Campusdaily.com |- Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mencatatkan prestasi dalam ajang Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 21–26 September 2026 tersebut digelar di Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam kompetisi tersebut, tiga tim UNY berhasil meraih penghargaan pada kategori yang mereka ikuti. Tim Voyager sukses membawa pulang Juara II pada kategori Long Endurance Low Altitude (LELA). Sementara itu, Tim Rejetion meraih Juara III pada kategori Racing Plane (RP), sedangkan Tim Az Zawra Biantara memperoleh Juara Harapan II pada kategori Technology Development (TD).
Berawal dari Proses Riset dan Pengembangan
Capaian tersebut menjadi hasil dari proses persiapan panjang yang dilakukan masing-masing tim sebelum turun dalam kompetisi. Para mahasiswa tidak hanya berfokus pada perlombaan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengembangan teknologi.
Tahapan tersebut meliputi perancangan dan pembuatan wahana, integrasi sistem, pemrograman, pengujian, hingga penyempurnaan performa. Setiap proses dilakukan untuk memastikan wahana mampu memenuhi kebutuhan dan tantangan pada kategori perlombaan yang diikuti.
Dosen pendamping tim KRTI UNY Dr. Yuwono Indro mengatakan prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa UNY dalam bersaing dengan perguruan tinggi yang memiliki tradisi kuat di bidang teknologi dan robotika.
“Dari lima kategori yang diperlombakan, UNY memperoleh Juara II pada kategori LELA, Juara III pada kategori RP, dan Harapan II pada kategori TD” katanya.
Performa Wahana Terus Ditingkatkan
Meski berhasil meraih sejumlah penghargaan, Yuwono menilai masih terdapat beberapa aspek yang perlu dikembangkan. Salah satunya adalah peningkatan performa wahana atau pesawat melalui riset dan pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, desain berbasis data dalam proses riset dan uji coba lapangan juga perlu diperkuat. Selain itu, inovasi dan diferensiasi teknologi menjadi bagian penting agar wahana yang dikembangkan dapat terus memiliki keunggulan.
Pembaruan wahana mengikuti perkembangan teknologi terbaru juga perlu dilakukan. Di sisi lain, kaderisasi dan regenerasi anggota menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan prestasi tim KRTI UNY.
“Dengan cara ini, capaian tahun ini tidak berhenti pada satu angkatan, tetapi menjadi fondasi bagi prestasi UNY yang berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya” papar dosen Fakultas Teknik UNY tersebut.
KRTI Jadi Ruang Belajar Teknologi
Kontes Robot Terbang Indonesia merupakan ajang kompetisi mahasiswa yang mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak dan sistem robotika udara.
Melalui KRTI, mahasiswa dapat mengasah kemampuan dalam teknologi penerbangan, robotika, sistem kendali, pemrograman, hingga integrasi berbagai sistem ke dalam sebuah wahana udara.
Keberhasilan Tim Az Zawra Biantara, Tim Voyager, dan Tim Rejetion menjadi bagian dari kiprah UNY dalam mendorong pengembangan potensi mahasiswa melalui riset, inovasi, dan kompetisi di bidang sains serta teknologi.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa UNY untuk terus mengembangkan kompetensi, memperkuat budaya riset, dan melahirkan inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan teknologi di Indonesia.










