Mahasiswa KKN Unhas Olah Cangkang Telur Jadi Pupuk Organik di Desa Talumae

Minggu, 25 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Campus Daily
+ Donasi

dok.kompasiana.com

dok.kompasiana.com

Portalmahasiswa—Mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin, Ardiyansah, di bawah bimbingan Ashar Prawitno, S.IP., melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi dan Demonstrasi: Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Cangkang Telur Ayam”. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang, dalam mengolah limbah peternakan dan rumah tangga menjadi produk bernilai guna, khususnya pupuk organik cair yang kaya akan kalsium.

Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Rumah Ketua Kelompok Tani Desa Talumae. Acara ini melibatkan warga setempat, terutama para petani, sebagai sasaran utama program. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan inovasi ramah lingkungan yang dapat diterapkan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Baca Juga :  UPI Catat 77,55 Persen Target Renstra Tercapai, Siap Perkuat Reputasi Internasional

Pemilihan cangkang telur ayam sebagai bahan baku pupuk organik dinilai tepat karena mampu menekan jumlah limbah dapur sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya kian meningkat. Secara alami, cangkang telur ayam mengandung kalsium karbonat (CaCO) yang berperan penting dalam memperkuat struktur akar dan batang tanaman serta membantu menyeimbangkan tingkat keasaman tanah.

Dalam sesi demonstrasi, mahasiswa KKN-T memaparkan tahapan pembuatan pupuk organik cair dengan metode yang sederhana, ekonomis, dan mudah dipahami. Proses pembuatan diawali dengan pengumpulan cangkang telur ayam, dilanjutkan dengan pembersihan dan pengeringan. Setelah itu, cangkang ditumbuk hingga halus, kemudian dicampur dengan molases, air cucian beras, EM4, serta air bersih, sebelum akhirnya difermentasi selama 7–10 hari.

Baca Juga :  Pemutakhiran Data PBI Dinilai Tepat, Transisi Implementasi Jadi Sorotan

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Talumae. Warga menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membantu mengoptimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga. Para petani juga mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Masyarakat setempat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani desa. Melalui program ini, diharapkan kesadaran lingkungan masyarakat Desa Talumae semakin meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian berkelanjutan.

Sumber Berita: kompasiana.com

Berita Terkait

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online
UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan
UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur
UPI Latih Guru SIJB Produksi Media Pembelajaran Berbasis AI
20 Mahasiswa Resmi Jadi Duta Kampus UIN KHAS Jember 2026

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Rabu, 2 September 2026 - 21:30

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 September 2026 - 12:08

UPI Hibahkan Teknologi Irigasi Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Cibiru Wetan

Selasa, 1 September 2026 - 23:09

UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30