Guru Besar UIN Jakarta Bagikan Strategi Mengurai Keluhan Jamaah Haji

Senin, 19 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

dok.antaranews.com

dok.antaranews.com

Portalmahasiswa—Guru Besar Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Abdul Mujib, membagikan pendekatan praktis bagi petugas haji dalam menghadapi beragam persoalan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, situasi emosional jamaah yang disertai banyak keluhan merupakan tantangan yang kerap ditemui petugas di lapangan.

Mujib menjelaskan, tidak jarang jamaah datang dengan membawa berbagai persoalan sekaligus dalam satu waktu. Kondisi ini membuat petugas perlu memiliki strategi agar penanganan masalah tetap efektif dan terarah.
“Seringkali jamaah datang dengan membawa banyak masalah sekaligus, bisa lima atau lebih keluhan dalam satu waktu. Petugas haji tentunya tidak mungkin menyelesaikan semua masalah tersebut secara bersamaan,” kata Mujib usai menjadi pemateri pendidikan dan latihan (Diklat) calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin.

Baca Juga :  Ordik FILKOM UB Jadi Fondasi Penguatan Ekosistem Riset

Ia menekankan pentingnya menemukan inti persoalan yang paling dominan. Menurutnya, petugas perlu melakukan pemilahan dengan teknik perbandingan untuk menentukan masalah mana yang paling mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu.
“Kita tidak mungkin bisa menyelesaikan seluruhnya. Gunakan teknik perbandingan. Misalnya, jamaah punya lima masalah. Tanya saja, masalah kelima dengan keempat, mana yang lebih berat? Jika keempat lebih berat, abaikan yang kelima,” ujar Mujib.

Proses penyaringan tersebut dilakukan secara bertahap dan berurutan. Setelah mendapatkan masalah yang lebih berat di antara dua keluhan, petugas kembali membandingkannya dengan masalah lain hingga menemukan persoalan yang paling utama.
“Dua dengan yang pertama berat mana? Oh, ternyata yang pertama paling penting. Nah, ketika sudah tahu yang paling penting ini, itulah yang perlu kita bantu selesaikan,” ujar Mujib.

Pendekatan ini dinilai mampu membantu petugas haji untuk lebih fokus pada solusi yang memberikan dampak terbesar bagi jamaah. Dalam banyak kasus, ketika satu masalah utama dapat diselesaikan, keluhan lain yang bersifat minor cenderung mereda dengan sendirinya atau tidak lagi dianggap penting oleh jamaah.

Baca Juga :  Akreditasi A Bertahan, Perpustakaan UIN KHAS Jember Perkuat Transformasi Literasi Digital

Meski demikian, Mujib juga mengingatkan agar petugas memahami batasan kompetensi mereka. Apabila masalah utama berkaitan dengan gangguan kejiwaan berat atau kondisi fisik serius, petugas tidak dianjurkan untuk menangani secara mandiri.
“Kalau tidak bisa menyelesaikan secara utuh, dia lah yang kemudian men-driver (mengarahkan) ke ahlinya, ke psikolognya atau kalau fisik ya ke dokter,” kata Mujib.

Metode ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis sekaligus “senjata” bagi petugas haji di berbagai layanan dalam menghadapi jamaah yang berada dalam tekanan emosional tinggi, sehingga pelayanan tetap berjalan efektif, empatik, dan profesional.

Sumber Berita: antaranews.com

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026
UGM Usulkan Transformasi Ekonomi Desa Lewat Industri Agroteknologi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI

Berita Terbaru