UGM Periksa Kesehatan 80 Perajin Perak Kotagede, Siapkan Pendampingan Berkelanjutan Selama Tiga Tahun

Ikon Campus Daily web

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok.harianjogja.com

dok.harianjogja.com

Portalmahasiswa.com – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) memulai program pengabdian masyarakat bertajuk JAGADHITA dengan memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan kepada 80 perajin perak di Kotagede. Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 04 Purbayan, Kotagede, Rabu (29/7/2026), ini menjadi langkah awal pendampingan berkelanjutan selama tiga tahun ke depan.

Melalui program tersebut, tim multidisiplin FK-KMK UGM akan memetakan pola gangguan kesehatan para perajin, meneliti potensi dampak limbah terhadap lingkungan, hingga merancang berbagai intervensi agar para perajin tetap sehat dan produktif.

Identifikasi Risiko Kesehatan Akibat Paparan Lingkungan Kerja

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. dr. Umi Solekhah Intansari, M.Kes., Sp.PK., Subsp.I.K.(K), Subsp.P.I.(K), menjelaskan bahwa program ini diprakarsai oleh Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni).

Pada tahap awal, tim akan mengidentifikasi potensi gangguan alergi yang mungkin dialami para perajin akibat paparan bahan-bahan yang digunakan selama proses produksi. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Kegiatan ini sebetulnya pengabdian masyarakat untuk perajin Kotagede. Jadi ini memang kegiatan yang diprakarsai Peralmuni. Kegiatannya bersifat multidisiplin dan bertujuan memberikan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  SB IPB Ukir Prestasi Global, Konsep Bisnis Berkelanjutan Antar Raih Penghargaan ABEST21

Menurut Umi, perajin perak dipilih karena memiliki risiko paparan berbagai zat selama proses produksi yang dampaknya terhadap kesehatan masih memerlukan kajian lebih mendalam. Sebelumnya, FK-KMK UGM juga telah menjalankan program serupa bagi perajin batik.

“Di batik itu sudah selesai, kemudian kita cari kelompok mana yang rentan,” jelasnya.

Pemeriksaan Diperluas hingga Lingkungan Keluarga

Hasil pemeriksaan kesehatan nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk memetakan berbagai gejala maupun gangguan kesehatan yang dialami para perajin.

Tak hanya menyasar pekerja, pemeriksaan juga akan diperluas kepada anggota keluarga melalui kunjungan langsung ke rumah masing-masing. Langkah ini dilakukan agar tim memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan masyarakat di kawasan sentra kerajinan perak Kotagede.

Program yang didukung hibah fakultas ini dirancang berlangsung selama tiga tahun sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan industri kerajinan perak yang telah menjadi warisan budaya selama ratusan tahun.

“Hari ini targetnya ada 80 perajin. Menurut Ketua Kelompok Perajin, ada 60 perajin di Purbayan dan 20 di Prenggan,” lanjutnya.

Pengalaman Pendampingan Perajin Batik Jadi Bekal

Dosen FK-KMK UGM, dr. Sri Awaliyah Febriana, M.Kes., Sp.DVE., Subsp.D.A.I., Ph.D., mengatakan pendekatan serupa sebelumnya telah diterapkan kepada perajin batik di Kulonprogo sejak 2016.

Selama hampir lima tahun, para perajin memperoleh pendampingan yang meliputi pemeriksaan kesehatan, evaluasi kualitas lingkungan, kualitas air, hingga kualitas udara. Program tersebut juga menghasilkan berbagai intervensi, termasuk penyediaan fasilitas pengolahan limbah.

Baca Juga :  Transisi Kompor LPG ke Listrik, Kemdiktisaintek Dorong Kebijakan Berbasis Riset Kampus

“Kami juga bekerja sama dengan Fakultas MIPA UGM dan ITB. Dari ITB rencananya mungkin tahun depan sudah mulai bergabung karena saat ini masih tahap persiapan,” jelasnya.

Ia berharap program di Kotagede mampu meningkatkan kesadaran para perajin terhadap berbagai risiko kesehatan sehingga mereka dapat menerapkan langkah pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan.

Dapat Apresiasi dari Pemerintah dan Masyarakat

Program pengabdian masyarakat FK-KMK UGM mendapat sambutan positif dari pemerintah setempat.

Mantri Pamong Praja Kemantren Kotagede, Komaru Ma’arif, mengapresiasi perhatian UGM terhadap kesehatan para perajin sekaligus kondisi lingkungan tempat mereka bekerja.

“Kadang kesehatan diri kita itu tidak kita perhatikan karena sibuk dengan usaha agar laris atau sebagainya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Pinituwa Tuwanggana Kelurahan Purbayan, Miftachul Alfin, yang menyebut RW 04 merupakan salah satu kawasan dengan jumlah perajin perak dan logam terbanyak di Kotagede.

“Memang sentra pengrajin banyak di Purbayan, terutama di RW 04 ini. Di RW 04 merupakan sentra perajin perak dan logam yang paling banyak dibandingkan wilayah lainnya,” ujarnya.

Melalui pendampingan jangka panjang ini, FK-KMK UGM berharap kesehatan para perajin dapat terjaga sehingga industri kerajinan perak Kotagede tetap berkembang sebagai salah satu warisan budaya yang bernilai ekonomi sekaligus memiliki lingkungan kerja yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Sumber Berita: harianjogja.com

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB