Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa dihadapkan pada fase belajar yang menuntut kemandirian lebih besar. Ketergantungan terhadap dosen dalam mencari pengetahuan tidak lagi menjadi pola utama. Mahasiswa justru dituntut aktif menggali informasi, berpikir kritis, sekaligus mampu menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Batam (Uniba) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Uniba 2026 di Graha Bintang, Universitas Batam. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 14 hingga 17 September 2026.
Mahasiswa Dituntut Berpikir Mandiri
Samsul menekankan bahwa memasuki perguruan tinggi berarti memasuki lingkungan belajar yang berbeda dari jenjang sebelumnya. Mahasiswa perlu membangun kemampuan belajar secara mandiri dan tidak hanya menunggu pengetahuan dari dosen.
“Hari ini adalah awal dari kehidupan Anda menjadi mahasiswa. Kalian harus sudah bisa berpikir secara mandiri. Tidak lagi disuapi untuk mencari ilmu,” katanya.
Menurut Samsul, kemandirian tersebut perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan akademik dan nonakademik. Mahasiswa dapat mengasah potensinya melalui kegiatan kampus, organisasi mahasiswa, maupun bimbingan dari dosen.
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kemampuan berpikir mandiri menjadi semakin penting. Mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga tetap memiliki daya kritis dalam mengolah pengetahuan dan menghasilkan gagasan.
Samsul juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak berhenti pada aktivitas belajar di ruang kelas. Selama menjalani pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya yang inovatif.
“Berkaryalah dengan inovasi. Kami menunggu karya-karya Anda untuk mengharumkan nama Universitas Batam,” ujarnya.
Mengasah Kemampuan Analitis
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut memberikan pembekalan mengatakan PKKMB menjadi masa pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan kampus sekaligus kehidupan akademik. Masa tersebut dapat dimanfaatkan untuk memahami pola belajar dan mengembangkan kemampuan diri.
“PKKMB ini menjadi prakondisi agar adik-adik mengetahui lingkungan kampus dan memahami lingkungan akademik,” kata Amsakar.
Amsakar juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menyikapi derasnya arus informasi secara bijak. Menurutnya, kemampuan analitis diperlukan agar mahasiswa tidak sekadar menerima informasi, tetapi mampu mengolah, memahami, dan memeriksa kebenaran informasi yang diperoleh.
Hal tersebut dinilai semakin relevan bagi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional. Perkembangan kota membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sekaligus daya saing.
“Cakrawana Perkasa” dan Semangat Bertumbuh
Ketua Pelaksana PKKMB Uniba 2026 M. Rainbow Perdana mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal mahasiswa baru mengenal lingkungan kampus dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik.
Tahun ini, PKKMB mengangkat tema “Cakrawana Perkasa” yang menggambarkan luasnya wawasan sekaligus besarnya tantangan yang akan dihadapi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Cakrawana Perkasa berarti luas wawasannya, besar tantangannya. Jangan pernah merasa insecure dengan kemampuan akademik teman-teman. Setiap mahasiswa memiliki proses dan kelebihannya masing-masing,” ujar Rainbow.
Selama empat hari, mahasiswa baru memperoleh berbagai pembekalan mengenai lingkungan kampus dan kehidupan akademik. Pada hari ketiga, mereka juga mendapatkan materi dari Badan Narkotika Nasional (BNN).
Rangkaian PKKMB kemudian ditutup oleh Rektor Uniba pada 17 September 2026. Samsul berharap seluruh peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan perkuliahan dan mampu menjalani proses pendidikan secara konsisten.
“Semoga selama empat hari ini adik-adik mendapat gambaran bagaimana mengikuti kuliah. Semoga bisa menyelesaikan kuliah dengan cepat dan tepat,” katanya.
Melalui PKKMB 2026, mahasiswa baru Uniba diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus. Lebih dari itu, mereka didorong untuk membangun kemandirian, memperkuat daya kritis, memperluas jejaring, dan mengembangkan kreativitas sebagai bekal menghadapi dunia yang terus berubah.










