Campusdaily.id – Kelompok usaha mahasiswa Tim Cilok Cinta Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berhasil lolos seleksi sebagai peserta Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026. Ajang kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional tersebut akan digelar secara luring di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Purwokerto, Jawa Tengah, pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.
Kelolosan Tim Cilok Cinta merupakan hasil penilaian kemajuan dan seleksi KMI yang dilakukan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terhadap kelompok usaha penerima bantuan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
KMI Expo XVII 2026 mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”. Ajang ini menjadi ruang bagi mahasiswa wirausaha dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkenalkan produk, menunjukkan inovasi, membangun jejaring, sekaligus mengasah kemampuan bisnis melalui pameran dan berbagai tahapan penilaian.
Bawa Cilok ke Panggung Kewirausahaan Nasional
Bagi Tim Cilok Cinta, keikutsertaan dalam KMI Expo XVII 2026 bukan hanya tentang memamerkan produk di luar kampus. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan usaha mahasiswa UBSI ke tingkat nasional sekaligus menguji kesiapan tim dalam menghadapi proses penilaian dan dinamika dunia kewirausahaan.
Tiga mahasiswa UBSI yang akan membawa Cilok Cinta ke Purwokerto adalah Muhammad Onang Febriandi, Ilham Dian Nugraha, dan Muhammad Rafli Aditya.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, ketiganya akan didampingi Mugi Raharjo selaku Kepala BSI Entrepreneur Center (BEC), serta Mahmud Syarif selaku Koordinator Event BEC.
Persiapan Produk hingga Booth Dimatangkan
Kepala BEC UBSI, Mugi Raharjo, mengatakan persiapan Tim Cilok Cinta dilakukan secara bertahap. Tidak hanya produk yang dipersiapkan, tetapi juga kebutuhan pameran dan materi yang akan digunakan selama proses penjurian.
“Persiapan telah dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan produk, perlengkapan pameran, kebutuhan booth, hingga berbagai materi yang dibutuhkan selama proses penjurian. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan tim dapat mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan baik,” ungkap Mugi, Jumat (25/9).
Rombongan Tim Cilok Cinta dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Purwokerto pada Senin, 28 September 2026 pukul 07.00 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 13.00 WIB.
Setibanya di Purwokerto, tim akan melakukan check-in hotel, registrasi administrasi, serta membawa dan menata perlengkapan menuju lokasi kegiatan di UNSOED.
Pada malam hari, persiapan dilanjutkan dengan dekorasi booth. Tempat tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk menampilkan produk Cilok Cinta, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan identitas, konsep, dan gagasan usaha kepada pengunjung maupun peserta lainnya.
Tiga Hari Penuh Pameran dan Penjurian
Rangkaian KMI Expo XVII 2026 dimulai pada Selasa, 29 September 2026 melalui Opening Ceremony dan Talk Show Kewirausahaan pada pagi hari. Setelah itu, Tim Cilok Cinta akan mengikuti pameran produk dan penjurian KMI pada siang hingga sore hari.
Onang menjelaskan, agenda berlanjut pada hari kedua dengan rangkaian kegiatan yang tidak kalah padat.
“Memasuki hari kedua, pada Rabu, 30 September 2026, kegiatan akan diisi dengan sejumlah agenda, seperti Kirab Budaya, penjurian, pameran produk, dan penjurian KMI Award. Pada hari yang sama juga dijadwalkan berlangsung Sarasehan Kewirausahaan Pimpinan Inkubator dan Dosen,” ujar Onang, Jumat (25/9).
Sementara itu, Kamis, 1 Oktober 2026 menjadi hari terakhir pelaksanaan KMI Expo XVII 2026. Agenda yang dijadwalkan meliputi Collaborative Matching, pameran produk, proses unload produk, serta Closing Ceremony dan Awarding pada malam hari.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan Tim Cilok Cinta dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Bukan Sekadar Pameran, tetapi Ujian Mental Wirausaha
Rangkaian KMI Expo membuat mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan produk yang menarik. Mereka juga dituntut mampu menjelaskan ide bisnis, mempertahankan inovasi, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta menyerap pengalaman dari kelompok usaha mahasiswa lain.
Bagi Tim Cilok Cinta, kesempatan tampil di ajang nasional tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk menguji sejauh mana usaha yang dibangun di lingkungan kampus dapat diperkenalkan dan diterima di ruang yang lebih luas.
Pertemuan dengan mahasiswa wirausaha dari berbagai perguruan tinggi juga membuka peluang pertukaran pengalaman dan memperluas jejaring yang dapat mendukung pengembangan bisnis ke depan.
Tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global” menjadi semangat tersendiri bagi tim. Cilok Cinta yang tumbuh dari kreativitas lokal kini dibawa ke panggung nasional sebagai bagian dari perjalanan mahasiswa UBSI dalam belajar membangun usaha, menghadapi tantangan, dan membaca peluang.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Tim Cilok Cinta UBSI siap bertolak ke Purwokerto. Mereka tidak hanya membawa produk cilok ke arena pameran, tetapi juga membawa gagasan, pengalaman, dan semangat mahasiswa wirausaha UBSI untuk berkembang di tingkat nasional.
Sumber Berita: news.bsi.ac.id










