TEP UI Ajarkan Warga Papua Barat Olah Biji Pala Jadi Hand Sanitizer Bernilai Jual

Ikon Campus Daily web

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. news.detik.com

dok. news.detik.com

Biji pala yang selama ini dijual sebagai bahan mentah dengan nilai ekonomi terbatas mulai dilirik sebagai potensi produk bernilai tambah. Melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI), warga kawasan transmigrasi Werianggi-Werabur, Papua Barat, mendapat pelatihan mengolah biji pala menjadi pembersih tangan atau hand sanitizer.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi sumber daya hayati lokal melalui pengolahan dan pengembangan produk. Program TEP UI di Werianggi-Werabur memang diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal melalui riset, pengolahan, serta hilirisasi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Berawal dari Potensi Pala Lokal

Pelatihan berlangsung di Balai Isombani, Kampung Werianggi, Papua Barat, dan diikuti 20 mama-mama yang tergabung dalam kelompok UMKM Ayawata. Pesertanya terdiri dari masyarakat asli Papua dan transmigran.

Bagi warga, keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif. Mama Katerina Bieth, salah satu peserta pelatihan, berharap pengolahan biji pala bisa membuka peluang usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Harapan kami, pelatihan dan ilmu dari Tim Ekspedisi Patriot UI tidak hanya berhenti sampai di sini saja, melainkan dikembangkan terus sampai menjadi peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga Kampung Werianggi,” kata Mama Katerina Bieth dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga :  PNJ Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Branding Digital dan Manajemen Keuangan

Selain memiliki potensi ekonomi, produk berbasis biji pala tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan sanitasi masyarakat di tengah keterbatasan air bersih.

Proses Pengolahan dan Pengujian

Proses pembuatan dimulai dengan menjemur biji pala selama 5–6 hari hingga kering. Setelah itu, biji ditumbuk hingga halus dan direndam menggunakan alkohol 70 persen dengan perbandingan 1:5 selama tiga hari. Campuran kemudian disaring dan ekstraknya dimasukkan ke dalam botol semprot.

Namun, potensi biji pala sebagai bahan antiseptik masih dalam tahap verifikasi melalui pengujian. Fhira, anggota TEP UI, menjelaskan bahwa informasi mengenai kandungan tersebut sebelumnya diperoleh dari kajian literatur.

“Kandungan itu kita lihat dari jurnal. Ternyata memang ada kandungannya untuk antiseptik. Cuma kita juga lagi meninjau lebih lanjut, setelah dicampur alkohol dan nonalkohol, apakah kandungan biji pala ini benar sebesar itu,” ujar Fhira, anggota Tim Ekspedisi Patriot UI, Jumat, (25/9) kemarin.

Pengujian laboratorium dilakukan dengan membandingkan empat sampel, yakni tanpa hand sanitizer, hand sanitizer berbahan biji pala, berbahan daging pala, serta air rendaman biji pala tanpa alkohol.

Dari Produk Lokal Menuju Pasar

Setelah hasil pengujian diperoleh, produk tersebut direncanakan diperkenalkan kepada sejumlah kepala daerah pada 1 Oktober sebagai langkah awal menuju pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  B2B2C untuk UMKM: Cara Memperluas Jangkauan Pasar Tanpa Beban Operasional

Pengembangan potensi lokal seperti ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan ekonomi desa dan UMKM. Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada 14 Agustus 2026 juga menekankan posisi ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan sebagai bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.

“Ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan,” ujar Presiden Prabowo, Jumat (14/8) lalu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai kehadiran TEP menunjukkan bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kalian tidak hanya turun membawa penguasaan ilmu, tetapi juga solusi yang membumi,” ujar AHY Kamis, (17/9) saat audiensi dengan TEP di Jayapura.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menekankan pentingnya mengembangkan potensi sederhana di sekitar masyarakat melalui keterampilan, teknologi, pengemasan, dan akses pasar.

“Kita mulai dari langkah-langkah kecil, tetapi hasilnya harus terukur dan benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Iftitah.

Melalui pengolahan biji pala, potensi lokal Werianggi-Werabur kini diarahkan untuk memiliki nilai tambah. Langkah tersebut menjadi contoh bagaimana sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat dapat dikembangkan melalui pengetahuan, riset, dan keterampilan.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB