Campusdaily.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mulai membekali puluhan calon duta kampus melalui Karantina 1 Pemilihan Putra Putri Unesa 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kampus II Lidah Wetan, Senin, 5 Oktober 2026, tersebut menjadi tahap awal pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pemahaman kelembagaan bagi para peserta.
Bertempat di Home Theater Gedung Perpustakaan Unesa, kegiatan mengusung tema “Leading with Purpose, Growing with Integrity”. Tema tersebut menjadi pijakan bagi peserta untuk memahami bahwa menjadi duta kampus bukan sekadar soal penampilan dan kemampuan berbicara, tetapi juga menyangkut etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab membawa nama almamater.
Karantina Jadi Ruang Membentuk Karakter
Ketua Paguyuban Putra Putri Unesa, Bagus Fadlillah Anjeri, menjelaskan bahwa karantina tahap awal dirancang sebagai ruang untuk membentuk karakter para peserta.
Menurutnya, peserta tidak hanya diarahkan untuk mengenali potensi diri, tetapi juga meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sosial. Bekal tersebut dinilai penting agar calon duta mampu merepresentasikan nilai-nilai Unesa ketika berada di tengah masyarakat.
Bagus menilai tantangan terbesar selama proses pembekalan bukanlah mengalahkan peserta lain, melainkan menghadapi keterbatasan yang ada dalam diri sendiri.
“Pesaing terbesar kita bukanlah peserta di sebelah, melainkan rasa takut dan keterbatasan diri sendiri. Tunjukkan versi terbaik dari diri masing-masing dan saling mendukung, karena di sini peserta tidak hanya menemukan kawan berkompetisi, tetapi juga keluarga,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan proses pemilihan sebagai ruang pengembangan diri, bukan semata-mata ajang untuk menentukan siapa yang terbaik.
Integritas Jadi Ukuran Utama Seorang Duta
Pembina Putra Putri Unesa, Vinda Maya Setianingrum, turut menekankan pentingnya integritas dalam perjalanan para calon duta kampus.
Menurutnya, kemampuan seorang duta tidak cukup hanya diukur dari kepiawaian berbicara di depan umum. Seorang duta juga perlu memiliki tujuan hidup yang jelas, mampu memegang nilai etis, serta dapat mengendalikan ego ketika menghadapi situasi sulit dan krisis.
Konsistensi antara apa yang disampaikan dengan tindakan sehari-hari, menurutnya, menjadi cerminan utama integritas seorang pemegang gelar duta almamater.
“Integritas adalah konsistensi terhadap tanggung jawab yang kalian lakukan. Prestasi dan karya juga harus dibarengi dengan etika, kemampuan mengendalikan emosi, menaklukkan ego, serta menyikapi situasi krisis. Harapan saya, jaga nama baik kampus dan citra Unesa melalui aktivitas yang kalian lakukan,” ucap Direktur Humas, Informasi Publik dan Protokoler Unesa itu.
Kenalkan Sejarah dan Arah Pengembangan Unesa
Pembekalan kemudian diperkuat dengan materi kelembagaan yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi.
Ia mengenalkan perjalanan perkembangan Unesa sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), sekaligus memperkenalkan berbagai arah pengembangan dan program internasionalisasi kampus.
Para calon duta dibekali pemahaman mengenai nilai “Growing with Character”, slogan “Unesa Satu Langkah di Depan”, hingga semangat gotong royong “Bersama Bisa Bekerja Sama.”
Pemahaman terhadap identitas institusi tersebut dianggap penting agar calon duta tidak hanya mengenal Unesa dari sisi permukaan, tetapi juga memahami nilai dan arah pengembangan kampus yang nantinya mereka representasikan.
Calon Duta Dikenalkan Program Internasional
Dalam sesi yang sama, Martadi juga memaparkan sejumlah program strategis Unesa yang membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkembang di tingkat internasional.
Program tersebut meliputi internasionalisasi kampus, rintisan kelas internasional, International Undergraduate Program (IUP), program double degree, mobilitas mahasiswa inbound dan outbound, hingga berbagai peluang beasiswa dari mitra.
Pengetahuan mengenai program-program tersebut diharapkan membantu calon duta ketika nantinya berperan dalam mengenalkan Unesa kepada masyarakat, calon mahasiswa, maupun mitra dari luar kampus.
Tak Sekadar Siap Tampil
Rangkaian karantina kemudian dilanjutkan dengan materi manajemen keprotokolan, keorganisasian, serta penguatan pemahaman mengenai peran Putra Putri Unesa.
Keseluruhan pembekalan tersebut diarahkan untuk memastikan para calon duta tidak hanya memiliki kemampuan tampil di hadapan publik. Mereka juga diharapkan memahami tanggung jawab sebagai representasi kampus, mampu menjaga integritas, serta membawa dampak positif melalui perannya.
Dengan bekal kepemimpinan, pengetahuan kelembagaan, dan pemahaman mengenai nilai-nilai Unesa, Karantina 1 menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menuju tahap berikutnya dalam Pemilihan Putra Putri Unesa 2026.










