mengakses berbagai produk dan layanan keuangan.

Ia berharap edukasi yang diberikan OJK dapat membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman sekaligus kecakapan dalam mengelola keuangan secara lebih bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa, kemampuan mengatur keuangan bukan hanya bekal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemahaman tersebut juga menjadi bagian dari persiapan memasuki dunia kerja dan kehidupan mandiri.

LIKE IT Hadir Sejak 2021

Program LIKE IT merupakan inisiatif edukatif yang mendorong generasi muda agar semakin cakap dalam mengelola keuangan dan memahami investasi.

Baca Juga :  Penerapan Manajemen Risiko dalam Perusahaan Asuransi

Program ini telah dilaksanakan sejak 2021 dan merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.

LIKE IT di Kota Serang merupakan LIKE IT Series #6 di tahun 2026.

Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan edukasi keuangan kepada masyarakat, terutama generasi muda yang berada pada fase mulai mengelola penghasilan dan membuat keputusan finansial secara mandiri.

Literasi Pelajar dan Mahasiswa Masih di Bawah Nasional

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Data tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan semakin luas. Namun, masih terdapat ruang untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, sikap, serta perilaku keuangan.

Tantangan tersebut juga terlihat pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Dalam SNLIK 2026, indeks literasi keuangan kelompok pelajar/mahasiswa tercatat sebesar 62,72 persen, masih di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.

Di sisi lain, kelompok pelajar/mahasiswa memiliki indeks inklusi keuangan sebesar 92,76 persen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap produk keuangan belum selalu diikuti kecakapan dalam menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab.

Diikuti 1.000 Mahasiswa secara Luring

Kegiatan LIKE IT di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten diikuti oleh 1.000 mahasiswa dari civitas academica UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Banten.

Perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Banten Jaya, Universitas Bina Bangsa, Universitas Serang Raya, dan Universitas Pamulang Serang.

Selain peserta yang hadir secara langsung, sebanyak 2.473 mahasiswa dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan melalui live streaming YouTube Otoritas Jasa Keuangan.

Bangun Kebiasaan Finansial Sehat Sejak Dini

Melalui LIKE IT 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan mengajak generasi muda Banten mulai membangun perilaku keuangan yang sehat sejak dini.

Mahasiswa didorong untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat, memahami risiko sebelum menggunakan produk keuangan, serta menjadikan kecakapan finansial sebagai bagian dari gaya hidup.

Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya soal tahu cara menabung atau berinvestasi. Lebih jauh, kemampuan tersebut berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu merencanakan masa depan, mengenali risiko, dan menggunakan uang secara bertanggung jawab.

Melalui edukasi semacam ini, generasi muda diharapkan semakin siap membangun masa depan finansialnya sendiri sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB