Menggaung di Turki, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Angkat Wacana Civil Islam Transnasional

Peran Komunitas Thullab Nursi dalam Penguatan Masyarakat Sipil Islam di Indonesia dan Turki

Kamis, 25 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

Portalmahasiswa.com — Kiprah akademik UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember kembali menembus panggung internasional. Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., hadir sebagai invited speaker atas undangan Istanbul Foundation dan Üsküdar Üniversitesi dalam rangkaian konferensi akademik yang digelar di Istanbul, Turki, Rabu (17/12/2025).

Dalam dua forum ilmiah tersebut, Prof. Amal memaparkan hasil risetnya yang berjudul “Towards Transnational Civil Islam? Sociological Explanation on Said Nursi’s Movement in Indonesia and Türkiye.” Penelitian ini mengulas peran komunitas pengikut pemikiran Said Nursi—yang dikenal sebagai Thullab Nursi—dalam membentuk dan menggerakkan masyarakat sipil Islam di dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Ia menjelaskan bahwa Thullab Nursi, baik di Turki maupun Indonesia, merupakan elemen penting dalam civil society Islam. Kehadiran mereka dinilai berkontribusi nyata terhadap proses demokratisasi melalui penguatan nilai keagamaan, etika sosial, serta partisipasi warga negara yang mengedepankan cara-cara damai.

“Sebagai masyarakat sipil Islam, komunitas Said Nursi sejatinya adalah salah satu pilar demokrasi. Mereka berperan dalam membangun kesadaran moral dan partisipasi publik tanpa kekerasan,” ujar Prof. Amal dalam paparannya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Gelar Temu Muhibbah, Bangun Kolaborasi Strategis Lintas Sektor

Meski demikian, Prof. Amal juga menyampaikan catatan kritis. Mengacu pada pandangan sejumlah sarjana politik, ia menilai kualitas demokrasi di negara-negara Muslim—termasuk Indonesia dan Turki—dalam satu dekade terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Salah satu faktor pemicunya adalah lemahnya daya masyarakat sipil, termasuk civil society Islam, dalam menjalankan fungsi kontrol dan penyeimbang terhadap kekuasaan negara.

Diskusi berlangsung dinamis dan memantik beragam tanggapan. Sejumlah peserta mempertanyakan penilaian sarjana Barat terkait kemerosotan demokrasi di Turki. Menurut mereka, kehidupan masyarakat Muslim di Turki relatif baik dengan ruang ekspresi keberagamaan yang luas dan terlindungi. Kritik dari Barat dianggap kurang objektif karena dinilai mengabaikan persoalan pelanggaran hak asasi manusia di negara-negara Barat sendiri.

Peserta lain mengangkat perspektif Said Nursi yang menempatkan penguatan akidah dan tauhid sebagai inti dakwah. Dalam pandangan ini, kualitas iman diyakini menjadi fondasi utama yang membentuk perilaku sosial, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks relasi agama dan politik, Prof. Amal mengutip pernyataan Said Nursi yang masyhur, “A‘?dzu bill?hi mina asy-syaith?n was-siy?sah,” sebagai ekspresi kehati-hatian terhadap politik praktis yang berpotensi memecah belah umat. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Thullab Nursi bukanlah kelompok apolitis.

Baca Juga :  Akreditasi A Bertahan, Perpustakaan UIN KHAS Jember Perkuat Transformasi Literasi Digital

“Mereka tetap berpartisipasi dalam pemilihan umum, bahkan salah satu pimpinan Istanbul Foundation pernah menjadi anggota parlemen. Politik yang mereka jalankan adalah politik positif, tanpa kekerasan, tanpa intrik kotor, dan dengan cara-cara etis,” jelasnya.

Ketika terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai kurang adil atau tidak demokratis, aspirasi disalurkan melalui dialog dan komunikasi langsung dengan para pemangku kebijakan, bukan melalui konfrontasi.

Rangkaian kegiatan akademik ini berlangsung pada pukul 10.00–12.30 waktu setempat di Istanbul Foundation, kemudian dilanjutkan pukul 14.00–16.00 di Üsküdar Üniversitesi. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Istanbul Foundation, Dr. Said Yuce, serta Direktur Üsküdar Üniversitesi, Prof. Dr. Mehmet Zelka, bersama para akademisi dan peneliti lintas disiplin.

Partisipasi Prof. Khusna Amal dalam forum internasional ini tidak hanya memperkaya dialog akademik global, tetapi juga menegaskan kontribusi UIN KHAS Jember dalam percakapan dunia mengenai Islam, masyarakat sipil, dan demokrasi transnasional.

Sumber Berita: UIN KHAS Jember

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026
UGM Usulkan Transformasi Ekonomi Desa Lewat Industri Agroteknologi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI

Berita Terbaru