AIESEC in Universitas Negeri Jakarta (UNJ) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan sekaligus kepedulian terhadap persoalan sosial. Komitmen tersebut diwujudkan melalui skema Integrated Experience Program (IXP), yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui berbagai proyek sosial.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti program tersebut adalah Nayla Putri Anandhita, mahasiswa Program Studi Psikologi UNJ. Ia berkesempatan berangkat ke Manila, Filipina, untuk menjalankan proyek sosial bertajuk Youth4Impact.
Program tersebut menjadi ruang bagi Nayla untuk mengembangkan kemampuan diri sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan yang berorientasi pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Fokus pada Pendidikan Berkualitas
Youth4Impact dirancang selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 yang berfokus pada pendidikan berkualitas. Melalui proyek ini, peserta didorong untuk berkontribusi dalam membuka akses edukasi yang inklusif bagi anak-anak dan remaja dari kalangan marjinal.
Selain memberikan pembelajaran, program juga mencakup pembinaan karakter serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan komunitas sasaran. Pendekatan tersebut membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membangun interaksi yang lebih dekat dengan anak-anak dan remaja.
Selama berada di Manila, Nayla menyusun kurikulum interaktif yang membahas kebersihan diri serta kesehatan mental remaja. Materi tersebut diberikan dengan pendekatan yang lebih komunikatif agar mudah diterima oleh peserta didik.
Menurut Nayla, penggunaan bahasa Inggris di Filipina juga menjadi salah satu pertimbangan yang membantunya menjalani proses komunikasi dan adaptasi selama mengikuti program.
“Semua anak di seluruh dunia berhak atas pendidikan yang berkualitas. Melalui proyek ini, saya dapat menyalurkan kepedulian sosial secara nyata sekaligus mengasah kapasitas kepemimpinan diri (leadership) di tengah tantangan lingkungan internasional,” ujar Nayla dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
Belajar dari Tantangan di Lapangan
Pengalaman di Manila tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Salah satu hal yang harus dihadapi Nayla adalah perbedaan sistem transportasi publik yang belum sepenuhnya terintegrasi seperti di Jakarta.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari proses adaptasi. Nayla mencoba memahami pola mobilitas masyarakat setempat dengan menggunakan berbagai moda transportasi lokal, seperti LRT, Jeepney, E-Trike, hingga Tricycle.
Pengalaman menggunakan transportasi tersebut tidak hanya membantunya menjalankan aktivitas selama program, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat lokal. Dari proses tersebut, kemampuan beradaptasi dan memahami lingkungan baru menjadi bagian penting dari pengalaman internasional yang dijalani.
Selain kegiatan edukasi, Nayla turut berpartisipasi dalam pendistribusian makanan melalui Feeding Program. Kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di komunitas sasaran.
Menjadi Ruang Diplomasi Budaya
Youth4Impact juga menjadi ruang bagi Nayla untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Bersama relawan dari Spanyol, Tiongkok, dan Jepang, ia menginisiasi seminar kebudayaan Indonesia.
Kegiatan tersebut memperkenalkan berbagai kekayaan Nusantara, mulai dari tarian tradisional, kuliner khas daerah, hingga permainan interaktif. Pertukaran budaya ini menjadi bagian dari pengalaman lintas negara yang memungkinkan para relawan dan masyarakat setempat saling mengenal latar belakang budaya masing-masing.
Keterlibatan dalam proyek sosial internasional tersebut turut memperkaya pengalaman Nayla. Interaksi dengan masyarakat dan relawan dari berbagai negara menjadi ruang untuk mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan berpikir kritis, serta empati kultural.
Melalui pengalaman tersebut, AIESEC in UNJ menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat menjadi ruang belajar yang lebih luas. Tidak hanya membangun kemampuan kepemimpinan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung terhadap isu pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.
Pengalaman Nayla di Filipina diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk mengambil peran aktif di tingkat internasional, memperluas wawasan, serta menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat.










