Komisi VIII DPR Dukung UIN SMH Banten Buka Prodi Pengobatan Alternatif

Ikon Campus Daily web

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. kemenag.go.id

dok. kemenag.go.id

Kampusdaily.com |- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi Islam yang berdaya saing global. Salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan adalah pembukaan program studi pengobatan alternatif yang memadukan pengetahuan pengobatan tradisional dengan kearifan lokal Banten.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Komisi VIII DPR. Dukungan disampaikan anggota Komisi VIII DPR Wardatul Asriah saat melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke UIN SMH Banten pada Kamis (20/8/2026).

Kunjungan kerja tersebut mengangkat tema “Penguatan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Menuju World Class University” dan berlangsung di Aula Serbaguna Gedung Rektorat UIN SMH Banten. Pertemuan menjadi ruang dialog untuk membahas pengembangan kampus sekaligus menggali berbagai kebutuhan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Menatap Target World Class University 2045

Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya memiliki visi menjadi universitas Islam yang unggul, memiliki reputasi internasional, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Visi tersebut menjadi arah pengembangan kampus dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, inovasi akademik, hingga penguatan fasilitas. UIN SMH Banten menargetkan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan agar mampu memenuhi standar perguruan tinggi berkelas dunia.

“Visi ini terus kami wujudkan sampai institusi ini berpusat menjadi world class university pada tahun 2045,” tutur Prof. Ishom, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Prof. Sahiron, jajaran wakil rektor, para dekan, serta seluruh kepala unit dan bagian di lingkungan kampus maupun fakultas.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan kebijakan dari pimpinan, tetapi juga kolaborasi lintas unsur di lingkungan kampus dan dukungan pemangku kepentingan.

Rencana Fakultas Kesehatan dengan Sentuhan Kearifan Lokal

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana UIN SMH Banten membuka Fakultas Kesehatan dengan Program Studi Pengobatan Alternatif Tiongkok.

Prof. Ishom menjelaskan, program tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mempelajari sistem pengobatan alternatif dari luar. UIN SMH Banten ingin mengembangkan pendekatan yang menggabungkan pengetahuan tersebut dengan kearifan lokal Banten.

Baca Juga :  FIA UI Perkuat Jejaring Global, Gandeng Zhejiang University Tingkatkan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Ilmu pengobatan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Banten dinilai memiliki potensi untuk dikaji lebih mendalam melalui pendekatan akademik. Dengan penelitian yang terarah, pengetahuan tradisional tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan keilmuan yang lebih sistematis.

Gagasan ini sekaligus menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi ruang bertemunya pengetahuan modern dengan warisan lokal. Jika dikembangkan melalui penelitian dan standar akademik yang tepat, kearifan masyarakat dapat memiliki nilai tambah tanpa kehilangan akar budayanya.

Fasilitas Kampus Disiapkan untuk Agenda Besar

Selain mengembangkan inovasi akademik, UIN SMH Banten juga terus memperkuat fasilitas pendukung. Prof. Ishom mengungkapkan bahwa kampus memiliki fasilitas multifungsi dengan kapasitas hingga 6.000 orang.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan berskala nasional. Bahkan, UIN SMH Banten menyatakan kesiapannya untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 di Banten.

Pengembangan fasilitas juga didukung unit bisnis kampus. Di antaranya pengelolaan kompleks perkantoran perbankan serta fasilitas penginapan setara hotel bintang tiga yang dapat digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan publik.

Pengelolaan aset kampus secara produktif menjadi bagian dari strategi penguatan kelembagaan. Dengan demikian, aset yang dimiliki perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas internal, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dorongan untuk Beasiswa dan Penambahan Dosen

Di tengah berbagai rencana pengembangan tersebut, UIN SMH Banten juga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih harus diperkuat. Salah satunya adalah penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa.

Beasiswa dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi masyarakat Banten yang memiliki keterbatasan ekonomi. Semakin luas dukungan pembiayaan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Selain beasiswa, kebutuhan terhadap penambahan formasi dosen juga menjadi perhatian. Saat ini rasio pengajar disebut masih berada pada angka satu berbanding enam puluh. Penambahan tenaga pengajar diperlukan untuk memperbaiki rasio tersebut sekaligus mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran.

Komisi VIII Apresiasi Inovasi UIN SMH Banten

Wardatul Asriah yang hadir mewakili Ketua Komisi VIII DPR H. Marwan Dasopang mengapresiasi tata kelola serta berbagai inovasi yang dilakukan UIN SMH Banten.

Baca Juga :  Fathurroji Raih Penghargaan Blogger Terpopuler 2025 dari SeedBacklink

Menurutnya, perguruan tinggi modern tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan yang memiliki jiwa kewirausahaan. Kemampuan tersebut diperlukan agar aset dan potensi kampus dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Politikus Partai Gerindra tersebut juga menyampaikan apresiasi terhadap rancangan induk pembangunan kampus yang dinilai konsisten memperhatikan kelestarian lingkungan dan kebersihan.

“Kami bersyukur dan merasakan sebuah kedamaian hati masuk ke sini. Kampus ini tidak hanya indah, tetapi kebersihannya sangat terjaga. Rencana UIN Banten untuk membuka prodi alternatif pengobatan yang mengangkat kearifan lokal juga merupakan terobosan cerdas yang akan kami dukung,” ungkapnya.

Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi UIN SMH Banten dalam mengembangkan program akademik yang memiliki karakter khas sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Memperkuat Internasionalisasi PTKIN

Sementara itu, Direktur Diktis Kemenag Prof. Sahiron Syamsuddin menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam mendorong internasionalisasi 59 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.

Menurutnya, pengakuan internasional menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam Indonesia. Upaya tersebut harus diwujudkan melalui program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar PTKIN dan PTKIS mendapatkan pengakuan dari masyarakat internasional. Programnya sangat komprehensif, mencakup publikasi bersama, riset kolaboratif, hingga pengiriman profesor ke luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, dan Eropa,” jelas Dir Diktis.

Kementerian Agama juga tengah memfasilitasi pelatihan bahasa dan metodologi riset secara intensif bagi dosen-dosen muda. Program tersebut dipersiapkan sebelum mereka melanjutkan studi doktoral ke luar negeri.

Ruang Dialog untuk Masa Depan Pendidikan Islam

Kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR ke UIN SMH Banten kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi civitas akademika untuk menyampaikan aspirasi secara langsung terkait berbagai kebutuhan dan tantangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Rangkaian pembahasan menunjukkan bahwa perjalanan menuju world class university membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan fisik. Penguatan sumber daya manusia, akses pendidikan, inovasi akademik, penelitian, pengelolaan aset, serta jejaring internasional menjadi bagian yang saling berkaitan.

Bagi UIN SMH Banten, rencana membuka program studi pengobatan alternatif dengan mengangkat kearifan lokal menjadi salah satu bentuk keberanian menghadirkan inovasi. Di sisi lain, dukungan Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama dapat menjadi modal penting untuk memperkuat langkah kampus menuju cita-cita sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing internasional, sekaligus tetap berpijak pada kekayaan pengetahuan dan budaya lokal.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan
Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra
UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau
Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani
PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen
Baznas Siapkan Rp22 Miliar untuk Beasiswa 200 Mahasiswa Palestina
Sunday Market UMKM Banyumeneng Hadirkan Ruang Baru untuk Produk Lokal
Riset UGM Eksplorasi Kesumba Keling, Bahan Alam untuk Kandidat Terapi TNBC

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 00:04 WIB

Bupati Garut Lepas Mahasiswa KKN UPI, Fokus Tingkatkan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 15:12 WIB

Mahasiswa UPI Ciptakan Netravest, Rompi AI untuk Bantu Tunanetra

Jumat, 11 September 2026 - 12:53 WIB

UGM Bagikan Strategi Merawat Tanaman Pakan Ternak di Musim Kemarau

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Mahasiswa Mappi di UNJ Digembleng untuk Jadi Pribadi Tangguh dan Berani

Kamis, 10 September 2026 - 13:28 WIB

PORSI JAWARA II Diikuti 18 PTKIN, UIN KHAS Kirim 125 Kontingen

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB