Pemutakhiran Data PBI Dinilai Tepat, Transisi Implementasi Jadi Sorotan

Sabtu, 21 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

dok.sonora.id

dok.sonora.id

Portalmahasiswa.com – Akademisi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Detha Alfrian Fajri, S.AB., M.M., menanggapi polemik penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) pada BPJS Kesehatan yang belakangan berdampak pada akses layanan sejumlah pasien. Ia menilai kebijakan pemutakhiran data pada prinsipnya sudah berada di jalur yang tepat, namun perlu disertai kebijakan transisi yang jelas agar tidak menimbulkan kerugian di tingkat masyarakat.

Detha menjelaskan, berdasarkan riset yang pernah ia lakukan di salah satu kota di Jawa Timur, ditemukan fakta bahwa lebih dari 10 persen penerima bantuan iuran daerah tidak tepat sasaran, bahkan mendekati angka 20 persen. Temuan tersebut, menurutnya, menjadi alasan kuat mengapa pembaruan data penerima bantuan mutlak diperlukan demi efektivitas penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Universitas Patria Artha Makassar Berikan 755 Beasiswa sejak 2022

“Pemutakhiran data itu tentu bagus karena memastikan bantuan tepat sasaran. Standar hidup seseorang bisa berubah, sehingga wajar jika data diperbarui,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa persoalan krusial justru muncul pada tahap implementasi, khususnya dalam masa transisi setelah data diperbarui. Detha menyoroti kasus pasien yang secara mendadak kehilangan akses layanan kesehatan karena status PBI mereka dinonaktifkan tanpa skema penyangga yang memadai.

“Problemnya bukan pada kebijakan pembaruan data, tetapi pada transisi implementasinya. Jangan sampai orang yang sedang sakit justru dibebani urusan administrasi,” tegasnya.

Ia juga memahami posisi rumah sakit yang berada dalam dilema ketika harus memberikan pelayanan, sementara status kepesertaan pasien belum memiliki kepastian. Dalam situasi tersebut, menurut Detha, pemerintah perlu hadir melalui kebijakan yang menjamin kejelasan pembayaran klaim selama masa penyesuaian data berlangsung.

Baca Juga :  Saat Sistem Terganggu, Pelayanan Lumpuh: Analisis Risiko Ruang IT BPJS Pamulang

“Harus ada kebijakan yang tegas pada masa transisi. Rumah sakit harus merasa yakin klaimnya tetap dibayarkan, dan pasien tetap mendapatkan perawatan,” katanya.

Lebih jauh, akademisi Fakultas Ilmu Administrasi dari Universitas Brawijaya itu berharap pemerintah ke depan tidak hanya menitikberatkan perhatian pada validitas data semata, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan agar tidak kehilangan hak layanan kesehatan akibat persoalan administratif.

“Kenyamanan rumah sakit dan pasien harus dijamin bersamaan. Tanpa itu, yang dirugikan adalah masyarakat kecil,” pungkasnya.

Sumber Berita: prasetya.ub.ac.id

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026
UGM Usulkan Transformasi Ekonomi Desa Lewat Industri Agroteknologi

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI

Berita Terbaru