UM dan UPI Kembangkan ChemGenius AI untuk TKA Kimia SMA

Ikon Campus Daily web

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. kliping.um.ac.id

dok. kliping.um.ac.id

Campusdaily.com |- Tim penelitian dari Universitas Negeri Malang (UM) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop pengembangan ChemGenius AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung rekonstruksi instrumen Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia SMA.

Workshop tersebut berlangsung di Bandung pada 4–5 September 2026 dan menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Malang pada 5 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin Prof. Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si. dan Prof. Dr. Wiji, M.Si. yang merupakan anggota tim penelitian dalam program kolaborasi grup riset.

Pengembangan platform ini menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Rekonstruksi Instrumen TKA Kimia SMA melalui Platform Asesmen Adaptif Personal Berbasis AI dan Socioscientific Issues: Design-Based Research Multi Kota.”

Workshop tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memastikan instrumen yang dihasilkan memiliki kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan asesmen. Proses validasi melibatkan dosen ahli serta guru kimia SMA.

Diuji Coba Bersama Guru Kimia

Setelah melalui proses validasi, ChemGenius AI kemudian diuji coba secara terbatas dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Sidoarjo pada 8 September 2026. Uji coba tersebut melibatkan 56 guru kimia yang menjadi pengguna awal platform.

Baca Juga :  Sister City Jadi Peluang Baru, Ekonom Unej Sebut Jember Harus Perkuat Jejaring Global

Hasil angket menunjukkan respons positif pada seluruh aspek yang diukur. Aspek kepraktisan teknis memperoleh rata-rata 4,28 atau 85,6 persen dan masuk kategori sangat baik. Sementara itu, kualitas konten AI mendapatkan rata-rata 4,18 atau 83,5 persen.

Aspek kesesuaian soal bagi siswa dan TKA memperoleh rata-rata 4,01 atau 80,1 persen. Meskipun menjadi aspek dengan nilai terendah, hasil tersebut masih termasuk dalam kategori baik.

Sementara itu, aspek kebermanfaatan bagi guru mencatat nilai rata-rata tertinggi, yakni 4,29 atau 85,8 persen. Nilai tersebut hanya terpaut 0,01 dari aspek kepraktisan teknis yang memperoleh rata-rata 4,28 atau 85,6 persen.

Respons Pengguna Jadi Bahan Penyempurnaan

Hasil uji coba menunjukkan bahwa pengalaman guru sebagai pengguna menjadi salah satu bagian yang mendapatkan respons positif. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa ChemGenius AI memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu pendukung dalam pengembangan instrumen asesmen Kimia SMA berbasis kecerdasan buatan.

Baca Juga :  Terdampak Banjir, Ratusan Mahasiswa UB Dapat Pembebasan UKT

Kehadiran guru dalam proses uji coba juga memberikan masukan penting bagi tim peneliti. Pengalaman langsung pengguna menjadi bagian dari proses untuk melihat bagaimana platform dapat digunakan sekaligus aspek apa saja yang masih perlu disempurnakan.

Dengan demikian, pengembangan ChemGenius AI tidak berhenti pada penciptaan platform berbasis teknologi. Pengembangannya juga mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, karakteristik pengguna, serta tuntutan asesmen pada jenjang SMA.

Menuju Instrumen TKA yang Lebih Adaptif

Hasil workshop dan uji coba terbatas selanjutnya menjadi bagian dari proses pengembangan serta penyempurnaan ChemGenius AI. Tim penelitian terus mengarahkan platform agar mampu menghasilkan instrumen TKA Kimia yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik asesmen SMA.

Melalui perpaduan kecerdasan buatan, asesmen adaptif, serta keterlibatan guru dan dosen ahli, ChemGenius AI diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran Kimia.

Kolaborasi UM dan UPI tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membutuhkan proses pengembangan yang bertahap. Validasi, uji coba, dan masukan pengguna menjadi bagian penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menawarkan teknologi baru, tetapi juga relevan dan dapat memberikan manfaat dalam praktik pendidikan.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB