Campusdaily.com |- Prestasi membanggakan kembali diukir atlet Indonesia pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satu kabar menggembirakan datang dari cabang olahraga rowing. Atlet nasional Rendi Setia Maulana berhasil mengamankan medali perak sekaligus membawa nama Indonesia bersinar di tingkat Asia.
Rendi bukan hanya seorang atlet. Ia tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Perjalanannya menjadi bukti bahwa dunia pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan ketika keduanya dijalani dengan kesungguhan.
Berjuang Bersama Tim
Pada pertandingan final nomor Men’s Quadruple Sculls, Rendi turun bersama tiga rekan setimnya, yakni Ihram, Febrian, dan Memo. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) tersebut menjadi momen penting bagi kuartet dayung Merah Putih.
Tim Indonesia berhasil menyentuh garis finis di posisi kedua dengan catatan waktu 5 menit 47,90 detik. Medali emas diraih oleh tim China setelah mencatatkan waktu 5 menit 46,03 detik. Sementara itu, Uzbekistan menempati posisi ketiga dengan waktu 5 menit 48,96 detik dan membawa pulang medali perunggu.
Selisih waktu yang sangat tipis menunjukkan ketatnya persaingan di lintasan. Medali perak tersebut menjadi hasil dari kerja sama tim, ketahanan fisik, serta latihan panjang yang telah dijalani para atlet.
Latihan Panjang dan Dukungan Kampus
Rowing bukan olahraga yang bisa ditaklukkan hanya dengan mengandalkan kecepatan. Kekuatan fisik, daya tahan otot, konsistensi, serta kekompakan tim menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan. Karena itu, pencapaian Rendi di Asian Games tidak lepas dari proses latihan dan pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Proses pembinaan Rendi juga mendapat pendampingan dari pelatih yang merupakan dosen PKO FPOK UPI, Dr Dede Rohmat, MPd. Dukungan tersebut menunjukkan peran kampus tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam mengembangkan potensi mahasiswa di dunia olahraga.
Rektor UPI Prof Dr Didi Sukyadi, M A, turut memberikan apresiasi atas perjuangan atlet dan sivitas akademika UPI yang ikut memperkuat kontingen Indonesia.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada mereka, selamat berjuang, harumkan nama baik bangsa, kemudian kibarkan Merah Putih dan kumandangkan lagu Indonesia Raya di luar negeri. Kita semua seluruh sivitas akademika UPI berdoa untuk kesehatan, kelancaran, dan keberhasilan teman-teman berjuang di sana melalui duta-duta olahraga kita,” ujar Didi dikutip dari laman UPI, Senin (28/9/2026).
Inspirasi bagi Mahasiswa
Dukungan senada disampaikan Dekan FPOK UPI Prof Dr Komarudin, MPd. Ia berharap partisipasi dosen dan mahasiswa FPOK dapat terus memberikan kontribusi optimal bagi bangsa, baik melalui bidang olahraga maupun pendidikan.
Medali perak yang diraih Rendi Setia Maulana bukan sekadar angka di papan hasil pertandingan. Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan seorang mahasiswa dapat membawa nama kampus sekaligus bangsa ke panggung internasional.
Rendi juga berharap pencapaian ini dapat menjadi pemantik lahirnya prestasi-prestasi internasional baru dari mahasiswa UPI lainnya. Semangat tersebut menjadi pesan bahwa prestasi tidak berhenti pada satu medali, tetapi dapat menjadi awal bagi munculnya lebih banyak atlet muda Indonesia yang berani bersaing di level dunia.










