PALAWA Unpad Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Kebutuhan Dasar Jadi Prioritas

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Campus Daily
+ Donasi

dok. jabar.antaranews.com

dok. jabar.antaranews.com

Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Unpad bersama Korps Alumni PALAWA (KAP) Unpad dan Yayasan Palawa Indonesia (YPI) menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disalurkan kepada korban gempa yang berada di pengungsian mandiri Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Maumere. Penyaluran bantuan menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan bagi masyarakat yang masih menghadapi situasi sulit setelah bencana.

Koordinator Korps Alumni PALAWA (KAP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Riza Fahriza, di Bandung, Sabtu, mengatakan bantuan diberikan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang terdampak di lapangan.

“Sebelumnya kami berupaya menghimpun bantuan yang memang dibutuhkan masyarakat terdampak dan menyalurkannya sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Pengungsi

Riza menjelaskan, bantuan yang berhasil dihimpun kemudian dibelanjakan secara langsung di Flores. Cara tersebut dilakukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi di lokasi terdampak.

Sejumlah kebutuhan dasar menjadi perhatian utama, seperti sembako, makanan siap saji, terpal, tenda, selimut, hingga tikar atau matras. Perlengkapan tersebut diperlukan masyarakat untuk mendukung kehidupan sehari-hari selama berada di pengungsian.

Baca Juga :  Desa Pejaten Percepat Layanan Publik Digital, Diskominfo Serang Gandeng Mahasiswa Untirta

Menurut Riza, kebutuhan dasar menjadi prioritas karena warga terdampak masih membutuhkan dukungan dalam menjalani masa penanganan pascabencana.

“Kebutuhan yang kami prioritaskan mencakup pangan, perlengkapan hunian sementara, kesehatan, sanitasi, dan penerangan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi setelah gempa.

PALAWA Aktif dalam Aksi Kemanusiaan

Kegiatan kemanusiaan tersebut bukan kali pertama dilakukan PMPA PALAWA Unpad bersama KAP Unpad dan YPI. Sebelumnya, ketiga organisasi tersebut juga terlibat dalam penggalangan dana bagi korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat dan Aceh.

Keterlibatan tersebut menunjukkan peran organisasi mahasiswa dan alumni tidak hanya terbatas pada aktivitas akademik maupun kegiatan alam bebas. Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting yang dapat diwujudkan melalui aksi nyata ketika masyarakat menghadapi bencana.

Dalam kondisi pascabencana, bantuan yang tepat sasaran menjadi salah satu kebutuhan penting. Dukungan berupa pangan, perlengkapan tempat tinggal sementara, kesehatan, sanitasi, dan penerangan dapat membantu masyarakat melewati masa pemulihan awal.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 111 jiwa. Kondisi tersebut berlangsung di tengah aktivitas gempa susulan yang masih mengguncang wilayah terdampak.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 3.823 Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8), mengatakan ribuan gempa susulan telah tercatat setelah gempa utama yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

“Hingga hari ini setelah gempa 7,7 magnitudo tanggal 15 Agustus 2026 yang lalu, BMKG sudah mencatat adanya 8.794 kali gempa susulan,” kata dia.

Berton menyebutkan, dari total 8.794 gempa susulan tersebut, kekuatannya berada pada rentang magnitudo 1,0 hingga 6,2. Sebanyak 152 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

“Aktivitas seismik susulan diprakirakan oleh para ahli masih berlanjut selama 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama,” katanya.

Situasi tersebut membuat kebutuhan masyarakat terhadap bantuan dan pendampingan masih menjadi perhatian. Selain memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, keselamatan warga di wilayah terdampak juga perlu terus menjadi prioritas selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.

Penyaluran bantuan yang dilakukan PALAWA Unpad, KAP Unpad, dan YPI menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat untuk membantu warga Flores melewati masa sulit pascabencana. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat proses penanganan sekaligus pemulihan masyarakat terdampak.

Berita Terkait

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan
3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan
Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan
GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas
UPI Kenalkan Teknologi VR-AI untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Pekerja Migran di Jepang
Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID
Menag: Dokter PTKIN Tak Cukup Hanya Kuasai Ilmu Kedokteran, Empati Juga Penting
Inovasi SALUR UGM: Limbah Cangkang Telur Berubah Jadi Pupuk Organik untuk Tanaman

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:36

UNY Bekali 3.596 Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Jiwa Kepemimpinan

Minggu, 6 September 2026 - 13:30

3.596 Mahasiswa Baru UNY Dibekali Karakter dan Kepemimpinan Sejak Awal Perkuliahan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40

Lutfi Fitriyani Buktikan Mahasiswa TRKI UNDIP Bisa Berdampak bagi Lingkungan

Sabtu, 5 September 2026 - 15:39

GEMILANG Award 2026 Dorong Inovasi Kabupaten Malang Tak Berhenti di Atas Kertas

Jumat, 4 September 2026 - 13:29

Untirta Perkuat Keterbukaan Informasi Publik melalui Monev dan Bimtek PPID

Berita Terbaru

Kampus

Cara Kirim Artikel Mahasiswa di Media Online

Rabu, 2 Sep 2026 - 21:30