Sebanyak 34 karya terbaik mahasiswa dari empat jenjang studio perancangan Arsitektur Fakultas Teknik dan Desain Industri (FTDI) Universitas Islam Indonesia (UII) dipamerkan kepada publik selama dua pekan. Pameran berlangsung mulai Jumat, 25 September 2026, di Ruang Pamer Plered, Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta.
Kegiatan bertajuk Architectural Blue Ribbon Award (ABRA) XVI tersebut menjadi ruang apresiasi bagi karya terbaik mahasiswa Arsitektur UII sekaligus bagian dari evaluasi proses pembelajaran berbasis studio. ABRA tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-16 dari sayembara internal yang rutin digelar setiap semester.
Ruang Apresiasi dan Evaluasi Pembelajaran
Ketua Program Studi Sarjana Arsitektur FTDI UII, Arif Budi Sholihah ST MSc PhD, menjelaskan bahwa ABRA tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk melihat kembali proses pembelajaran studio sekaligus membuka kesempatan bagi karya mahasiswa agar dapat dikenal masyarakat.
“Melalui pameran dan presentasi terbuka yang diadakan di Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta ini, kami ingin karya-karya mahasiswa Arsitektur UII dapat dilihat, dinilai dan memberi manfaat baik bagi mahasiswa dan masyarakat umum,” ujar Arif Budi Sholihah.
Menurutnya, mata kuliah Studio menjadi bagian penting dalam pendidikan Arsitektur UII. Melalui studio yang ditempuh secara bertahap, mahasiswa dilatih menggabungkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk menjawab berbagai persoalan arsitektural sesuai tahap perkembangan keilmuan.
“ABRA hadir sebagai wadah apresiasi atas capaian-capaian tersebut, sekaligus menjadi instrumen evaluasi pelaksanaan Studio secara menyeluruh,” tambah Arif Budi Sholihah.
Empat Jenjang, 34 Karya Pilihan
Sekretaris Prodi Arsitektur FTDI UII Johanita Anggia Rini ST MT PhD menambahkan, ABRA menjadi sarana untuk mengapresiasi gagasan desain terbaik sekaligus mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran Studio. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan studio pada semester berikutnya.
Manajer Laboratorium Arsitektur FTDI UII, Yulia Pratiwi ST M.Eng PhD IAP, menjelaskan bahwa rangkaian ABRA XVI meliputi presentasi karya, penjurian akhir, pengumuman pemenang, hingga pameran yang berlangsung pada 25 September–6 Oktober 2026.
Empat kategori yang ditampilkan mencakup Studio Desain 2 Semester 2 dengan sembilan peserta. Mahasiswa merancang pavilion berskala nyata yang terinspirasi alam, tradisi, dan budaya Nusantara.
Berikutnya, Integrated Design Studio (IDS) Semester 4 diikuti sembilan peserta dengan rancangan living unit dua lantai. Sementara Architecture Design Studio 2 (ADS 2) Semester 6 menghadirkan delapan peserta dengan tema “Arsitektur sebagai Testamen Masa Depan”, termasuk eksplorasi kecerdasan buatan dan desain parametrik.
Kategori terakhir adalah Studio Akhir Desain Arsitektur (SADA) atau Tugas Akhir yang diikuti delapan peserta. Karya pada kategori ini berbasis riset dan dikembangkan melalui empat laboratorium keunggulan Arsitektur UII.
Dinilai Juri Eksternal
Setiap peserta mempresentasikan karya melalui dokumen APREB (Architectural Presentation Board), Design Report, gambar teknis dan/atau video presentasi, serta maket sebagai representasi tiga dimensi.
ABRA XVI menghadirkan dua juri eksternal. Prof Ir Ikaputra M.Eng PhD menilai karya Studio Desain 2 dan Studio Desain Arsitektur 2, sedangkan Ar Novriansyah Yakub ST IAI menilai karya Studio Desain Terpadu dan Studio Akhir Desain Arsitektur (SADA).
Pameran ini sekaligus membuka ruang bagi publik untuk melihat bagaimana mahasiswa Arsitektur UII menerjemahkan gagasan, riset, kreativitas, dan perkembangan teknologi ke dalam karya desain yang konkret.










