Campusdaily.com |- Tim penelitian dari Universitas Negeri Malang (UM) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop pengembangan ChemGenius AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung rekonstruksi instrumen Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kimia SMA.
Workshop tersebut berlangsung di Bandung pada 4–5 September 2026 dan menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar di Malang pada 5 Agustus 2026. Kegiatan dipimpin Prof. Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si. dan Prof. Dr. Wiji, M.Si. yang merupakan anggota tim penelitian dalam program kolaborasi grup riset.
Pengembangan platform ini menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Rekonstruksi Instrumen TKA Kimia SMA melalui Platform Asesmen Adaptif Personal Berbasis AI dan Socioscientific Issues: Design-Based Research Multi Kota.”
Workshop tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memastikan instrumen yang dihasilkan memiliki kualitas dan kesesuaian dengan kebutuhan asesmen. Proses validasi melibatkan dosen ahli serta guru kimia SMA.
Diuji Coba Bersama Guru Kimia
Setelah melalui proses validasi, ChemGenius AI kemudian diuji coba secara terbatas dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Sidoarjo pada 8 September 2026. Uji coba tersebut melibatkan 56 guru kimia yang menjadi pengguna awal platform.
Hasil angket menunjukkan respons positif pada seluruh aspek yang diukur. Aspek kepraktisan teknis memperoleh rata-rata 4,28 atau 85,6 persen dan masuk kategori sangat baik. Sementara itu, kualitas konten AI mendapatkan rata-rata 4,18 atau 83,5 persen.
Aspek kesesuaian soal bagi siswa dan TKA memperoleh rata-rata 4,01 atau 80,1 persen. Meskipun menjadi aspek dengan nilai terendah, hasil tersebut masih termasuk dalam kategori baik.
Sementara itu, aspek kebermanfaatan bagi guru mencatat nilai rata-rata tertinggi, yakni 4,29 atau 85,8 persen. Nilai tersebut hanya terpaut 0,01 dari aspek kepraktisan teknis yang memperoleh rata-rata 4,28 atau 85,6 persen.
Respons Pengguna Jadi Bahan Penyempurnaan
Hasil uji coba menunjukkan bahwa pengalaman guru sebagai pengguna menjadi salah satu bagian yang mendapatkan respons positif. Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa ChemGenius AI memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu pendukung dalam pengembangan instrumen asesmen Kimia SMA berbasis kecerdasan buatan.
Kehadiran guru dalam proses uji coba juga memberikan masukan penting bagi tim peneliti. Pengalaman langsung pengguna menjadi bagian dari proses untuk melihat bagaimana platform dapat digunakan sekaligus aspek apa saja yang masih perlu disempurnakan.
Dengan demikian, pengembangan ChemGenius AI tidak berhenti pada penciptaan platform berbasis teknologi. Pengembangannya juga mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, karakteristik pengguna, serta tuntutan asesmen pada jenjang SMA.
Menuju Instrumen TKA yang Lebih Adaptif
Hasil workshop dan uji coba terbatas selanjutnya menjadi bagian dari proses pengembangan serta penyempurnaan ChemGenius AI. Tim penelitian terus mengarahkan platform agar mampu menghasilkan instrumen TKA Kimia yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik asesmen SMA.
Melalui perpaduan kecerdasan buatan, asesmen adaptif, serta keterlibatan guru dan dosen ahli, ChemGenius AI diharapkan dapat menjadi salah satu inovasi dalam pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran Kimia.
Kolaborasi UM dan UPI tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan membutuhkan proses pengembangan yang bertahap. Validasi, uji coba, dan masukan pengguna menjadi bagian penting agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya menawarkan teknologi baru, tetapi juga relevan dan dapat memberikan manfaat dalam praktik pendidikan.










