Temukan Kecurangan, Pengamat Minta Kebijakan Pemberian Beasiswa Dikaji Ulang

Kamis, 3 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

BEASISWA KAMPUS | Pengamat Pendidikan Doni Kusuma mendorong kebijakan pemberian beasiswa dikaji ulang. Hal ini menyikapi adanya  dugaan kecurangan dilakukan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

Kemendikbudristek mengungkapkan  temuan kecurangan penerima beasiswa. Di antaranya berkuliah daring dalam waktu lama,  mahasiswa masih bekerja, pemalsuan dokumen akademik, dan double funding dari pemerintah daerah.

“Kalau di luar negeri, sering kali untuk menghidupi mahasiswa agar ada dana tambahan, mereka itu bekerja paruh waktu. Dan itu bahkan oleh kampus diberikan honor-honornya,” katanya dalam dialog bersama Pro3 RRI, Rabu (02/20/2024).

Baca Juga :  Akademisi UB Soroti Intensitas Lawatan Prabowo, Diplomasi Dinilai Perlu Arah yang Lebih Jelas

Ia mengungkapkan, banyak mahasiswa yang berkuliah di negara-negara pemberi beasiswa seperti di Amerika Serikat. Sementara beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sering kali tidak mencukupi untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.

“Terus terang saja teman-teman yang di Amerika itu kadang-kadang beasiswa LPDP itu kurang. Sehingga mereka harus menghidupi diri mereka sendiri, apalagi kalau mereka bawa keluarganya,” ucapnya. 

Karena itu, Doni menilai, aturan yang melarang mahasiswa penerima beasiswa untuk bekerja harus dievaluasi. Kesepakatan bahwa tidak boleh bekerja itu harus ditinjau kembali, karena prioritas utamanya adalah studinya harus tetap berjalan.

Baca Juga :  Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

“Kalau pemalsuan dokumen akademik ini jelas pelanggaran yang sangat serius. Itu bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga mencoreng integritas pendidikan kita,” ujarnya.

Ia meminta, mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan kriminal semacam ini harus dikeluarkan dari program beasiswa. “Tindakan seperti itu harus di kickout (dikeluarkan) karena tidak jujur,” ujarnya.[]

Berita Terkait

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan
3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID
Menag: Dokter PTKIN Tak Cukup Hanya Kuasai Ilmu Kedokteran, Empati Juga Penting
Inovasi SALUR UGM: Limbah Cangkang Telur Berubah Jadi Pupuk Organik untuk Tanaman

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:36

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:39

GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas

Jumat, 4 September 2026 - 13:29

Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID

Berita Terbaru