Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-45 di Auditorium Untirta, Sindangsari, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema “Sinergi Inovasi, Berdampak Nyata Membangun Negeri,” momentum ini menjadi ruang refleksi perjalanan Untirta sekaligus penguatan komitmen untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Ketua Panitia Dies Natalis, Prof. Dr. Meutia, S.E., M.P., menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan dan kontribusi universitas.
“Peringatan Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia institusi. Lebih dari itu, momentum ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang, pencapaian, serta sumbangsih nyata Untirta tercinta bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” ujarnya.
Menurutnya, tema yang diangkat juga menegaskan pentingnya dampak perguruan tinggi bagi masyarakat melalui lulusan dan karya riset.
“Tema ini mengingatkan kita bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari seberapa besar reputasi internalnya, tetapi dari seberapa besar dampak positif yang diberikan lulusan dan karya risetnya kepada masyarakat luas,” katanya.
Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi
Rangkaian Dies Natalis berlangsung sejak September hingga Oktober dengan berbagai kegiatan akademik, riset, olahraga, seni, lingkungan, sosial, hingga hiburan. Di bidang akademik dan riset, Untirta menghadirkan kegiatan ilmiah serta kerja sama riset internasional dengan mitra dari Prancis, Australia, dan Afrika Selatan.
Sementara itu, kegiatan sosial mencakup Untirta Award, santunan anak yatim dan dhuafa, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, seminar motivasi keluarga, hingga penyerahan ijazah Paket C kepada Pesantren Huffazh Mambaul Quran. Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dengan agenda apresiasi dan konser musik pada 16 Oktober.
“Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai September sampai Oktober. Banyak sekali yang sudah kita lakukan, baik di bidang ilmiah, kerja sama riset internasional, olahraga, seni, kearsipan, penanaman pohon, hiburan, aneka lomba, hingga kegiatan sosial,” tutur Prof. Meutia.
Menuju Kampus HITS and Green
Dalam Orasi Ilmiahnya, Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., mengangkat tema “Transformasi Untirta sebagai Kampus Berkelanjutan”. Ia menempatkan konsep Healthy, Integrated, Smart and Green (HITS and Green) University sebagai bagian penting dari arah transformasi kampus.
Konsep tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem perguruan tinggi yang sehat, cerdas, hijau, dan inklusif. Pengembangannya mencakup infrastruktur ICT, sistem informasi terintegrasi, tata kelola, penjaminan mutu, penguatan kelompok riset, hilirisasi riset, hingga persiapan menuju PTN-BH.
Di bidang lingkungan, Untirta mengembangkan energi terbarukan, konservasi air, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan kertas dan plastik, ruang terbuka hijau, serta transportasi ramah lingkungan.
“Dengan semangat bahu-membahu dan gotong royong, Untirta mampu melompat tinggi. Kampus yang dahulu kita impikan kini berdiri tegak sebagai kampus yang maju, berwibawa, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menatap Masa Depan Untirta
Memasuki usia ke-45, Untirta menargetkan sejumlah capaian strategis, mulai dari penguatan reputasi internasional, peningkatan posisi dalam UI GreenMetric, penambahan jumlah guru besar, dana abadi Rp500 miliar, hingga terwujudnya PTN-BH dan Rumah Sakit Pendidikan Untirta.
Rektor juga menitipkan keberlanjutan kampus kepada generasi berikutnya.
“Saya titipkan rumah besar kita bersama ini. Lanjutkan hal-hal baik yang telah kita tanam. Rawatlah Untirta Jawara sebagai kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang kehadirannya memberikan dampak nyata,” katanya.
Ia kemudian mengajak seluruh sivitas akademika terus menjaga semangat kolaborasi dan pengabdian.
“Jadikan Untirta makin maju, makin menjulang tinggi di panggung dunia, namun tetap membumi dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Dies Natalis ke-45 turut dimeriahkan pameran karya dan inovasi yang menampilkan hasil riset serta produk kreatif dosen dan mahasiswa. Pameran tersebut menjadi gambaran bahwa inovasi Untirta tidak berhenti di ruang akademik, tetapi diarahkan untuk menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat.










