Peringkat Pendidikan QS 2026: NTU Teratas, UPI Wakili Indonesia

Ikon Campus Daily web

Minggu, 13 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. dataloka.id

dok. dataloka.id

Campusdaily.com |- Nanyang Technological University (NTU), Singapura, kembali mencatatkan prestasi di tingkat global. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk kategori Education & Training, NTU menjadi universitas bidang pendidikan dengan peringkat tertinggi di Asia Tenggara.

NTU menempati posisi kedelapan dunia dengan skor 86,1 poin. Capaian tersebut sekaligus menjadikan NTU satu-satunya perguruan tinggi dari Asia Tenggara yang berhasil masuk 10 besar dunia dalam bidang pendidikan.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi NTU cukup jauh meninggalkan universitas lain. Universiti Malaya dari Malaysia menjadi perguruan tinggi berikutnya dengan peringkat bersama ke-71 dunia dan memperoleh skor 71,9 poin.

Sementara itu, Indonesia menempatkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam kelompok teratas. UPI berada pada rentang peringkat 101–150 dunia, bersama UCSI University dari Malaysia.

UPI Melonjak Signifikan

UPI mencatat perkembangan cukup mencolok dalam QS WUR by Subject 2026. Universitas yang berbasis di Bandung tersebut berhasil naik dari rentang 251–300 dunia pada edisi 2025 menjadi 101–150 dunia pada pemeringkatan tahun ini.

Lonjakan tersebut membuat UPI menjadi universitas bidang pendidikan dengan posisi tertinggi di Indonesia. Pada tingkat Asia, UPI berada di peringkat ke-31.

Di Asia Tenggara, UPI berada di belakang NTU dan Universiti Malaya berdasarkan kelompok peringkat global. UPI juga berada dalam rentang yang sama dengan UCSI University.

Baca Juga :  Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Perlu diketahui, QS tidak lagi memberikan nomor peringkat tunggal kepada seluruh universitas setelah posisi ke-100. Karena itu, perguruan tinggi yang berada di posisi berikutnya dikelompokkan dalam rentang tertentu, seperti 101–150, 151–200, dan 201–250.

Universitas Negeri Malang Masuk Kelompok Atas

Selain UPI, Indonesia juga memiliki Universitas Negeri Malang (UM) dalam kelompok teratas pemeringkatan Education & Training di Asia Tenggara.

UM berada pada rentang peringkat 201–250 dunia. Universitas tersebut berada dalam kelompok yang sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama dari kawasan Asia, seperti Chulalongkorn University, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Putra Malaysia.

Kehadiran UPI dan UM memperlihatkan posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi kawasan. Keduanya menjadi dua perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam kelompok 250 besar dunia untuk bidang Education & Training.

Malaysia Unggul dari Jumlah Wakil

Jika dilihat berdasarkan jumlah perguruan tinggi, Malaysia menjadi negara Asia Tenggara dengan perwakilan terbanyak dalam kelompok teratas. Tujuh dari 11 universitas yang masuk kelompok tersebut berasal dari Malaysia.

Wakil Malaysia tersebar dalam beberapa rentang peringkat setelah NTU. Universiti Malaya berhasil masuk 100 besar dunia, sedangkan UCSI University berada pada rentang 101–150. Sejumlah kampus Malaysia lainnya menempati kelompok 151–200.

Singapura sendiri hanya menempatkan satu universitas, tetapi langsung berada di posisi tertinggi kawasan melalui NTU. Thailand juga memiliki satu wakil, yakni Chulalongkorn University.

Sementara itu, negara-negara Asia Tenggara lainnya belum menempatkan universitas dalam rentang 250 besar dunia untuk kategori Education & Training.

Baca Juga :  Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Perak Asian Games 2026

Bidang Education & Training yang Dinilai

QS WUR by Subject tidak sekadar menilai satu program studi sarjana. Pemeringkatan ini melihat kekuatan akademik institusi secara keseluruhan dalam bidang tertentu, termasuk Education & Training.

Bidang tersebut dapat mencakup pendidikan guru, ilmu pendidikan, kurikulum, pedagogi, kebijakan pendidikan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, serta penelitian yang berkaitan dengan proses belajar dan mengajar.

Dalam melakukan pemeringkatan berdasarkan bidang ilmu, QS menggunakan lima indikator utama. Indikator tersebut meliputi reputasi akademik, reputasi di kalangan pemberi kerja, sitasi per artikel ilmiah, Indeks-H, dan jaringan penelitian internasional.

Bobot setiap indikator disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang. Dengan demikian, metode penilaian QS WUR by Subject tidak sepenuhnya sama dengan QS World University Rankings yang menilai universitas secara keseluruhan.

Peringkat Perlu Dibaca Secara Bijak

Pemeringkatan internasional dapat menjadi salah satu referensi bagi calon mahasiswa ketika mencari perguruan tinggi. Namun, posisi dalam QS tidak otomatis menggambarkan keseluruhan pengalaman akademik yang akan diperoleh mahasiswa.

Calon mahasiswa tetap perlu melihat berbagai aspek lain sebelum menentukan pilihan. Kurikulum, konsentrasi pendidikan, akreditasi, biaya kuliah, bahasa pengantar, fasilitas, peluang praktik mengajar, hingga jenjang pendidikan yang tersedia perlu menjadi pertimbangan.

Universitas dengan peringkat yang sama pun belum tentu memiliki keunggulan yang identik. Ada kampus yang lebih menonjol dalam pendidikan guru, sementara lainnya dapat memiliki kekuatan pada riset kebijakan, teknologi pendidikan, maupun manajemen sekolah.

Karena itu, hasil QS WUR by Subject 2026 dapat dijadikan gambaran mengenai kekuatan akademik suatu institusi, tetapi keputusan memilih universitas tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan studi, dan bidang yang ingin ditekuni calon mahasiswa.

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB