Campusdaily.id – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di bidang teknologi kendaraan hemat energi. Tim Bumi Siliwangi 1 dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kompetitif UPI berhasil meraih juara III dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026 kategori Prototype kelas Motor Listrik.
Tak sekadar membawa pulang penghargaan, kendaraan rancangan mahasiswa UPI tersebut juga mencatat efisiensi energi terbaik sebesar 494,52 kilometer/kilowatt-hour (km/kWh) pada race ketiga. Capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi dan rekayasa mahasiswa dapat menghasilkan kendaraan listrik yang mampu mengutamakan efisiensi energi.
Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 1-4 Oktober 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur. KMHE mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan kendaraan yang hemat energi sekaligus menguji kemampuan teknis dan inovasi masing-masing tim.
Dari Rancangan hingga Uji Lintasan
Ketua Tim Bumi Siliwangi 1, Rahmadaniar, mengatakan bahwa mengikuti KMHE bukan hanya soal menyiapkan kendaraan untuk berlomba. Peserta harus melalui serangkaian proses teknis, mulai dari perencanaan desain hingga pengujian kendaraan secara langsung di lintasan.
“Prosesnya dimulai dari tahap perencanaan dan penyusunan proposal atau laporan desain. Kemudian berlanjut ke seleksi video technical inspection, dan di tahap final kendaraan langsung diuji on track,” tutur Rahmadaniar melalui siaran pers, Kamis 8 Oktober 2026.
Tahapan tersebut menuntut setiap tim untuk memastikan rancangan kendaraan telah disiapkan secara matang sebelum memasuki arena perlombaan. Kendaraan tidak hanya harus memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga menunjukkan kinerja efisiensi energi saat diuji di lintasan.
Bagi tim Bumi Siliwangi 1, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menguji hasil rancangan sekaligus mengukur kemampuan kendaraan yang dikembangkan mahasiswa UPI.
Motor Listrik dan Baterai Jadi Andalan
Bumi Siliwangi 1 dirancang dengan satu fokus utama, yakni memperoleh efisiensi energi setinggi mungkin. Untuk mendukung tujuan tersebut, kendaraan ini menggunakan motor listrik BLDC (brushless direct current) berdaya 200-500 watt, dengan sumber tenaga dari baterai LiFePO4 (lithium iron phosphate) bertegangan 40-55 volt.
Sistem penggeraknya dikendalikan menggunakan inverter atau kontroler BLDC yang dapat diprogram. Teknologi ini memungkinkan karakteristik kerja motor disesuaikan dengan kebutuhan lintasan, sehingga penggunaan energi listrik bisa dioptimalkan.
Pengaturan sistem penggerak menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kendaraan hemat energi. Tim perlu mempertimbangkan bagaimana tenaga motor digunakan agar kendaraan dapat menempuh jarak sejauh mungkin dengan konsumsi listrik yang rendah.
Tidak hanya mengandalkan sistem kelistrikan, tim juga memperhatikan konstruksi kendaraan. Rangka aluminium dipilih untuk mendukung struktur kendaraan, sementara bodi berbahan komposit serat karbon digunakan untuk menekan bobotnya.
Kombinasi motor listrik, baterai, sistem kontrol yang dapat diprogram, serta material ringan menjadi bagian dari strategi rekayasa Bumi Siliwangi 1. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk mendukung performa kendaraan sekaligus menjaga efisiensi energi selama perlombaan.
Kolaborasi 13 Mahasiswa Lintas Program Studi
Prestasi Bumi Siliwangi 1 lahir dari kerja sama 13 mahasiswa UPI dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Tim ini terdiri atas 11 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dan dua mahasiswa Program Studi Kimia.
Pengembangan kendaraan tersebut dibimbing oleh Sriyono, M.Pd., dan Ramdhani, S.Pd., M.Eng. Dalam tim, mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif berkontribusi pada aspek rekayasa kendaraan, sedangkan mahasiswa Kimia mendukung pemahaman mengenai pengelolaan baterai lithium sebagai sumber energi.
Kolaborasi lintas disiplin ini memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada kemampuan merancang dan merakit komponen mekanis. Pemahaman terhadap karakteristik sumber energi juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan kendaraan yang efisien.
Dengan menggabungkan pengetahuan dari bidang otomotif dan kimia, para mahasiswa dapat bekerja bersama dalam menyelesaikan persoalan teknis yang muncul selama proses pengembangan kendaraan.
KMHE Jadi Ruang Belajar dan Inovasi Mahasiswa
Bagi tim Bumi Siliwangi 1, pencapaian di KMHE 2026 tidak hanya berkaitan dengan posisi di klasemen. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk menerapkan ilmu perkuliahan dalam proyek nyata, mulai dari penyusunan desain, pemilihan komponen, hingga pengujian performa kendaraan.
“Capaian di KMHE 2026 menjadi bukti, kompetisi kendaraan hemat energi dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa. Mereka dapat mengintegrasikan kemampuan desain, rekayasa, pengujian, efisiensi energi, serta kerja kolaboratif lintas disiplin,” ujarnya.
Keberhasilan meraih juara III dan mencatat efisiensi energi terbaik sebesar 494,52 km/kWh pada race ketiga menjadi capaian penting bagi tim. Hasil tersebut sekaligus menunjukkan peran kompetisi mahasiswa sebagai ruang untuk menguji gagasan, mengasah keterampilan teknis, dan membangun kerja sama lintas bidang.
Melalui Bumi Siliwangi 1, mahasiswa UPI menunjukkan bahwa inovasi kendaraan listrik dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus kontribusi dalam pengembangan teknologi transportasi yang lebih hemat energi.
Sumber Berita: koran.pikiran-rakyat.com










