Campusdaily.id – Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember memperkuat langkah transformasi kelembagaan dengan melakukan Studi Wawasan ke Universitas Brawijaya (UB) dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya benchmarking untuk mempelajari secara langsung pengelolaan bisnis perguruan tinggi, mulai dari tata kelola, pengembangan unit usaha, optimalisasi aset, diversifikasi sumber pendapatan, penguatan kelembagaan, digitalisasi, hingga pengelolaan kinerja bisnis.
Langkah ini dinilai penting bagi UIN KHAS Jember yang kini berstatus Badan Layanan Umum (BLU), terutama dalam memperkuat kemandirian sekaligus menjaga kesehatan keuangan institusi.
Belajar dari Ekosistem Bisnis Universitas Brawijaya
Kunjungan pertama dilakukan ke Universitas Brawijaya (UB). Rombongan P2B UIN KHAS Jember disambut Masruri, S.Si., M.Si., Ph.D., selaku Wakil Direktur Bidang Perencanaan Usaha dan Manajemen Risiko, Sri Palupi Prabandari, SE., M.M., Ph.D., selaku Wakil Direktur Keuangan dan Sumber Daya, serta tim Badan Pengelola Usaha (BPU) UB.
Sekretaris Direktur BPU UB, Naufal, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan itu tidak berhenti sebagai pertukaran pengalaman, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama lintas wilayah Jember-Malang.
Dalam pengelolaan bisnis kampus, Naufal menekankan bahwa orientasi usaha tidak semata-mata mengejar keuntungan. Unit bisnis perguruan tinggi juga harus mampu memberikan layanan prima (service excellent) sekaligus memperkuat branding institusi.
Bagi P2B UIN KHAS Jember, UB menjadi salah satu rujukan karena memiliki ekosistem bisnis yang luas dan terdiversifikasi di berbagai sektor.
Kepala P2B UIN KHAS Jember, Dr. Munir Is’adi, menjelaskan alasan pemilihan UB sebagai salah satu tujuan benchmarking.
“Universitas Brawijaya kami pilih karena memberikan benchmark dari perguruan tinggi umum yang memiliki ekosistem bisnis sangat luas dan terdiversifikasi. Badan usaha mereka mencakup banyak sektor, mulai dari Agro Technopark, Brawijaya Smart School (BSS), UB Guest House, hingga UB Merch and Creative,” jelas Munir.
UIN Malang Jadi Rujukan Pengembangan P2B PTKIN
Setelah kunjungan ke UB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di kampus tersebut, rombongan disambut Direktur P2B UIN Malang, Dr. H. Suud Fuadi, S.HI., M.EI., beserta tim.
Berbeda dengan UB, UIN Malang dipilih karena memiliki karakter kelembagaan yang lebih dekat dengan UIN KHAS Jember. Keduanya sama-sama merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan berstatus BLU.
Munir menjelaskan, UIN Malang memiliki perjalanan panjang dalam membangun kelembagaan bisnis kampus. Proses tersebut dimulai dari pembentukan Holding Company pada tahun 2008 yang kemudian berkembang menjadi Pusat Pengembangan Bisnis pada 2013.
“Artinya, UIN Malang menjadi benchmark untuk mempelajari proses evolusi kelembagaan P2B, bukan sekadar melihat hasil akhirnya. Roadmap bisnis mereka juga sangat terstruktur, termasuk integrasi unit usaha melalui konsep one gate system,” terangnya.
Menurut P2B UIN KHAS Jember, pengalaman UIN Malang memberikan gambaran mengenai bagaimana unit bisnis dapat dikembangkan secara bertahap, terintegrasi, dan memiliki arah pengembangan yang jelas.
P2B Siapkan Quick Wins Setelah Kunjungan
Studi wawasan tersebut tidak akan berhenti pada pertukaran informasi. P2B UIN KHAS Jember telah menyiapkan langkah konkret (action plan) yang akan dilakukan setelah kunjungan.
Munir mengatakan pihaknya akan segera melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap seluruh unit usaha maupun aset yang dimiliki. Selain itu, berbagai praktik baik yang ditemukan selama kunjungan akan dikaji untuk melihat kemungkinan penerapannya di lingkungan UIN KHAS Jember.
“Kami akan menetapkan beberapa program prioritas (quick wins), menyusun serta memperbaiki SOP dan KPI setiap unit, dan target terdekatnya adalah mulai mengembangkan minimal satu unit bisnis yang potensial. Hasil studi komprehensif ini akan menjadi dasar utama penyusunan strategi adaptif dan roadmap pengembangan bisnis P2B UIN KHAS,” tegas Munir.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya P2B untuk mengurangi pola coba-coba dalam mengembangkan usaha. Dengan belajar dari institusi yang telah lebih dahulu membangun ekosistem bisnis, P2B berharap pengembangan unit usaha dapat dilakukan secara lebih terukur dan berbasis evaluasi.
Dorong Bisnis Kampus yang Profesional dan Berkelanjutan
Ke depan, P2B UIN KHAS Jember menargetkan transformasi menjadi pusat pengembangan bisnis yang profesional, inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
Pengembangan bisnis tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan kampus, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan berbasis kinerja.
“P2B diharapkan tidak hanya berorientasi pada pendapatan semata, tetapi juga mampu membangun tata kelola bisnis yang transparan, akuntabel, berbasis kinerja, dan berinovasi menciptakan sumber-sumber pendapatan baru. Ini menjadi instrumen strategis untuk mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan tertentu dan mendukung penuh keberlanjutan pengembangan pendidikan, penelitian, serta layanan institusi di UIN KHAS Jember,” pungkasnya.
Melalui studi wawasan ke UB dan UIN Malang, P2B UIN KHAS Jember berupaya menyusun pijakan baru dalam pengembangan bisnis kampus. Pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diterjemahkan menjadi strategi nyata untuk memperkuat kemandirian kelembagaan sekaligus mendukung keberlanjutan program pendidikan, penelitian, dan layanan universitas.
Sumber Berita: uinkhas.ac.id










