Alumni Ilmu Komunikasi UII Raih Beasiswa LPDP dan Lanjut Studi ke Belanda

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Pengembangan Website Kampus Daily
+ Donasi

dok. communication.uii

dok. communication.uii

PortalMahasiswa.com |-Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ajeng Putri Andani, alumni angkatan 2017, berhasil meraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan studi magister di Belanda. Saat ini, Ajeng tengah menempuh pendidikan pada program Master’s in Communication, Health and Life Sciences di Wageningen University & Research (WUR).

Perjalanan Ajeng menuju bangku kuliah di Eropa tidaklah singkat. Sejak akhir tahun 2022, ia telah memulai persiapan secara intensif, mulai dari kelengkapan dokumen hingga penguatan kemampuan bahasa Inggris. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Ajeng dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa LPDP Batch 1 tahun 2023. Proses itu kemudian berlanjut hingga ia memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari WUR. Hingga akhirnya, pada pertengahan tahun 2025, Ajeng resmi berangkat ke Belanda dan memulai fase baru sebagai mahasiswa internasional.

Berdasarkan pengalaman yang ia jalani, Ajeng menekankan dua faktor utama yang menjadi kunci untuk membuka peluang studi ke luar negeri. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris serta kemampuan menulis—khususnya dalam memahami konteks dan tujuan beasiswa—memegang peranan penting. Oleh karena itu, skor IELTS dan kualitas esai menjadi penentu utama dalam proses seleksi.

Kunci Keberhasilan Menuju Kampus Eropa

Ajeng membagikan sejumlah wawasan berharga bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UII maupun mahasiswa lain yang bercita-cita melanjutkan studi ke Eropa. Ia menilai, kegagalan banyak kandidat sebenarnya bukan karena kurang kompeten, melainkan karena kurang teliti dalam memahami persyaratan beasiswa.

Baca Juga :  Beasiswa Pemuda Tangguh Diprotes, DPRD Nilai Kebijakan UKT Rp2,5 Juta Tak Realistis

“Langkah pertama yang cukup krusial adalah mencari tahu dan memahami secara detail syarat beasiswa yang dituju. Banyak pelamar sebenarnya kompeten, tetapi gagal karena terlambat atau keliru dalam mempersiapkan persyaratan. Dari berbagai skema beasiswa, ada dua komponen yang hampir selalu muncul dan sering menjadi penentu awal, yaitu syarat bahasa dan essay,” ucapnya.

Terkait persyaratan bahasa, Ajeng menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi seperti IELTS menjadi syarat wajib. Meskipun terdapat alternatif lain seperti TOEFL iBT atau Duolingo, ia memilih IELTS karena sifatnya yang lebih umum dan diterima oleh banyak perguruan tinggi di Eropa.

Ia juga menyoroti bahwa syarat bahasa sering menjadi tantangan terbesar dalam beasiswa luar negeri. Target skor seperti IELTS 6.5 atau lebih, menurutnya, tidak dapat dicapai secara instan tanpa persiapan yang matang dan berkelanjutan.

“Persiapan ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam aktivitas sehari-hari, seperti menonton film berbahasa Inggris, mendengarkan podcast, atau membaca artikel berbahasa Inggris. Jika ingin lebih terstruktur, opsi yang lebih serius seperti mengambil kursus khusus juga bisa dipertimbangkan,” ucapnya.

“Perlu diingat, kemampuan bahasa bukan hanya soal skor atau sekadar alat seleksi administratif. Bahasa juga mencerminkan kesiapan kita untuk mengikuti perkuliahan, berdiskusi, menulis tugas akademik, dan beradaptasi dengan lingkungan belajar nantinya,” tambahnya.

Baca Juga :  Program Beasiswa Surabaya 2026: Libatkan PTN dan PTS, Pendaftaran Lewat Be Smart

Selain kemampuan bahasa, Ajeng menekankan pentingnya esai yang hampir selalu menjadi komponen utama dalam seleksi beasiswa maupun universitas. Menurutnya, esai berfungsi sebagai alat ukur kesiapan, keseriusan, serta kesesuaian kandidat dengan program dan nilai beasiswa yang dituju.

“Dalam menulis essay, usahakan sejujur dan se-reflektif mungkin, bukan sekadar ingin terlihat ‘luar biasa secara prestasi’. Esensi essay beasiswa sebenarnya adalah refleksi diri: bagaimana pengalaman masa lalu membentuk tujuan, serta bagaimana beasiswa tersebut relevan dengan rencana masa depan,” kata Ajeng.

“Di sini, penting untuk memahami arah dan nilai beasiswa yang dituju, lalu mengaitkannya secara masuk akal dengan cerita kita. Misalnya, jika beasiswa seperti LPDP memiliki fokus pada bidang STEM, maka pengalaman, minat, dan rencana masa depan bisa diarahkan ke kontribusi di bidang tersebut tanpa dipaksakan,” tambahnya.

Pada akhirnya, Ajeng menegaskan bahwa esai bukanlah ajang menumpuk prestasi, melainkan ruang untuk menjawab pertanyaan reflektif: mengapa beasiswa tersebut relevan bagi diri kita, dan mengapa kita juga layak bagi beasiswa tersebut. Ketika jawaban disampaikan secara jelas, logis, dan konsisten, esai akan terasa lebih kuat dan meyakinkan.

Pengalaman Ajeng Putri Andani menjadi bukti bahwa mimpi melanjutkan studi ke Belanda bukanlah hal mustahil. Dengan persiapan yang matang, ketekunan, dan pemahaman yang tepat terhadap proses seleksi, peluang studi internasional dapat diraih oleh siapa pun yang berani berusaha.

Sumber Berita: communication.uii.id

Berita Terkait

Untirta Dukung Beasiswa Tangerang Gemilang, 1.075 Mahasiswa Terima Bantuan Pendidikan
UIN Sunan Gunung Djati Buka KIP Kuliah 2026, Cek Jadwal dan 16 Syaratnya
Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa, Pemerintah Siapkan Beasiswa
Pemkab Badung Perpanjang Pendaftaran Beasiswa hingga 12 September
Kaltim Hapus Syarat SKTM dan IP Tinggi untuk Program Beasiswa Gratispol
Perkuat SDM Adhyaksa, Kejaksaan RI Siapkan Beasiswa Doktor Ilmu Hukum di UB
31 Ribu Mahasiswa UI Dapat Beasiswa dan Keringanan UKT, Ini Rincian Biaya Kuliah 2026
IKAFE UNAIR Perkuat Jejaring Alumni, Dorong Dukungan Karier dan Beasiswa

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:07

Untirta Dukung Beasiswa Tangerang Gemilang, 1.075 Mahasiswa Terima Bantuan Pendidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:43

UIN Sunan Gunung Djati Buka KIP Kuliah 2026, Cek Jadwal dan 16 Syaratnya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:27

Gempa NTT Berdampak ke Mahasiswa, Pemerintah Siapkan Beasiswa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:11

Pemkab Badung Perpanjang Pendaftaran Beasiswa hingga 12 September

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:41

Kaltim Hapus Syarat SKTM dan IP Tinggi untuk Program Beasiswa Gratispol

Berita Terbaru