UB dan Singapura Kolaborasi Evaluasi Layanan Kegawatdaruratan di Jawa Timur

Ikon Campus Daily web

Selasa, 1 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok.prasetya.ub.ac.id

dok.prasetya.ub.ac.id

Kampusdaily.com – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat pengembangan sistem kesehatan masyarakat melalui penelitian kolaboratif internasional bersama Unit for Pre-hospital Emergency Care (UPEC), Ministry of Health Singapore.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 dengan penelitian bertajuk “Pengukuran Kinerja Sistem Pelayanan Kegawatdaruratan Pra-Rumah Sakit: Evaluasi Public Safety Center di Jawa Timur Berbasis PECSET”.

Penelitian ini menjadi langkah untuk melihat seberapa kuat sistem pelayanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit di Jawa Timur dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat. Sebanyak 38 Public Safety Center (PSC) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur menjadi sasaran evaluasi.

Ukur Kinerja PSC dengan Instrumen PECSET

Evaluasi dilakukan menggunakan Prehospital Emergency Care Systems Evaluation Tool (PECSET), instrumen yang dirancang untuk mengukur kinerja sistem pelayanan kegawatdaruratan pra-rumah sakit secara menyeluruh.

Sejumlah komponen akan menjadi perhatian, mulai dari sistem komunitas, telekomunikasi, first responder, sistem ambulans, hingga integrasi pelayanan dengan rumah sakit. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi layanan kegawatdaruratan di setiap daerah.

Ketua Peneliti, Ns. Suryanto, S.Kep., M.Nurs., PhD., mengatakan penelitian ini berangkat dari kebutuhan terhadap sistem evaluasi yang terstandar. Hal itu penting karena perkembangan PSC di berbagai daerah berjalan dengan kapasitas dan sumber daya yang tidak selalu sama.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UB Ajarkan Petani Milenial Produksi Agens Hayati untuk Pertanian Berkelanjutan

“Saat ini PSC di berbagai daerah berkembang dengan kapasitas dan sumber daya yang berbeda. Karena itu diperlukan instrumen yang dapat memberikan gambaran objektif mengenai kondisi sistem yang berjalan sehingga pengembangan layanan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis data,” ujarnya.

Sosialisasi PECSET Digelar untuk PSC se-Jawa Timur

Sebelum memasuki tahap pengumpulan data, tim peneliti terlebih dahulu memperkenalkan instrumen PECSET kepada perwakilan PSC se-Jawa Timur.

Sosialisasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Resuscitation Academy Leadership Workshop pada (6/7–7/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai evaluasi sistem kegawatdaruratan secara berkelanjutan.

Tidak sekadar memperkenalkan instrumen, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan evaluasi yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan.

Tim UB Bertukar Pengetahuan dengan Pakar Singapura

Kolaborasi penelitian kemudian diperkuat melalui kunjungan akademik tim UB ke Singapura pada (25/8–28/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti berdiskusi langsung dengan para pakar UPEC mengenai pengembangan PECSET, penerapan sistem Emergency Medical Services (EMS), strategi peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan, hingga rencana analisis data dan publikasi ilmiah bersama.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan penandatanganan Implementation Agreement antara Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya dan UPEC Ministry of Health Singapore.

Kesepakatan ini menjadi landasan bagi penguatan kerja sama riset, transfer pengetahuan, serta pengembangan inovasi dalam pelayanan kegawatdaruratan.

Pengambilan Data 38 PSC Dimulai September

Penelitian kini bersiap memasuki tahapan utama, yakni pengambilan data pada 38 PSC di Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada (14/9–17/9/2026).

Pengumpulan data dilakukan melalui workshop daring yang menggabungkan sesi pengenalan instrumen dan pengisian PECSET oleh masing-masing PSC.

Baca Juga :  UB dan KI Jawa Timur Bersinergi Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Berbasis Integritas

Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis untuk mengetahui berbagai kekuatan sekaligus kesenjangan dalam sistem pelayanan kegawatdaruratan di masing-masing daerah. Hasilnya diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.

Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Data

Penelitian ini diharapkan tidak berhenti pada menghasilkan data akademik. Temuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih efektif.

Dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based), kualitas pelayanan kegawatdaruratan di Jawa Timur diharapkan dapat semakin terukur dan memiliki standar yang lebih jelas. Tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat memperoleh pertolongan yang cepat, tepat, dan berkualitas ketika menghadapi kondisi darurat medis.

Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Universitas Brawijaya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 atau Good Health and Well-being yang menekankan peningkatan kualitas layanan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Penguatan sistem kegawatdaruratan menjadi bagian penting karena kecepatan respons dalam situasi medis darurat dapat menentukan keselamatan pasien.

Kolaborasi Internasional untuk Sistem Kegawatdaruratan

Di sisi lain, kemitraan UB dengan UPEC Ministry of Health Singapore turut mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals, khususnya dalam memperkuat kerja sama internasional menghadapi tantangan pembangunan di bidang kesehatan.

Pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Singapura diharapkan dapat membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan pelayanan kegawatdaruratan di daerah.

Melalui penelitian ini, UB tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Emergency Medical Services (EMS), tetapi juga berupaya menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Berbekal data, kolaborasi, dan inovasi, penelitian tersebut diharapkan menjadi pijakan menuju sistem kegawatdaruratan yang lebih terstandar, terintegrasi, dan berkelanjutan di Jawa Timur maupun Indonesia.

Sumber Berita: prasetya.ub.ac.id

Follow WhatsApp Channel campusdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa
Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah
Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh
UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.
Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional
UIN KHAS Jember Petakan Kebutuhan Lansia di Panti Sosial dan Pesantren
Belajar Praktik Baik, FK UPN Veteran Jakarta Kunjungi FK Universitas Brawijaya
Dari Sejarah hingga Budaya, SENJATA 2026 UNAIR Bicara Jati Diri Bangsa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Mahasiswa UNESA 5 Ikuti Hari Jadi ke-351 Magetan, Dukung Semangat Kemajuan Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Mahasiswa UPI Raih Juara III KMHE 2026, Mobil Listriknya Tembus Efisiensi 494,52 Km/kWh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40 WIB

UNU Jogja dan UIN Syekh Wasil Kediri Jajaki Kolaborasi.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Tiga Mahasiswa UIN Malang Juara Debat Bahasa Arab, Unggul di Tingkat Nasional

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30 WIB

dok.megapolitan.antaranews.com

Kampus

UI Dorong Standar Nasional Pengelolaan Asrama Mahasiswa

Senin, 19 Okt 2026 - 10:42 WIB

Opini

Media Sosial Mengubah Cara Mahasiswa Berkomunikasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:13 WIB