Human Error sebagai Risiko Operasional dalam Layanan Perbankan

Mia Rahma Sivana (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

Portalmahasiswa.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi perbankan risiko operasional tetap menjadi perhatian utama, khususnya yang bersumber dari kesalahan manusia atau human error. Dalam praktiknya, peran sumber daya manusia masih sangat dominan, terutama pada posisi teller yang berinteraksi langsung dengan nasabah. Hal ini membuat potensi kesalahan tetap ada meskipun sistem digital semakin berkembang. Menurut Otoritas Jasa Keuangan, risiko operasional dapat muncul akibat kegagalan proses internal termasuk kesalahan yang dilakukan oleh karyawan.

Human error dalam perbankan umumnya terjadi karena beberapa faktor seperti kurangnya ketelitian, kelelahan kerja, serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur operasional standar. Selain itu, tekanan kerja yang tinggi dan lingkungan kerja yang kurang mendukung juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan. James Heizer menjelaskan bahwa kesalahan operasional sering kali dipengaruhi oleh faktor manusia, terutama dalam kondisi kerja yang padat dan tidak seimbang.

Baca Juga :  Dari Keluhan ke Loyalitas: Strategi Efektif Menyelesaikan Masalah Pelanggan dalam Layanan Jasa

Dampak dari human error pada teller tidak hanya dirasakan secara langsung oleh nasabah, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja bank secara keseluruhan. Kesalahan transaksi dapat menurunkan kepercayaan nasabah, meningkatkan jumlah komplain, serta menambah beban operasional dalam proses perbaikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Frederic S. Mishkin yang menyatakan bahwa kepercayaan merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas perbankan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, bank perlu melakukan pengelolaan sumber daya manusia secara optimal. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain pengaturan jadwal kerja yang seimbang, pemberian waktu istirahat yang cukup, serta pelatihan untuk meningkatkan ketelitian dan pemahaman prosedur kerja. Selain itu, pengawasan internal dan evaluasi kinerja secara berkala juga penting untuk memastikan bahwa aktivitas teller berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, sebagaimana dianjurkan oleh Bank Indonesia.

Baca Juga :  Strategi Fungsional di Era Digital dan Persaingan  Bisnis Modern

Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi antara manusia, sistem, dan pengawasan, risiko human error dapat ditekan secara signifikan. Pada akhirnya, kualitas layanan dapat terus ditingkatkan dan kepercayaan nasabah tetap terjaga di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompleks.

 

REFERENSI

  1. Otoritas Jasa Keuangan. (2016). Manajemen Risiko Perbankan.
  2. Bank Indonesia. (2011). Penerapan Manajemen Risiko pada Bank Umum.
  3. James Heizer & Barry Render. (2015). Operations Management. Pearson.
  4. Frederic S. Mishkin. (2019). The Economics of Money, Banking, and Financial Markets.

 

Berita Terkait

Menguji Kelayakan Debitur: Analisis Kualitatif dan Prinsip Dasar Pemberian Kredit
Dampak Subscription Economy terhadap Keuangan Gen Z
Ketika Hutan Terbakar, Seberapa Siap Sumber Daya Manusia Kita?
Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami
Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital
Memahami Logika Produsen di Balik Pasokan Pasar
Strategi Manajerial Kunci Bertahan dan Berkembang di Era Kompetisi Internasional
UMP dalam Menjaga Daya Beli Buruh vs Keberlanjutan Finansial Industri Padat Karya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:35

Menguji Kelayakan Debitur: Analisis Kualitatif dan Prinsip Dasar Pemberian Kredit

Kamis, 3 September 2026 - 14:02

Dampak Subscription Economy terhadap Keuangan Gen Z

Kamis, 3 September 2026 - 11:39

Ketika Hutan Terbakar, Seberapa Siap Sumber Daya Manusia Kita?

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:36

Terlalu Cepat Berkomentar, Terlalu Lambat Memahami

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:31

Perilaku Investor Individu dalam Mengelola Portofolio dan Aktivitas Trading di Era Digital

Berita Terbaru